Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Surat untuk Calon Imamku

Surat untuk Calon Imamku

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com Untukmu wahai calon imamku…

Maaf jika aku tak pernah mengejarmu. Sengaja kusimpan rapi rindu ini dalam kalbu. Hanya kutorehkan dalam bait-bait tinta yang belum bisa kuhaturkan padamu. Hingga saatnya nanti, ketika sebuah ikatan suci mengikat jiwa dan raga kita.

Untukmu wahai calon imamku…

Maaf jika aku membiarkanmu pergi berlalu. Aku tak ingin mengajakmu pergi sementara punggungmu masih lemah dalam menopang. Kubiarkan engkau terus mengokohkan aqidah, menegakkan sunnah, dan melatih diri untuk istiqamah dalam berakhlaqul karimah. Aku yakin Dia kini tengah melatihmu menjadi mujahid yang tangguh, hingga saatnya nanti kita dapat pergi bersama dan melipatgandakan kekuatan dakwah tanpa banyak berseteru.

Untukmu wahai calon imamku…

Maaf jika aku menundukkan pandanganku. Aku tak tahu keadaan imanku saat ini, besok ataupun nanti. Aku tak ingin hati ini goyah karena sejatinya Allah lah tumpuan utama di hatiku. Ujian demi ujian Insya Allah membuatku menjadi lebih tangguh sehingga saat kelak kita bertemu, kau bangga telah memiliki aku di hatimu, karena Allah.

Untukmu wahai calon imamku…

Maaf jika aku masih saja diam dan tak bergeming. Banyak hal yang belum aku mengerti, mengingat dirimu seluas benua dengan kelamnya hutan misteri yang tak mudah untuk dijelajahi. Beri aku sedikit waktu untuk mempelajarinya hingga senantiasa kutabur kasih di hatimu.

Untukmu wahai calon imamku…

Maaf jika aku tetap saja acuh padamu. Inilah upayaku menjadi sebaik-baik perhiasan dunia. Saat ini, aku masih menjadi asuhan ayah dan bundaku. Tak lain doaku agar menjadi anak yang shalihah dan dapat menjadi tabungan keduanya di akhirat.

Untukmu wahai calon imamku…

Maaf jika aku membuatmu menanti. Hanya doa yang dapat kutitipkan pada angin. Agar Allah senantiasa menjagamu, memudahkan urusanmu, serta menjadikanmu bermanfaat bagi seluruh kaum muslimin, tak hanya bagiku.

Maka biarlah Allah yang mengatur pertemuan kita dan bagaimana kita dipersatukan.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (32 votes, average: 8,22 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Juli Trisna Aisyah S
Mahasiswi Institut Teknologi Telkom, Bandung. Berada di lingkungan pendidikan yang cukup kondusif dan penuh seni. Seseorang yang sedang aktif di KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) dan sedang berjuang untuk menjadi pribadi yang lebih baik serta menebarkan manfaat sebesar-besarnya bagi orang lain.

Lihat Juga

Menteri Dalam Negeri Perancis, Bernard Cazeneuve. (islammemo.cc)

Perancis Menutup 20 Masjid dan Mendeportasi 80 Imam

Organization