Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Peringatan Bagi Predator Rokok: “Merokok Membunuhmu!”, Tapi Kau Pasrah?

Peringatan Bagi Predator Rokok: “Merokok Membunuhmu!”, Tapi Kau Pasrah?

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (Foto: wordpress.com)
Ilustrasi. (Foto: wordpress.com)

dakwatuna.comBelakangan ini, muncul semboyan baru untuk mengingatkan bahwa merokok merupakan aktivitas yang membahayakan. Sebelumnya, di setiap bungkus rokok, spanduk-spanduk promosi, dan di setiap iklan-iklan media pun memang selalu dimuat peringatan bahwa rokok dapat menyebabkan berbagai macam penyakit berbahaya, yaitu kanker, impotensi, gangguan kehamilan dan janin, serta ribuan penyakit lain. Namun, pesan-pesan itu tak membawa manfaat apa-apa.

Peringatan baru itu berbunyi, “Merokok membunuhmu!”

Ahh…., bukankah itu berarti ketika seseorang membeli sebungkus rokok dan mengkonsumsinya, ia sedang berusaha untuk membuat nyawanya melayang?

Begitulah bila nafsu yang menguasai pikiran. Tidak akan pernah ada kepedulian yang terbit di dalam hati. Orang yang dikendalikan oleh nafsu tidak akan berpikir panjang terhadap masa depannya, yang penting keinginan dan hasratnya tercapai. Tidak hanya itu, sering kali seorang bapak/ibu tega merokok ketika berkumpul bersama keluarganya. Maka, di manakah hatinya terletak? Kenapa ia tega meracuni anak dan istrinya?

Maka teramat cerdas ketika seorang wanita menolak lamaran dari seorang pemuda yang merokok. Katanya, “Tidak! Dusta bila engkau mengaku cinta padaku, tapi kau tak rela tinggalkan rokok. Itu artinya kau lebih cinta padanya. Aku pun tak mau anak-anakku kelak menghirup racun setiap hari, hanya sebab kau yang tak bisa berpikir sehat.”

Wah…?

Satu prinsip yang harus kita pegang sesuai dengan Al-Qur’an adalah, “Wa laa tulquu bi aydiikum ilat tahlukah! Dan janganlah engkau menjatuhkan dirimu ke dalam kerusakan!”

Merokok adalah sebab kehancuran dan timbulnya penyakit di dalam tubuh kita. Bukan hanya kerugian di dalam dunia, kelak ketika berjumpa dengan Allah, akan dimintai pula pertanggungjawaban. Sebab jasad kita adalah amanah dari Allah.

Sahabatku, saudaraku…, akan bertambah berat kejahatan yang engkau lakukan ketika merokok setelah dijelaskan bahwa rokok itu haram. Sudah banyak yang menerangkan tentang ini. Misalnya, alkohol (minuman keras) itu diharamkan sebab ia mampu menyebabkan ratusan penyakit. Daging babi diharamkan sebab darinya bisa timbul ribuan penyakit. Sedangkan rokok, ia bisa menyebabkan puluhan ribu penyakit dari zat-zat berbahaya yang terkandung di dalamnya. Maka, tak pantaskah ia diharamkan?

Belum lagi bila ditilik dari segi ekonomi, berapa kerugian yang terjadi selama sebulan saja?

Apa pun itu, pilihan hidup kita haruslah bersandar pada kesehatan berpikir. Seharusnya kita merasa miris. Produsen rokok sudah mencantumkan peringatan di setiap bungkusnya, “Merokok membunuhmu!”, namun penjualan mereka masih membubung meninggi. Masih terus bertambah jumlah populasi predator rokok setiap tahunnya.

Wallahu a’lam..

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (31 votes, average: 8,29 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Mhd Rois Almaududy
Mahasiswa S1 Ilmu Keperawatan USU. Ketua Al-Fatih Club. Murid. Penulis. Beberapa karyanya yang sudah diterbitkan; Istimewa di Usia Muda, Beginilah sang Pemenang Meraih Sukses, Cahaya Untuk Persahabatan, dan lain-lain
  • agus samad

    asslmllkum, ,nama saya agus samad,,
    saya seorang perokok aktif mulai dari smp kelas 3 tahun 2007 s/d 2014
    tapi selama saya membaca isi dari teguran semboyan baru di atas saya sangat sadar & merasa berfikir betapa penting nya kesehatan alhmdlillah sudah 2 minggu ini saya bisa melepas kebiasan saya sebagai perokok aktif
    insya allah akan seterus saya tidak akan mrokok lagi
    trimakasih atas peringatan semoga orang lain yg baca dapat sadar ketika membaca isi penting di atas, ,

    • Wila Salam

      Seandainya anda dapat sharing dengan ayah saya tentang kesadaran ini, saya akan sangay berterimakasih.

Lihat Juga

Jangan Bunuh Masa Depan dengan Aborsi