Home / Berita / Internasional / Afrika / Menlu Kudeta: Kita Tetap Akan Berteman dengan AS Meskipun Berbeda Sikap

Menlu Kudeta: Kita Tetap Akan Berteman dengan AS Meskipun Berbeda Sikap

Menlu Kudeta Mesir, Nabil Fahmy (article.wn.com)
Menlu Kudeta Mesir, Nabil Fahmy (presstv)

dakwatuna.com – Mesir. Menlu Kudeta Mesir, Nabil Fahmy, menyatakan bahwa Mesir (kudeta) tetap akan berteman (bermitra) dengan Amerika Serikat (AS), meskipun terdapat perbedaan pendapat dan kebijakan kedua negara.

Perbedaan tersebut menurut Fahmy hanya disebabkan karena AS belum dapat memahami realitas Mesir dan harapan-harapan rakyatnya (yang mendukung kudeta).

Hal tersebut disampaikan Fahmy dalam wawancara dengan harian Bahrain, Al-Bilad (20/4).

Fahmi menyatakan bahwa pada waktu-waktu sebelumnya (kepemimpinan Husni Mubarak), hubungan Mesir dan AS pernah berada pada situasi yang tidak nyaman, tetapi kedua negara tetap bersahabat.

Fahmi mengungkapkan bahwa patut diakui jika saat ini AS yang memimpin dunia, yang diperkirakan akan berlanjut hingga dua dekade mendatang.

Dalam hal ini, Mesir adalah salah satu sekutu utama AS di Timur Tengah setelah Israel. Sebagai kompensasi perjanjian damai dan tidak akan berperang dengan Israel pada tahun 1979, AS secara rutin memberikan bantuan dana khusus untuk militer Mesir sebesar 1,5 miliar dolar AS pertahunnya (sekitar 17 triliun rupiah).

Sementara mengenai sosok Menlu Kudeta Mesir, Nabil Fahmy, dapat dikatakan bahwa diplomat nomor 1 Mesir ini sebagai warga Mesir dengan ‘American minded.’

Sebelum menjadi Menlu Kudeta, Fahmi menjabat sebagai Direktur School of Global Affairs and Public Policy, American University in Cairo. Bapaknya, Ismail Fahmy, merupakan Menlu Mesir pada masa Anwar Sadat dari tahun 1973-1977. (islammemo/rem/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Rio Erismen

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Rio Erismen
Alumnus Universitas Al-Azhar Cairo dan Institut Riset dan Studi Arab Cairo.
  • Sejuki

    Orang ini masuk dalam kelompok orang yg lupa mati dan lupa (bahkan tidak mengimani?) akan hari pengadilan Allah di akhirat kelak?

    Hmmmm…… kasiaaaannn……

Lihat Juga

Talk Show Palestine Solidarity Day di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. (aspacpalestine.com)

Bersama ASPAC, UIN Syarif Hidayatullah Gelar Seminar 69 Tahun Pembagian Palestina