Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Ayah, Ibu, Izinkan Aku Berada di PKS

Ayah, Ibu, Izinkan Aku Berada di PKS

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (Foto: Julia Noviani)
Ilustrasi. (Foto: Julia Noviani)

dakwatuna.com Ayah, Ibu, mungkin sejak lima tahun terakhir, engkau terheran-heran dengan perubahan sikapku ini.

Ayah, Ibu, dalam diammu, aku mampu menyimpulkan. Bahwa kalian sangat senang dengan apa yang aku lakukan selama ini. Mencoba menutup aurat, mengaji dan melakukan kegiatan-kegiatan bermanfaat lainnya.

Tahukah kau, wahai Ayah dan Ibu? Aku mendapatkan itu semuanya dari PKS.

Ayah, Ibu, izinkan aku berada di PKS.

Partai ini telah memberikan begitu banyak teladan yang menyentuh hatiku. Aku, saksi hidup, telah menyaksikan sendiri bagaimana kehidupan kader-kader PKS yang begitu bersahaja. Mereka bekerja dengan cinta, kecintaan terhadap dakwah. Mereka bekerja tanpa pamrih, tak pernah mengharap balasan atau apapun sejenisnya. Bagi mereka, ridha Allah-lah yang paling penting. Bahwa memperjuangkan kebenaran adalah suatu keharusan.

Ayah, Ibu, izinkan aku berada di PKS.

Di partai ini, aku juga belajar tentang kesabaran dan kekuatan. Begitu banyak prahara yang sedang melanda partai ini. Tapi aku tak pernah melihat sedikitpun guratan kekecewaan dan putus asa dari wajah-wajah kader-kadernya. Aku malah melihat senyum sumringah yang selalu mereka siramkan padaku, pada warga sekitar dan pada rakyat Indonesia. Lagi-lagi, aku dibuat tersentuh oleh jama’ah ini.

Ayah, Ibu, izinkan aku berada di PKS.

Partai ini juga telah mengajarkanku arti sebuah ukhuwah. Ukhuwah yang mereka bina selalu menjadi sebuah kekuatan yang tidak dapat tertandingi oleh apapun. Aku terpana ketika melihat Gelora Bung Karno 16 Maret lalu, penuh dengan lautan manusia yang sedang memperjuangkan dakwah di negeri ini. Bagiku, itu adalah makna dari sebuah ukhuwah, ikatak persaudaraan karena kesamaan aqidah.

“Dan Dia (Allah) yang mempersatukan hati mereka (orang yang beriman). Walaupun kamu menginfakkan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sungguh, Dia Maha perkasa, Mahabijaksana.” (Al-Anfal [8] :63)

Subhannallah … Aku merinding lagi dibuatnya.

Ayah, Ibu, sekali lagi, izinkan aku berada di PKS. Izinkan aku berada bersama orang-orang yang sedang memperjuangkan dakwah ini. Dan, bergabunglah dalam rengkuhan dakwah penuh cinta ini. Agar kita, bisa selalu bersama dalam kebaikan dalam naungan dakwah.

Semoga Allah semakin menyayangimu, Ayah dan Ibuku… []

About these ads

Redaktur: Rio Erismen

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (17 votes, average: 9,76 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Penulis pemula yang masih harus banyak belajar. Memiliki hobi bersepeda dan travelling.

Lihat Juga

Ilustrasi (inet)

Surat Cinta dari Mahasiswa untuk MUI