Home / Berita / Daerah / 21 Santri Ponpes Raudhatul Quran Berhasil Hafal Quran 30 Juz

21 Santri Ponpes Raudhatul Quran Berhasil Hafal Quran 30 Juz

WISUDA SANTRI: Pengasuh pondok pesantren Raudhatul Quran, Jalan Kauman Glondong no 352 Semarang Ir KH Khammad Maksum AlHafidz mewisuda santri yang khatam Alquran 30 juz di luar kepala.(suaramerdeka.com/Agus Fathuddin)
WISUDA SANTRI: Pengasuh pondok pesantren Raudhatul Quran, Jalan Kauman Glondong no 352 Semarang Ir KH Khammad Maksum AlHafidz mewisuda santri yang khatam Alquran 30 juz di luar kepala.(suaramerdeka.com/Agus Fathuddin)

dakwatuna.com – Semarang. Sebanyak 50 santri pondok pesantren Raudhatul Quran, Jalan Kauman Glondong no 352 Semarang mengikuti wisuda khataman Al-Quran. 21 santri di antaranya berhasil hafal Al-Quran 30 juz di luar kepala (bilghaib), sisanya 29 santri khatam dengan membaca (binnadzar).

Upacara wisuda digelar di jalan Raya Kauman Semarang, sehingga selama sehari kemarin jalan yang biasanya padat tersebut ditutup total untuk lalu lintas umum.

Pengasuh pesantren Raudhatul Quran Kauman Ir KH Khammad Maksum AlHafidz (Guz Khammad) menjelaskan, untuk hafal Al-Quran 30 juz di luar kepala, rata rata membutuhkan waktu 3-4 tahun. Yang menarik saat ujian hafalan, selain diuji oleh para pengasuh pondok, mereka juga diuji secara langsung oleh masyarakat di sekitar Kauman.

“Warga dipersilakan membuka Al-Quran secara acak dan membacanya, kemudian santri yang calon haifdz-hafidzah dipersilakan melanjutkan bacaan tanpa melihat mushaf Al-Quran,” tutur Gus Khammad.

Acara tersebut dibarengkan dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw dan haul KH Turmudzi Taslim AlHafidz pendiri pondok pesantren itu.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dalam sambutan dibacakan Kepala Biro Bintal Drs H Rudy Apriyantono MSi mengharapkan, para santri yang khatam Al-Quran baik bilghaib maupun binnadzar tidak berhenti mengaji setelah khatam. Tetapi melanjutkannya dengan memahami dan mendalami isi kandungan Kitab Suci Al-Quran. Pada gilirannya melaksanakan dan mengamalkan ajaran Al-Quran.

Hadir pada kesempatan itu Ketua Umum MUI Jateng Dr KH Ahmad Darodji MSi, Ketua BPMAJT Drs H Ali Mufiz MPA, Ketua Umum MAS H Hasan Thoha Putra dan ribuan umat Islam yang memadati jalan Kauman.

Menurut Gus Khammad, pesantrennya dirintis oleh KH Abdullah AlHafidz sekitar tahun 1934. Rumah Kiai Abdullah di Kampung Glondong 353 Semarang dijadikan tempat mengaji Al-Quran. Hingga kini telah meluluskan 892 santri Al-Quran binnadzar dan 281 santri khatam Al-Quran bilghaib.

Kiai kharismatik KH Achmad Asnawi dari Kudus yang menyampaikan taushiyah mengingatkan, agar para santri yang sudah hafal Al-Quran 30 juz di luar kepala menjaga hafalannya. “Sebab sesungguhnya merekalah penjaga-penjaga Al-Quran. Sebab tanpa hafidz-hafidzah Al-Quran akan dengan mudah dipalsukan dan diselewengkan oleh manusia-manusia yang berniat jahat,” tuturnya.

Meski umat Islam sekarang tidak bertemu langsung dengan Rasulullah saw dan umat Islam tanpa kepemimpinan langsung Nabi Muhammad selama 600 tahun lebih, tetapi Islam tetap kuat di muka bumi karena berpegang teguh kepada kemurnian Kitab Suci Al-Quran dan ajaran Rasulnya. (suara merdeka/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (11 votes, average: 9,27 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Ratusan pelajar setingkat SMA/MA memenuhi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang untuk mengikuti Olimpiade Sosiologi SMA/MA se-Indonesia ke-3, hari Sabtu (19/9/2015). (Fahmi Irfan Zaki)

Ajang Kompetisi Olimpiade Sosiologi SMA/MA se-Indonesia ke-3, Santri pun Mampu Unjuk Gigi