Home / Berita / Internasional / Eropa / Gul Menolak Gantikan Posisi Erdogan, Bagaimana dengan Skenario Rusia?

Gul Menolak Gantikan Posisi Erdogan, Bagaimana dengan Skenario Rusia?

Presiden Abdullah Gul dan perdana menteri Recep Tayyip Erdogan (alalam)
Presiden Abdullah Gul dan perdana menteri Recep Tayyip Erdogan (alalam)

dakwatuna.com – Ankara. Presiden Turki, Abdullah Gul, mengungkapkan bahwa Turki tidak cocok untuk menerapkan skenario bertukar jabatan ala Rusia. Saat masa jabatan habis dan tidak bisa mencalonkan diri lagi, Putin bertukar jabatan dengan Medvedev.

Gul menyatakan dirinya tidak akan menduduki jabatan perdana menteri menggantikan Recep Tayyip Erdogan. Seperti diberitakan Al-Muslim, Jumat (18/4/2014) kemarin. Namun demikian, Gul juga mengatakan tidak akan mencegah Erdogan bila ingin mencalonkan dirinya dalam pemilu presiden bulan Agustus mendatang.

Sementara itu, Erdogan juga belum menyampaikan keputusan akhirnya terkait pencalonan dalam pilpres mendatang. Saat ini, jabatan presiden di Turki hanyalah jabatan kehormatan yang tidak memiliki kewenangan seluas perdana menteri, walaupun di antara kewenangannya adalah memilih perdana menteri. Erdogan pernah menyatakan baru-baru ini bahwa presiden Turki mendatang bisa memiliki wewenang yang luas karena Turki sedang menghadapi tantangan yang besar.

Hingga saat ini banyak pejabat elit Turki menyatakan dukungannya jika Erdogan mencalonkan diri dalam pemilu presiden. Perlu diketahui, pemilu presiden mendatang adalah pertama kalinya rakyat Turki memilih presiden mereka secara langsung.

Rumor pencalona Erdogan dalam pemilihan presiden beredar setelah kemenangan untuk ketiga kalinya. Kemenangan ini adalah jaminan AK-Parti akan bisa berkuasa hingga tahun 2023. Pada tahun itulah, umur Republik Turki telah genap 100 tahun. Tahun ke-100 telah dipatok oleh Erdogan untuk merampungkan berbagai proyek raksasa yang memastikan lompatan besar bagi Turki sehingga tidak lagi menjadi 10 besar negara yang terkuat ekonomi, tapi masuk dalam 6 besar. (mas/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 8,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Sofwan
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir

Lihat Juga

Rusia dan Israel Sepakat Terkait Nuklir Iran