Home / Berita / Internasional / Asia / Setelah IM, Hamas Jadi Sasaran Militer Kudeta Mesir

Setelah IM, Hamas Jadi Sasaran Militer Kudeta Mesir

Ratusan ribu warga Palestina di Gaza ambil bagian dalam perayaan milad Hamas ke-25 di Gaza City, 8 Desember 2012. (REUTERS/Suhaib Salem)
Ratusan ribu warga Palestina di Gaza ambil bagian dalam perayaan milad Hamas ke-25 di Gaza City, 8 Desember 2012. (REUTERS/Suhaib Salem)

dakwatuna.com – Kairo.  Usai menghancurkan Ikhwanul Muslimin, penguasa militer kudeta Mesir sedang membidik kelompok militan Palestina, Hamas yang memerintah Jalur Gaza, ujar pejabat senior keamanan Mesir kepada Reuters.

Dengan menggulingkan Hamas, Mesir dapat leluasa untuk bekerja sama dengan saingan politik Hamas, Fatah dan mendukung kegiatan anti-Hamas yang memang populer di Gaza, kata beberapa pejabat keamanan dan pejabat diplomatik Mesir .

Oleh karena itu, usai merebut kekuasaan di Mesir musim panas lalu, militer Mesir telah memeras perekonomian Gaza dengan menghancurkan setidaknya 1.200 terowongan. Padahal, terowongan tersebut digunakan untuk menyelundupkan makanan, mobil dan senjata ke Gaza, yang berada di bawah blokade Israel.

Disebutkan Reuters, Kairo cenderung sangat ambisius dalam upayanya untuk memberantas apa yang dikatakannya sebagai organisasi militan yang mengancam keamanan nasional .

Operasi intelijen dengan bantuan dari saingan politik Hamas dan aktivis, berencana untuk merusak kredibilitas Hamas yang menguasai Gaza pada 2007.

Menurut pejabat Mesir, Hamas akan menghadapi resistensi yang akan dipicu oleh para aktivis dengan protes serupa seperti di Mesir. Sehingga,  dua presiden pun jatuh sejak Musim Semi Arab tahun 2011. Kairo berencana untuk mendukung protes tersebut dalam upaya untuk melumpuhkan Hamas.

“Gaza adalah berikutnya,” kata seorang pejabat keamanan senior, yang meminta namanya dirahasiakan karena sensitivitas isu tersebut .

“Kita tidak bisa dibebaskan dari terorisme Ikhwanul Muslimin di Mesir tanpa mengakhirinya di Gaza , yang terletak di perbatasan kami.”

Ditanya mengapa intelijen Mesir tidak akan setelah Hamas sekarang , pejabat keamanan senior lainnya mengatakan, “hari mereka akan datang.”

Mesir menuduh Hamas mendukung kelompok-kelompok militan Alqaidah yang telah meningkatkan serangan terhadap pasukan keamanan di Semenanjung Sinai Mesir selama beberapa bulan terakhir. Serangan telah menyebar ke Kairo dan kota-kota lain .

Ikhwanul Muslim dan Hamas menyangkal tuduhan terorisme. Ikhwan mengatakan, berkomitmen untuk berunjuk rasa secara damai. Kelompok ini digulingkan dari kekuasaan di Mesir setelah militer mendalangi aksi unjuk rasa pada musim panas lalu. (rol/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Tunaikan Ibadah Haji, Ismail Haniyah Tinggalkan Gaza