Home / Berita / Daerah / Kak Seto dan Pelawak Doyok Hibur Anak-anak Kelud

Kak Seto dan Pelawak Doyok Hibur Anak-anak Kelud

Kak Seto ditengah anak-anak kelud - Foto: nurman/ACT
Kak Seto ditengah anak-anak kelud – Foto: nurman/ACT

dakwatuna.com Kediri.  Sejak pagi, Selasa (25/2), sekitar 100 lebih anak-anak dari siswa-siswa SDN 01 dan 02 Satak, Kediri sudah mengantre menyambut Kak Seto, Doyok, Ali Nurdin dan tim Trauma Healing Aksi Cepat Tanggap (ACT). Mereka menyambut Kak Seto dan rombongan dengan senang, sambil tersenyum ceria antre menyalami Kak Seto dan rombongan.

Selain anak-anak juga sekitar 200 orang dewasa hadir dalam acara trauma healing tersebut. Kedatangan rombongan ACT dan Kak Seto bertujuan menghibur anak-anak korban bencana erupsi Gunung Kelud. Anak-anak SD tersebut belum dapat bersekolah karena atap sekolah mereka hancur terkena terjangan material vulkanik Gunung Kelud.

Kak Seto menghibur anak-anak dengan nyanyian, bercerita dengan boneka, bermain sulap sambil mengajak anak-anak bernyanyi, senam ringan dengan penuh riang gembira. Kak Seto juga berpesan kepada anak-anak agar selalu sabar menghadapi musibah dan selalu ceria supaya sehat dan supaya bisa terus beraktivitas.

“Jangan menyerah! Tetap menjalani hari-hari dengan ceria walau kadang musibah datang menguji kita,” pesan Kak Seto kepada anak-anak korban erupsi Gunung Kelud di SD 01 dan 02 Satak, Kec Puncu, Kediri.

Kak Seto juga menceritakan pengalaman hidupnya kepada anak-anak. Saat kecil, rumahnya pernah terkena banjir. Ia juga menceritakan perjuangan hidupnya yang pernah jadi tukang koran, tukang batu, dan pembantu rumah tangga untuk membiayai hidup sambil terus mengejar cita-citanya sekolah hingga ke perguruan tinggi.

Kepada kaum ibu-bapak orang tua, Kak Seto juga menyerukan,  “Stop kekerasan pada anak-anak,” katanya, di hadapan kaum ibu yang ramai datang ke tempat trauma healing.

Sementara pelawak Doyok dan Ali Nurdin berduet secara bergantian menghibur anak-anak dan pengunjung dengan obrolan-obrolan yang lucu dan menghibur. Doyok menambahkan, dia dan Ali sering menggalang dana untuk bencana, terus turun ke lapangan pernah bareng Srimulat.

Menurut Nurman Priatna, Creative & Marketing Communication Director ACT,  “Doyok itu serius kalau ngomongin kepedulian, itu urusan hati, panggilan batin,” katanya.

Bersamaan dengan kegiatan trauma healing, ACT bermitra dengan BNI juga menggelar pelayanan kesehatan (Pelkes) yang bertempat di ruang kelas SD 01 Satak. Sementara itu tim Polisi dari Polsek Puncu ikut membantu bergotong-royong kerja bakti membersihkan sekolah yang terkena abu vulkanik dan pasir dari Gunung Kelud.

Usai memberikan trauma healing dari SD 01 Satak, Kak Seto dan rombongan menyempatkan diri berkunjung ke PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dan secara singkat menghibur anak-anak PAUD dan warga yang ramai memenuhi lokasi.

Bersamaan juga dengan kunjungan Gubernur Jawa Timur dan Bupati Kediri, rombongan Kak  Seto menyempatkan untuk mengunjungi desa Laharpang yang terkena dampak erupsi Gunung Kelud di radius 5 kilometer.

“Yang paling penting semangat dan perhatiannya Kak Seto terhadap warga korban Kelud. Kelihatan interaksinya hangat dan empatik banget sama Kak Seto dengan menggunakan bahasa Jawa yang halus menyapa warga,” pungkas Nurman. (ACT/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Ilustrasi. (aljazeera)

Communities In Action: Puasa Tidak Membahayakan Anak-anak

Organization