Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Balasan Surat untuk Sang Pemuda, Calon Menantu(?)

Balasan Surat untuk Sang Pemuda, Calon Menantu(?)

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com Terima kasih kepada ananda Ahmad yang telah melayangkan surat ini (Surat untuk Calon Mertuauntuk Bapak dan Ibu, Bapak dan Ibu sangat mengapresiasinya, meski awalnya kami belum paham, tapi kemudian kami sadar karena pernah merasakan masa muda juga.

Ananda Ahmad yang Bapak dan Ibu banggakan, sungguh ananda adalah salah satu sosok pemuda yang berani karena telah mengirimkan surat itu kepada Bapak dan Ibu. Jujur, Bapak dan Ibu terharu membacanya. Ternyata masih ada pemuda yang berani berbicara secara langsung kepada Bapak dan Ibu untuk mempersunting “Putri”, meski baru sekadar kinayah saja.

Sebagai orangtua, insya Allah Bapak dan Ibu akan selalu menjaga dan mengawasi “Putri” sebelum “Putri” nanti dipinang oleh pemuda yang akan membimbingnya ke jalan yang diridhai Allah menuju surga abadi. Terima kasih sudah diingatkan, Bapak dan Ibu sadar ternyata pengawasan dari kami belum sesempurna yang kami bayangkan.

Bapak dan Ibu juga mohon maaf karena sampai saat ini belum juga berkunjung balik ke kediaman orangtua ananda, karena faktor kesibukan kami. Terima kasih kepada ananda yang sudah silaturahim ke rumah kami. Insya Allah pada saatnya nanti kami akan menyambung silaturahim ke sana.

Ananda Ahmad yang Bapak dan Ibu kagumi, terima kasih atas prasangka baiknya terhadap kami. Adapun mengenai “Putri”, ya, ananda benar perjalanan studi “Putri” masih berjalan, sebenarnya ananda pun belum tahu bagaimana karakter “Putri” yang asli, karena belum pernah berinteraksi secara langsung. Kami takut “Putri” tidak sesuai dengan keinginan ananda.

Kalau Bapak dan Ibu boleh menyarankan, sebaiknya ananda fokus terlebih dahulu dalam menyelesaikan studi paskanya sampai selesai. Bapak dan Ibu sangat mendukung dan selalu siap jika ananda ingin bertanya segala hal.

Untuk saat ini, memang hanya ananda yang baru menyatakan ingin mempersunting “Putri”, lagi-lagi walau hanya sekadar kinayah. Sekarang ananda harus fokus dan tenang, karena hanya ananda yang komunikasinya terbilang cukup intens kepada Bapak dan Ibu.

Mengenai jodoh, ananda pasti tahu kalau jodoh itu misteri, ananda harus menjadi pemuda yang kuat dan tangguh, apapun takdir yang terbaik nantinya. Jodoh atau belum berjodoh kita harus menerimanya dengan lapang dada, tali silaturahim tidak akan pernah putus.

Bapak dan Ibu sangat senang jika ananda ditakdirkan menjadi menantu kami. Mengenai mahar, Bapak dan Ibu tidak terlalu memberatkan, yang pasti bagi kami sang menantu harus memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi, tentunya juga harus sayang kepada “Putri” dan keluarga. Insya Allah itu sudah lebih dari cukup, karena itulah tradisi dalam keluarga besar kami.

Adapun mengenai tasmi’ (mendengarkan hafalan) Al-Qur’an secara sempurna, insya Allah Bapak dan Ibu percaya kepada ananda Ahmad, karena sebelumnya ananda sudah tasmi’ di hadapan kedua orangtua ananda secara langsung. Itu kami serahkan kepada ananda, mungkin lebih baik ananda pilih salah satu saja surat dalam Al-Qur’an, surat Al-Qur’an apa yang pantas untuk meminang “Putri” nantinya. Satu lagi, Bapak dan Ibu ingin ananda tidak hanya melantunkan surat Al-Qur’an itu di depan kami, akan tetapi di hadapan hadirin semua sebelum akad nikah dimulai.

Terakhir, Bapak dan Ibu selalu mendoakan semoga ananda Ahmad tetap istiqamah dan diberikan semangat dalam menggapai cita dan cintanya, doakan keluarga Bapak dan Ibu juga agar menjadi keluarga ahlul Qur’an dan diberkahi Allah Swt. Terima kasih. Salam.

Jika ingin membaca “Surat Untuk Calon Mertua” sebelumnya, silakan baca di sini.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (7 votes, average: 9,43 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Irhamni Rofiun
Moderat, pecinta Al-Quran, suka menulis dan berbagi informasi, juga blogger mania.
  • menur

    penasaran dengan akhir dari kisahnya bagaimana ya?

Lihat Juga

Ilustrasi. (telltalecreations.com)

Surat “Cinta” untuk Saudaraku, Buni Yani: Innallaha Ma’ana

Organization