Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Dialah Lelaki yang Punya Banyak Cerita

Dialah Lelaki yang Punya Banyak Cerita

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com Lelaki ini punya banyak cerita, seorang anak yang tinggal bersama keluarga besarnya dalam satu atap. Dia tinggal bersama 3 saudara kandungnya serta kakak dari orang tuanya, kehidupannya memang tidak seperti khalayak banyak (mewah dan berkecukupan) dia sederhana (tapi sederhana itu beda persepsi artinya) keluarganya yang mendukung sekali pendidikan dan sampai akhirnya dia dapat menyelesaikan pendidikan D3 nya di salah satu akademik di Jakarta. Perjalanan hidupnya tidaklah terlalu mewah karena dia hanyalah seorang guru ngaji dan guru privat anak-anak, kehidupan sosialnya yang bagus sehingga mampu beradaptasi dengan usia di bawahnya serta usia di atasnya. Ya dia adalah seorang lelaki yang memiliki semangat untuk berkarir di salah satu bank swasta yang ada di Jakarta walau awalnya dia banyak melamar dan bekerja di sebuah perusahaan yang bonafit, tapi dengan kekuatan hatinya dia memilih bank syariah yang gajinya lebih kecil dibanding tempat kerja awalnya di bank swasta yang bonafit, dia khawatir atas gaji yang didapatnya tidak halal dan berkah. Walah kadang teman dan keluarga amat menyayangkannya.

Beriring jalannya waktu, akhirnya dia di tawari oleh temannya untuk menikah dengan gadis yang memang adalah teman waktu kuliahnya, jarang sekali bertemu karena beda kampus tapi satu yayasan dan tidak pernah kepikiran olehnya untuk meminang gadis tersebut. Saat menerima tawaran yang pertama untuk ta’aruf dia masih ragu dan bimbang, karena gadis yang akan dia ta’arufi berbeda status sosialnya. Dia khawatir jika ditolak karena status sosial, akhirnya tawaran pertama ini pun dia urungkan niatnya, walau niatnya ia adalah untuk menyempurnakan sunah Rasul. Akhirnya Allah berkehendak lain, dia pun ditawari lagi oleh temannya yang berbeda untuk melakukan ta’aruf dengan seorang gadis, dan ternyata gadis yang ditawarinya adalah gadis yang sama dengan yang pernah ditawari ta’aruf oleh temannya yang lain. Ternyata Allah masih memberikan kesempatan untuk berjodoh dengan gadis itu.

Di saat yang bersamaan juga, saudaranya ingin menta’arufkan dia dengan keponakannya. Yang kalau dibilang lebih cantik, kaya dan status sosialnya bagus. Tapi dengan istikharah yang kuat, dia akhirnya menentukan pilihan untuk ta’aruf dengan gadis dari temannya, ya perjalanan ta’aruf pun dimulai. Saat ta’aruf pertamanya dan pertama dengan gadis pilihannya dalam sebuah perjalanan istikharah, dia beranikan diri menemui gadis dengan ditemani oleh keluarga yang dikenal dekat dengan si gadis. Dia mengutarakan semua niat baiknya, dan alhamdulillah si gadispun ingin menyempurnakan keimanannya dengan mengikuti sunah Rasul. Setelah ta’aruf itu terjadi, dia memberanikan diri untuk bertemu dengan keluarga si gadis dan ingin mengutarakan niat baiknya yaitu melamar si gadis.

Bukan sesuatu hal yang mudah untuk menaklukkan hati kedua orang tua si gadis, penuh pengorbanan dan negosiasi yang sengit. Karena orang tua gadis yang dihadapi merupakan salah satu orang terpandang di kampungnya, dan status sosialnya yang tinggi sedangkan dia hanya berasal dari keluarga yang sangat sederhana. Bagaimana orangtua gadis itu tidak terkejut, karena selama ini gadisnya tidak pernah pacaran apalagi berduaan dengan bukan muhrimnya, dengan penjelasan yang baik dan santun yang dilakukan oleh si gadis akhirnya kedua orang tuanya pun menyetujui lamaran ini. Dan selama waktu lamaran dia sering silaturahim kepada keluarga si gadis untuk lebih mendekatkan dirinya kepada keluarga calon istrinya. Dan akhirnya waktu lamaran pun tiba dan menentukan hari pernikahan yang indah.

Ya, tepatnya 13 desember 2009 yang lalu dia menikah dengan gadis pilihannya dan karena Allah-lah mereka menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah. Sepanjang perjalanan hidupnya tidaklah mudah menyamakan kebiasaan atau menyatukan perbedaan tapi dia tetap menjalankannya dengan penuh cinta dan kasih sampai akhirnya dia diberi keturunan yang didambakannya seorang putra yang terlahir 3 Oktober 2010 yang menjadi penyemangat hidupnya.

Banyak cobaan dan ujian yang dilaluinya sampai akhirnya dia bisa membahagiakan gadis yang sekarang menjadi istrinya, dengan bahasanya yang halus dan hatinya yang tulus dia selalu membimbing istri dan anaknya. Hingga sampai suatu saat cobaan dan ujian itu datang kembali, di saat orang tuanya sakit dia harus berkorban untuk keluarga kecilnya dan orang tuanya. Berat memang beban yang dihadapinya, tapi dia tidak ingin menampakkan beban di hatinya kepada istri tercintanya serta keluarganya. Saat itu ibunya divonis oleh dokter mengidap kanker darah, terpukul hatinya dan sedih sekali. Seorang ibu yang melahirkan dan membesarkannya terkena penyakit yang mematikan, dia pun melakukan pengobatan untuk ibunya bersama saudara2 perempuannya. Penyakit itupun lambat laun mulai tidak menguasai tubuhnya, sudah sehat walau belum sembuh.

Di saat-saat dia berbahagia menjalani kehidupannya dengan keluarga kecilnya, tiba-tiba cobaan itu datang lagi. Ibunya yang sudah sehat karena kanker darahnya, kini divonis oleh dokter terkena kanker mata, terpukul dan menangis hatinya, kali ini dia tidak bisa membendung rasa sedih dalam hatinya dia pun menangis di hadapan istrinya. Dengan dukungan dan semangat akhirnya dia mengorbankan motor kesayangannya untuk dijual, dan hasilnya bisa untuk berobat ibunya yang sakit kanker mata. Sungguh dia adalah lelaki yang bertanggung jawab, lelaki yang bisa menginspirasi seorang istri untuk belajar menjadi lebih baik lagi, lelaki yang tidak pernah memikirkan kekayaan tapi memikirkan kebahagiaan keluarganya. Ya dia adalah seorang lelaki yang shalih yang ingin membahagiakan dan membalas budi orang tuanya, dia patut dicontoh oleh anak-anaknya. Dan dialah suamiku tercinta yang banyak mengalami cobaan dalam hidupnya tapi dia tetap tenang dan sabar menyikapinya. Ya dialah lelaki yang punya banyak cerita.

Untuk suamiku tercinta Irfan Afriadi.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (6 votes, average: 7,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Telah menikah dan baru memiliki 1 orang putra, bekerja pada salah satu perguruan tinggi swasta, sambil bekerja dan menjadi seorang ibu rumah tangga yang memiliki tanggung jawab yang subhanaallah berat.

Lihat Juga

Pernah Bernadzar Akan Berhenti Bekerja Setelah Melahirkan, Ternyata Gaji Suami Tidak Cukup, Bagaimana?