Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Pesan untuk Para Ikhwah

Pesan untuk Para Ikhwah

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com Ungkapan yang disampaikan salah seorang ustadz saat musyawarah pemenangan partai dakwah masih terus terngiang di telingaku, seakan memberikan cambukan semangat yang menghujam di sanubari. Ustadz itu menyampaikan, Akhi, partai kita ini adalah partai dakwah dan dakwah ini milik Allah, jadi Allah yang akan menentukan kita menang bersama dakwah ini atau kita mendapatkan yang sebaliknya. Kemenangan ataupun kekalahan dalam dakwah tetap akan bermuara kepada kebaikan, sama seperti halnya berperang dijalan Allah, jikalau Allah memberikan kemenangan maka itu adalah bonus dari perjuangan dan jikalau kekalahan yang menghampiri maka pahala dalam berjuang di jalan Allah tetap ada dan itu yang menjadi harapan kita.

Akhi…! yang saya takutkan dan saya khawatirkan dalam menghadapi pemilu 2014 ini adalah, seandainya kita dikaruniakan Allah kemenangan dan dakwah ini memimpin Indonesia sedangkan kita belum berbuat optimal untuk memenangkan dakwah, saya khawatir ini yang akan menjadi penyesalan bagi kita yang belum optimal dalam berjuang memenangkan dakwah. Kondisi itu akan mengantarkan kita kepada dua dilema seandainya dakwah ini Allah menangkan, pertama, kita tidak ikut merasakan ruh semangat kemenangan karena tidak ikut andil dalam mencapai kemenangan. Kedua, kondisi ini akan memberikan penyesalan yang sangat mendalam karena ke depannya kita tidak tahu apakah Allah memberikan hal yang sama kepada dakwah ini. Sama halnya seperti yang terjadi dalam perang Badar, bahwa yang ingin ikut berperang hanyalah sedikit dan jumlah mereka sekitar 314 orang laki-laki sedangkan musuh yang akan dihadapi  hampir mencapai 1000 orang, secara logika akan sangat sulit untuk mencapai kemenangan. Akan tetapi Allah mempunyai cara lain untuk memberikan kemenangan dengan menurunkan para malaikat-Nya.

Akhi…! Kemenangan yang Allah karuniakan di perang Badar menyimpan penyesalan yang mendalam bagi orang-orang yang tidak ikut berperang, dan kondisi inilah yang membuat semangat mereka berkobar ketika ingin menghadapi perang Uhud, itu semua terlihat ketika Nabi Muhammad meminta pendapat para sahabat, apakah kita keluar dari Madinah dan menyerang kaum musyrikin atau kita tetap di Madinah menunggu mereka, setelah mereka masuk Madinah maka kita akan memerangi mereka. Jawaban mayoritas para sahabat yang tidak ikut di perang Badar adalah, keluar dari Madinah dan memerangi orang-orang musyrikin. Tetapi orang-orang yang tidak ikhlas berjuang tetap Allah perlihatkan dan ini yang kita temui di perang Uhud bahwa orang-orang munafik tetap tidak ikut berperang, mereka membelot dan kembali pulang ke Madinah. Ending dari perang Uhud adalah, Allah menundakan kemenangan untuk orang-orang muslim.

Kondisi pra perang Badar yang dihadapi Rasulullah dan kondisi jamaah dakwah ini sebelum pemilu sedikit banyaknya ada kesamaan, di antara kesamaan tersebut adalah, begitu banyaknya fitnah yang dihadapi jamaah dakwah ini sebelum perhelatan akbar pemilu 2014 dan fitnah itu menggelinding bagaikan bola panas yang bisa saja menghancurkan jamaah dakwah ini, sampai-sampai opini publik diarahkan kepada satu isu bahwa jamaah dakwah ini melakukan kejahatan korporasi.

Kita tahu, bahwa ending dari semua isu itu adalah, pembubaran jamaah dakwah yang secara otomatis jamaah dakwah tidak akan ikut perhelatan akbar pemilu 2014 yang akan menentukan nasib bangsa ini lima tahun ke depan. Akan tetapi dakwah ini adalah dakwah Allah maka Allahlah yang akan menjaganya dan memeliharanya.

Fitnah yang dilontarkan kepada jamaah dakwah ini berlalu, maka kewajiban kita sebagai a’dhonya adalah, bagaimana berusaha dan bekerja keras untuk memenangkannya di pemilu 2014. Dakwah ini adalah milik Allah, maka ada satu konsep yang akan kita pegang teguh yaitu, jikalau kita menjaga dan menolong dakwah Allah maka Allah akan memberikan kemenangan kepada penolong dakwah ini.

Inilah yang Allah sampaikan dalam surat Muhammad ayat 7 sebagaimana yang tertuang dalam terjemahannya: “Wahai orang-orang yang beriman!  jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”

Untuk memenangkan dakwah ini, mestinya kita menanamkan dalam jiwa apa yang telah disampaikan syekh syahid Hasan al-Banna tentang pengorbanan: mengorbankan jiwa, harta, waktu dan kehidupan, dan segala sesuatu yang kita miliki di jalan Allah untuk mencapai tujuan, dan tidak ada di dunia ini perjuangan kecuali pengorbanan bersamanya. Dan tidaklah pengorbanan itu hilang begitu saja, akan tetapi pengorbanan itu menyimpan imbalan yang sangat indah.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (9 votes, average: 8,33 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Alumni Ma'had Ali An-Nuaimy Jakarta angkatan ke3. Guru bahasa Arab di Pondok Pesanteren Khalid bin Walid Rokan Hulu Riau.

Lihat Juga

Dr. Salman Audah, dai ternama asal Arab Saudi. (islamtoday.net)

Pesan Syaikh Salman Audah Kepada Para Pejuang di Suriah