Home / Berita / Daerah / Muslim, Pilar Penting Perekonomian Bali

Muslim, Pilar Penting Perekonomian Bali

Muslim di Bali (inet)
Muslim di Bali (inet)

dakwatuna.com – Jakarta. Umat Islam dinilai memiliki peran strategis dalam membangun perekonomian di Bali sehingga menjadi daerah yang maju seperti sekarang ini.

Romi Basarah, pengusaha/tokoh muda muslim Banyuwangi-Bali mengatakan kalangan muslim merupakan komponen yang penting di Pulau Dewata.

Dengan jumlah yang sudah mencapai 600.000 jiwa, umat Islam di Bali menjadi penggerak perekonomian daerah wisata andalan dunia ini.

“Sudah seharusnya umat Islam di Bali memegang peranan penting dalam pembangunan di Pulau Dewata, meski sebagai kelompok minoritas. Mereka juga harus memberikan kontribusi besar untuk kemajuan Bali, sehingga kesan sinis dari masyarakat asli Bali terhadap orang Islam setelah bom Bali bisa betul-betul hilang,” katanya, Sabtu (4/1/2014).

Menurut Romi, mayoritas umat Islam di Bali menjadi pedagang, petani, dan pengusaha, sehingga sangat strategis untuk berada di garda terdepan dalam pembangunan perekonomian.

Dia meminta itu jangan disalahartikan sebagai upaya untuk menguasai, karena pandangan seperti itu justru akan menenggelamkan eksistensi dan bisa melukai umat Islam Bali.

“Justru yang harus dibangun adalah bersinergi dan berkolaborasi dengan pelaku ekonomi masyarakat Hindu di Bali, sehingga menjadi kekuatan utuh untuk mengangkat potensi ekonomi Bali di kancah nasional maupun internasional”.

Sebagai contoh, hampir setiap Kabupaten di Bali memiliki potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mayoritas pelakunya adalah muslim.

Dalam hal ini, perlu ada persatuan di seluruh kalangan pelaku UMKM, baik Muslim, Hindu, Kristen, Budha maupun agama lain, untuk memperjuangkan lahirnya kebijakan pemerintah dan perbankan yang mendukung sektor UMKM.

Walau bagaimanapun, sektor UMKM merupakan kekuatan ekonomi bangsa yang patut mendapat dukungan, baik dari pemerintah maupun dunia perbankan. Dengan demikian, kualitas produksinya bisa memiliki daya saing di tingkat internasional.

Contoh lainnya adalah potensi kreatif dalam memproduksi rambut palsu (wig) yang berada di Desa Abuan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli. Saat ini, produksi wig Bangli sudah mampu memenuhi kebutuhan artis Hollywood. Terbukti, wig Bangli mampu menembus pasar Amerika Serikat, Jerman, Italia dan Jepang.

Romi juga berharap agar dunia perbankan mau memberikan dukungan permodalan kepada sektor UMKM di Bali yang penuh dengan industri kreatif, karena diakui atau tidak, sektor UMKM merupakan barometer perekonomian rakyat.

“Bahkan, UMKM terbukti kebal terhadap gejolak krisis ekonomi. Di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar sebagai dampak dari krisis ekonomi global, ternyata tidak menggoyahkan sektor UMKM di Bali”. (bisnis/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 4,33 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Menakar Peran Auditor Syariah di Indonesia