Home / Narasi Islam / Sosial / Menolong Saudara yang Zhalim

Menolong Saudara yang Zhalim

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (Foto: onislam.net)
Ilustrasi. (Foto: onislam.net)

dakwatuna.comIslam adalah agama yang memerangi kezhaliman. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits qudsi, Allah SWT mengharamkan kezhaliman terjadi pada diri-Nya, dan juga pada sesama manusia

Yang dimaksud dengan zhalim adalah berbuat sesuatu di luar aturan yang telah ditetapkan. Dalam Al-Quran, Allah SWT menyebut para pelaku kezhaliman dengan “orang-orang yang melampaui batas”. Hal itu sebagaimana yang tercantum di dalam surat al Baqarah ayat 229, “barang siapa yang melampaui batas, mereka adalah orang-orang yang zhalim”

Zhalim kepada Allah SWT contohnya berbuat riya`, yaitu beramal karena mengharapkan pujian manusia, bukan karena mencari ridha Allah SWT. Seseorang yang melakukan riya` dianggap zhalim karena ia telah membelokkan tujuan amal, yang seharusnya untuk Allah SWT, beralih kepada manusia. Perbuatan itu telah melanggar jalur yang ditetapkan Allah SWT. Oleh karena itu para ulama` menganggap riya` sebagai syirik kecil. Dan Allah SWT menyebutkan bahwa syirik adalah kezhaliman yang besar (Luqman: 13)

Sedangkan zhalim kepada sesama manusia cukup luas aspeknya, mencakup semua perbuatan yang merugikan orang lain tanpa alasan yang benar, baik secara fisik, psikis maupun materi. Merugikan orang secara fisik misalnya memukul dan membunuh. Merugikan orang secara psikis seperti menghina dan mencaci maki. Sedangkan merugikan orang lain secara materi seperti mencuri dan korupsi

Baik kezhaliman kepada Allah SWT maupun kezhaliman kepada sesama manusia sama-sama berakibat fatal. Kezhaliman kepada Allah SWT menyebabkan hilangnya keberkahan amal, dan bahkan berujung pada kesesatan. Sedangkan kezhaliman kepada sesama manusia akan menciderai persaudaraan. Akibatnya masyarakat menjadi rapuh dan bercerai berai. Dalam tubuh masyarakat akan tumbuh rasa saling mencurigai dan saling membenci

Itulah sebabnya, dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda: “tolonglah saudaramu yang berbuat zhalim ataupun yang terzhalimi”. Seseorang lalu bertanya, “wahai rasul, aku bisa menolong saudaraku yang terzhalimi, tapi bagaimana cara aku menolong saudaraku yang zhalim?”. Rasulullah lalu menjawab, “hendaklah engkau mencegahnya berbuat zhalim, dengan cara itulah kamu menolongnya” (HR Al Bukhari)

Oleh karena itu, wajib hukumnya menolong saudara yang terzhalimi atau melakukan kezhaliman. Menolong orang yang terzhalimi bisa dilakukan dengan cara membantunya memperoleh hak-haknya yang dirampas orang lain. Sedang menolong orang yang berbuat kezhaliman bisa dilakukan dengan cara menasihatinya, mengingatkan bahwa perbuatannya adalah perbuatan yang salah, dan mencegahnya untuk melakukan kezhaliman yang selanjutnya

Upaya ini harus dilakukan sebab menghilangkan kezhaliman adalah cara untuk mengembalikan roda kehidupan pada jalurnya yang benar. Sehingga dengan demikian, ketika kita menolong saudara kita yang berbuat kezhaliman, pada hakikatnya kita menyelamatkannya dari perbuatan buruk yang mendatangkan kemurkaan Allah SWT.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 7,20 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Muhammad As'ad Mahmud, Lc
Lahir dan tumbuh di lingkungan pesantren, di Tengaran, yang kebetulan diasuh oleh Bapaknya sendiri. Mengenyam pendidikan TK dan SD di Tengaran,sambil nyantri di Pesantren Sabilul Khoirot, Tengaran. Sampai lulus dari Mts Negeri Salatiga tahun 1996. Setelah menyelesaikan studinya di MAPK Solotahun 1999, sempat merasakan bangku kuliah IAIN Sunan Kalijaga. Hanya satu tahun, sebelum kemudian lolos seleksi untuk melanjutkan studi ke Universitas Al Azhar Kairo, di Fakultas Syariah. Kemudian kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan S1 pada tahun 2005. Sekarang menjadi pengurus yayasan pendidikan islam sabilul khoirot, Tengaran sekaligus sebagai pengajar di MA NUrul Islam YPI Sabilul khoirot di bidang Fiqih.

Lihat Juga

Persaudaraan dan Saling Mencintai antar Aktivis Dakwah Kampus Lintas Gerakan, Ibrah dari Ta’akhi Muhajirin dan Anshar