Home / Berita / Daerah / Puskomda FSLDK Malang Raya Kirim Relawan untuk Korban Erupsi Gunung Kelud

Puskomda FSLDK Malang Raya Kirim Relawan untuk Korban Erupsi Gunung Kelud

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Tim Relawan Puskomda FSLDK Malang Raya (Foto : Achmad Muhlis, Koordinator Komisi A Puskomda Malang Raya)
Tim Relawan Puskomda FSLDK Malang Raya
(Foto : Achmad Muhlis, Koordinator Komisi A Puskomda Malang Raya)

dakwatuna.comKediri. Puskomda (Pusat Komunikasi Daerah) Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Malang Raya mengirimkan tim relawan untuk membantu korban bencana alam erupsi Gunung Kelud. Tim relawan tersebut terdiri dari 4 orang pengurus inti untuk mengontrol relawan yang bergabung dengan FSLDK Malang Raya dan sekitar 10 orang dari LDK yang ditugaskan langsung ke posko pengungsian.

Tim relawan Puskomda Malang Raya memasuki salah satu daerah terparah akibat erupsi Gunung Kelud yang terjadi malam Jumat yang lalu, yaitu daerah Kepung. Melalui gerakan yang diberi nama “FSLDK Peduli”, Puskomda Malang Raya menghimpun donasi dari berbagai daerah terutama yang berasal dari Puskomda FSLDK setempat. Tim relawan bergabung dengan Posko Induk LMI (Lembaga Manajemen Infaq).

“Dalam realisasinya kami tidak  mendirikan posko khusus atas nama FSLDK melainkan memilih bergabung dengan Posko Induk LMI (Lembaga Manajemen Infaq) yang berada di radius 17 km dari pusat erupsi Gunung Kelud. Hal tersebut karena beberapa pertimbangan, salah satunya adalah akses yang cukup sulit untuk di tempuh semisal akses ke lapangan terutama daerah Ring 1 (Radius 0-7) tidak bisa sembarang orang yang dapat mengakses, sehingga, dana maupun logistik yang kami terima secara berkala didistribusikan ke Posko Induk LMI.” Ujar Achmad Muhlis tim relawan Puskomda Malang Raya.

Tim relawan difokuskan untuk beberapa hal diantaranya standby  di posko induk untuk menerima logistik, 2 orang sebagai supir transportasi logistik, dan ada pula yang siap siaga untuk melakukan segala hal yang dibutuhkan semisal membagikan makanan dan minuman  3 kali sehari ke posko-posko pengungsian yang telah ditentukan. Tim relawan juga berusaha membagikan logistik kepada para korban yang tidak tertampung di camp pengungsian.

Di posko induk, tim relawan Puskomda Malang Raya  bergabung dengan tim relawan dari berbagai elemen diantaranya Pesantren Al-Hikmah yang menjadi tempat posko induk, Laskar FPI, BNPB, GP Anshor, Relindo, dan relawan dari kampus setempat. Sampai saat ini status Gunung Kelud masih awas dan warga yang berada di radius sampai 10 km diwajibkan untuk tetap tinggal di camp pengungsian.

Koordinator Komisi A Puskomda Malang Raya yang juga tim relawan Puskomda FSLDK Malang Raya, Achmad Muhlis mengatakan bahwa Senin malam (17/2) pada pukul 20.00 WIB warga sempat panik karena di puncak kembali terjadi gemuruh dan kilat sehingga evakuasi kembali dilakukan. Namun, dari beberapa info beliau memastikan bahwa itu bukan aktivitas vulkanik. Gemuruh dan kilat tersebut akibat di puncak gunung terjadi hujan lebat. Beliau juga mengatakan bahwa beberapa rumah yang berada di sekitar DAS (Daerah aliran sungai) sudah disisir untuk mengungsi.

“Terkait bencana erupsi Gunung Kelud tentu kami FSLDK Indonesia merasakan duka yang mendalam dan empati untuk masyarakat sekitar  Gunung Kelud. Oleh sebab itu, kami mengaktifkan kembali program FSLDK Peduli (Program cepat tanggap bencana) dan menghimbau kepada seluruh LDK dan Puskomda FSLDK Indonesia untuk melakukan penggalangan dana dan bantuan lainnya sebagai wujud kepedulian kita. Penggalangan dana ini akan kami salurkan melalui Puskomda Malang Raya yang sedang terjun langsung sebagai relawan di sekitar Gunung Kelud,” pungkas Ketua Komisi A Puskomnas (Pusat Komunikasi Nasional) FSLDK Indonesia, Faisal Rahman. (Tatu Kulsum/ded/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Deddy S

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Lulusan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sejak kecil menggemari segala jenis masakan. Hingga kini senang membaca dan mengakrabi aksara.

Lihat Juga

Berdoa sebelum berjalan kaki selama 4 jam menuju lokasi bencana. (Mohamad Khaidir)

Menembus Belantara Lore Lindu

Organization