Home / Berita / Opini / Golput itu Sumbangan Berharga untuk Partai Bobrok

Golput itu Sumbangan Berharga untuk Partai Bobrok

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (Foto: change.org)
Ilustrasi. (Foto: change.org)

dakwatuna.comPerhelatan Pemilu 2014 semakin dekat, partai peserta pemilu memasuki masa kampanye, semua berjualan mengaku produknya paling pro rakyat. Walaupun ada partai yang harus menebalkan mukanya dan memaksa wajahnya tegak untuk mengatakan mereka pro rakyat dengan banyaknya kasus korupsi yang mendera partainya. Tak hanya partai peserta pemilu, kelompok yang mengatas namakan anti demokrasi juga menggencarkan kampanyenya, kampanye untuk meninggalkan demokrasi, inti sari dari kampanye kelompok anti demokrasi ini adalah mari golput, demokrasi tidak melahirkan pemimpin yang bisa diandalkan.

Negara ini menganut sistem demokrasi, siapapun bisa mengungkapkan pendapat dan idenya, termasuk seruan golput yang jelas-jelas bertentangan dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) tapi lembaga ini adem-adem saja, para partai nasionalis juga tidak pernah menanggapi aksi-aksi seruan golput itu walau terang-terangan di depan mata bahkan berteriak di dekat telinga. Why? Yah karena kelompok anti demokrasi ini sasaran dakwahnya lebih kepada pemilih partai Islam, pemilih partai nasionalis aman-aman saja.

Yang malah menanggapi dengan serius seruan golput ini adalah dari partai-partai Islam, bahkan kedua kubu ini sering terlibat debat baik di dunia nyata ataupun di dunia maya. Aktivis partai Islam menganggap pemilu ada ladang beramal untuk mengabdi pada masyarakat, sedang aktivis anti demokrasi berpendapat dengan mengikuti pemilu sama saja dengan mensukseskan produk demokrasi. Demokrasi itu haram bla bla bla.

Sudah menjadi rahasia umum setiap ada pilkada sampai pemilu, selalu saja ada saja calon yang membeli suara masyarakat dengan rupiah. Mereka membeli suara masyarakat agar memilihnya atau bahkan membeli suara masyarakat agar golput.

Kelompok anti demokrasi ini adalah orang-orang baik, shalih dan pasti menginginkan pemimpin yang terbaik untuk Indonesia, mereka orang cerdas tidak akan memilih pemimpin yang terdeteksi korup, Orang-orang baik ini juga pasti berteman dengan orang-orang baik, partai tertentu tidak perlu membeli suara mereka agar golput, karena mereka memilih untuk tidak memilih, golput juga pilihan.

Partai yang sering membeli suara rakyat agar golput tidak usah merogoh kocek untuk kelompok anti demokrasi dan pengikutnya. Lebih baik mereka cari target lain, yang bisa memilih mereka dengan bayaran atau menjual suara mereka untuk golput.

Sederhana saja, golput itu sumbangan yang sangat berharga untuk partai paling bobrok pada pemilu 9 April mendatang.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Mahasiswa Syariah Al-Azhar Makassar.

Lihat Juga

Ekonomi Islam Harga Mati