Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Ghuraba, Engkaukah Itu?

Ghuraba, Engkaukah Itu?

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com

Ghuraba, Beginilah takdir dakwah kita
Kisahnya hanya akan berakhir ketika Islam telah ditinggikan oleh manusia
Atau pendeknya usia kita yang jadi pembatas
Engkau akan terus dikejar dan dihinakan, karena mulianya tujuanmu
Yang mengejarmu tidak hanya musuh-musuh Islam yang tidak
Suka dengan tabiat jalan dakwahmu
Tapi juga saudaramu yang duduk pada singgasana semu keilmuan
Tanpa mau mengotori dirinya dengan masalah umat yang telah
Meranggas hati nurani dan air mata

Ghuraba, Nasib kita semua sama beda rasa tapi tetap sama…
Mesir merasakan luka disiksa dan difitnah, tak ada satupun yang membela.
Dikorbankannya harta, keluarga bahkan darahnya sendiri untuk agama kita.
Suriah merasakan pedih yang tak terperi, bercampur dengan ketakutan tak berujung
Diperangi sendiri oleh pemimpinnya yang zhalim dan sesat
Palestina merasakan konspirasi Israel dan sekutunya yang menghimpit dada
Bahkan mereka mengambil beberapa saudara kita untuk dibuai dengan
Kesenangan dunia yang tak pernah kekal
Ethiopia merasakan darah dan waktu yang semakin senja
Dibantai oleh milisi Nasrani yang tak berhati
Kejadian yang selalu terjadi ketika kita minoritas
Indonesia ? Indonesia ?
Difitnah dengan berbagai macam dalil untuk melemahkan dakwahnya
Selalu dianggap hina walau peluhmu tak pernah sempurna mengering
Bersatupadu mereka dibantu media kapitalis yang oportunis

Ghuraba, Jangan pernah bersedih
Jalan ini telah dirintis oleh para Nabi dan pendahulu dakwah
Jaminannya hanya satu.. Surga
Ketika engkau tetap menjaga baiat hatimu untuk meninggikan kalimat-Nya

Ghuraba, Bacalah kisah akhir jaman yang menghibur kita
Pasukan Ashabu Rayyati Sud yang bergemuruh
Jatuhnya Roma dengan damai tanpa abu dan debu
Terbebasnya Al Aqsha sepenuhnya oleh umat Islam

Ghuraba, Kuatkanlah hati dan lenganmu
Jangan menyerah dan terlena
Lebih dalam lagi mushaf quranimu yang lusuh
Lebih dekat lagi dengan sajadah malammu
Lebih letih lagi tarbiyah jasadiyahmu
Maka pertemuan di surga kita nanti suatu keniscayaan

Ghuraba, Antum Ruhul Jadiid Fi Jasadil Ummah!!!

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (8 votes, average: 9,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.