Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Surat untuk Calon Mertua

Surat untuk Calon Mertua

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com Bapak dan Ibu yang saya hormati, perkenankan ananda menulis surat ini untuk Bapak dan Ibu.

Ananda sadar jika surat ini terlalu lancang harus sampai ke tangan Bapak dan Ibu. Semoga bisa dibaca dengan hati dan sikap bijaksana.

Ananda sadar jika usia semakin bertambah. Semoga semakin meningkat pula iman dan taqwa serta hasil karya ananda selanjutnya, sebab rasanya lebih baik mewariskan ilmu yang manfaat lagi “abadi” untuk anak keturunan daripada mewariskan harta melimpah tapi “sesaat”.

Bapak dan Ibu yang dirahmati Allah. Ananda sangat berterima kasih karena telah menerima ananda sebagai tamu di kediaman Bapak dan Ibu yang sejuk dirasa, ananda merasa mulia dengan penerimaan yang sangat luar biasa itu. Rasanya ananda belum bisa menyaingi penyajian dan penerimaan yang ada jika Bapak dan Ibu berkunjung balik ke gubuk sederhana orangtua ananda, tapi ananda akan berusaha sebaik mungkin, ala kadarnya.

Bapak dan Ibu yang dicintai Allah dan Rasul-Nya. Ananda pun sangat berterima kasih atas segala pengajaran dan ilmu-ilmu kehidupan yang selama ini Bapak dan Ibu sampaikan dengan tulus ikhlas kepada ananda. Ananda tahu pasti Bapak dan Ibu tidak mau hal ini disebutkan, tapi terasa ada yang kurang jika ananda tidak berkata demikian.

Atas sikap dan pemikiran Bapak dan Ibu yang hebat seperti itulah akhirnya ananda ingin meminang adinda, “putri” kesayangan Bapak dan Ibu di rumah.

Rasanya ananda merasa sempurna setelah puas mendapatkan kucuran ilmu yang Bapak dan Ibu berikan, kemudian memperoleh “putri” dari keturunan Bapak dan Ibu yang baik hati dan dermawan.

Jika pinangan secara tersirat ini Bapak dan Ibu tidak terima, insya Allah ananda tidak berkecil hati dan menerima dengan lapang dada serta masih menganggap Bapak dan Ibu sebagai guru sekaligus orangtua ananda, jika diizinkan.

Jika diterima, ananda sangat berterima kasih dan melakukan sujud syukur, sebab penantian panjang memegang prinsip “menjaga diri” akhirnya berhasil juga ditempuh.

Bapak dan Ibu yang ananda kagumi. Ananda sadar jika “putri” masih remaja belia, masih ingin menuntut ilmu dan masih butuh kasih sayang kedua orangtua. Ananda pun ingin menuntaskan tingkatan pendidikan ananda hingga puncak tertinggi dengan terus berusaha untuk fokus.

Jika waktunya tiba dan “putri” sudah siap pendidikannya, ananda mohon izin untuk membawa “putri” -jika sudah resmi menjadi “bidadari dunia akhirat” ananda- ke tempat ananda menempuh pendidikan, agar “putri” tahu bagaimana rasanya perjuangan “pangeran”nya dalam menuntut ilmu dan jauh dari jangkauan orangtua.

Ananda ingin mengkhitbah “putri” dengan mahar seadanya, hasil buah keringat halal ananda selama ini. Ananda pun ingin Bapak dan Ibu mendengarkan hafalan Al-Qur’an ananda sampai habis, itu pun jika Bapak dan Ibu bersedia. Sebab ananda ingin setelah kedua orangtua ananda mendengarkan hafalan Al-Qur’an ananda di depan keduanya dengan sempurna, rasanya Bapak dan Ibu sebagai calon mertua juga harus menyimaknya, sebagai tanda ananda benar-benar serius meminang “putri” kesayangan dan membimbingnya nanti ke jalan yang benar yang diridhai-Nya.

Andai saja “Jubah Kemuliaan” hadiah khusus kedua orangtua sang anak yang telah hafal Al-Qur’an di akhirat nanti bisa juga dibagikan kepada mertuanya, akan ananda berikan dengan tulus ikhlas kepada Bapak dan Ibu dengan izin-Nya.

Satu permintaan ananda jika diizinkan, pada resepsi pernikahan nanti ananda sangat tidak menginginkan dengan perayaan yang mewah dan gemerlap, ananda tahu Bapak dan Ibu sangat mampu untuk melakukannya, ananda mohon, lebih baik acara walimahan nanti dengan cara sederhana saja, sebab ananda ingin di hari bahagia itu ada acara haflah Al-Qur’an, kawan-kawan terbaik ananda menyumbang suara emas dan suara surganya untuk kita, agar lebih berkah walimahan yang ada karena hadirnya para ahlul Qur’an. Semoga Bapak dan Ibu yang ananda sayangi sejalan dengan pemikiran ananda, ananda ucapkan terima kasih.

Terakhir dalam surat ini, ananda mohon maaf jika surat ini mengganggu, dan ananda minta sesibuk apapun Bapak dan Ibu dengan pekerjaannya sekarang, ananda mohon jaga dan awasi selalu “putri” dengan pengawasan terbaik, biarkan “putri” memaksimalkan sikap periangnya. Ananda pun insya Allah akan berusaha semaksimal mungkin menjaga diri dari “fitnah” wanita.

Ananda mohon bimbingan Bapak dan Ibu selalu, semoga saja berjodoh! Aamiin.


Kepada yang baca saya mohon maaf jika terbawa suasana, sebab ini sprindik surat sahabat terbaik saya untuk dibaca calon mertuanya, ternyata sangat menginspirasi, jadi saya izin menyebarkannya.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (17 votes, average: 9,59 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Irhamni Rofiun
Moderat, pecinta Al-Quran, suka menulis dan berbagi informasi, juga blogger mania.
  • fnuur

    Terharu bacanya subhanallah

  • menur

    akhir kisahnya bagaiamana?

Lihat Juga

Surat kabar Mesir memberitakan kesuksesan kudeta di Turki. (aljazeera.net)

Beritakan Erdogan Digulingkan Militer, Surat Kabar Mesir Jadi Bahan Lelucon di Medsos