Home / Berita / Internasional / Afrika / Hilangnya Mimpi Anak Muda Aljazair

Hilangnya Mimpi Anak Muda Aljazair

Pendukung presiden Botafliqa (Today's Opinion)
Pendukung presiden Botafliqa (Today’s Opinion)

dakwatuna.com – Algier. Rakyat Aljazair menunggu-nunggu Presiden Botafliqa, yang baru saja terpilih sebagai presiden untuk keempat kalinya, memenuhi janji untuk menyerahkan kekuasaan kepada generasi muda. Akan tetapi anak muda yang merupakan mayoritas negeri itu meragukan keseriusan Botafliqa dalam memenuhi janjinya.

Seorang anggota parlemen dari kelompok oposisi, Kamal, mengatakan, “Botafliqa sudah kerasukan cinta kekuasaan. Generasinya tentu juga tidak akan membiarkan kekuasaan diambil anak muda begitu saja. Janjinya hanya abu yang ditiupkan ke mata.”

Botafliqa yang sudah berumur 77 tahun kembali terpilih dalam pemilu untuk menjabat presiden keempat kalinya. Kemenanganya sangat telak, yaitu 81.53%, padahal peserta pemilu presiden berjumlah 6 kandidat.

Sepanjang kampanye, yang tidak perang dihadiri Botafliqa dan diwakilkan kepada orang-orang kepercayaannya, selalu dikatakan bahwa Botafliqa akan memasukkan unsur generasi muda ke dalam pemerintahannya. Abdul Malik Salal, ketua tim pemenangan Botafliqa, mengatakan bahwa Botafliqa akan memberikan kekuasaan kepada generasi yang terlahir setelah kemerdekaan (1962).

Namun janji-janji itu diragukan banyak kalangan. Misalnya surat kabar Aljazair, Le Quotidien D’Oran, mengangkat sebuah artikel yang menyatakan bahwa hasil pemilu presiden terakhir adalah wujud ketakutan kepada masa depan dan kepada gerakan. Hasil itu merupakan cermin dari situasi stagnan yang menyamankan yang diciptakan dari subsidi pemerintah yang demikian besar dan berlangsung terus-menerus. Kita benar-benar kehilangan kesempatan sebuah proses peralihan yang indah. Kita menunda datangnya masa depan.

Di media maya saat ini diselenggarakan sayembara “Sikat Semir Emas” sebagai simbol kritik kepada para pembantu Botaflika yang sangat pandai dalam menjilat Botaflika untuk mendapatkan jabatan dan fasilitas negara.

Pengamat politik Syafiq Mishbah, yang merupakan purnawirawan militer di pemerintahan Botafliqa, mengatakan bahwa Botafliqa mempermainkan perasaan rakyat Aljazair yang mungkin merasa “kasihan” dengan orang sakit. Menurutnya, Botafliqa benar-benar menghancurkan nama Aljazair di dunia internasional. (msa/dakwatuna/today’sopinion)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Sofwan
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir

Lihat Juga

Masih 411: Presiden Merakyat(?)