Home / Berita / Internasional / Asia / ACT: Kondisi Suriah Genting, Komunikasi Lumpuh Total

ACT: Kondisi Suriah Genting, Komunikasi Lumpuh Total

SOS Syria dan ACT
SOS Syria dan ACT

dakwatuna.comAksi Cepat Tanggap kembali mengirimkan tim kemanusiaan ke Suriah, Jumat (10/1/2014).  Tim Kemanusiaan SOS Syiria V ini dilatarbelakangi dengan landasan krisis kemanusiaan yang terjadi di Syria. Tim akan menyalurkan kebutuhan pokok berupa makanan dan pakaian musim dingin untuk anak-anak yatim di Aleppo, Suriah.

Yusnirsyah, relawan yang akan berangkat ke Suriah mengatakan, kondisi genting di Suriah tak menyurutkan tekad ACT untuk mengerem kehancuran civil society di sana. Selain kebutuhan pangan, pakaian musim dingin sangat diperlukan. Pasalnya, kata Yusnirsyah, Suriah saat ini masuk musim dingin. Selain tajuk besar Food for Syria, kata dia, pihaknya beserta relawan di Suriah membantu palang merah Syiria.

“Kondisi Suriah sekarang semakin genting. Komunikasi pun lumpuh total. Namun begitu, kami akan terus mendistribusikan Food for Syria,” kata dia.

Tim SOS Syria V akan berangkat Jumat (10/1/2014) pukul 00.25. Diperkirakan, tim ACT akan sampai sekitar sepuluh jam kemudian. Di Suriah, tim akan bertemu dengan relawan yang berada di Aleppo dan sesegera mungkin menyalurkan bantuan. Yusnirsyah tidak dapat memperkirakan akan berapa lama berada di Suriah.

“Kita lewat jalan yang paling mudah. Kesulitan pasti ada, namun Insya Allah dengan bantuan doa dari kawan-kawan kita bisa menyalurkan bantuan sesegera mungkin,” ungkapnya.

Sebelumnya, pengiriman tim kemanusiaan SOS Syiria-ACT bukan kali ini saja. Tim pertama dan kedua menyampaikan bantuan logistik non-medis ke perbatasan Suriah, khususnya di Jordania dan Turki.  Di Jordania, ACT masuk ke kamp terbesar di Zaatari. Di Turki, ACT menjalin sinergi dengan sejumlah lembaga kemanusiaan yang berpusat di Istanbul. Baru pada Tim Ketiga, ACT mengirim tiga tenaga medis yaitu dua dokter satu perawat.  Pada Tim Keempat, ACT mengutamakan bantuan pangan yang mendesak untuk anak-anak.

Melalui pengiriman tim ini,  ACT berharap: Pertama, rakyat Indonesia tidak mati nurani, sadar untuk berpartisipasi kongkret membantu sesame masyarakat sipil di belahan dunia lainnya demi peradaban yang berperikemanusiaan. Kedua, Pemerintah Indonesia segera menunaikan mandat kemanusiaan mendorong perdamaian di Suriah. Ketiga, Rakyat Indonesia maupun institusi kemanusiaan di Indonesia bersatu bersama elemen dunia mendorong perdamaian di Suriah.

Presiden ACT Ahyudin mengungkapkan, perang saudara di Suriah ini menelantarkan banyak jiwa. Menurut dia, hal ini tentu harus menjadi kepedulian masyarakat sipil di mana saja. Atas nama kemanusiaan, ACT hadir di tengah pengungsi Suriah. ACT risau karena wacana insan sedunia dihadapkan kemungkinan perang besar antara pihak “ penghukum dan terhukum”. (act/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 6,67 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Integrated Community Shelter/ICS  yang dibangun Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Desa Blang Adoe, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara.  (ACTNews)

Bupati Aceh Utara Instruksikan Pemindahan Pengungsi Rohigya ke Shelter