Home / Berita / Rilis Pers / Memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia

Memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Aksi HAKI Tugu Pepera
Aksi HAKI Tugu Pepera

dakwatuna.com – Jayapura. “Hari Anti Korupsi 9 Desember adalah pengingat bagi kita bahwa Indonesia masih terjerembab pada lumpur korupsi. Penangkapan Ketua SKK Migas, ketua MK, Kasus Hambalang juga pemeriksaan Boediono atas kasus Century adalah puncak gunung es penyakit korupsi bangsa ini. Kini penyakit ini belum menunjukkan pertanda bahwa korupsi akan hilang dari negeri ini. Kita justru semakin khawatir karena persekongkolan mengeruk harta dan kekayaan negara justru semakin canggih, sistem dan terorganisir rapi oleh para pengampu kebijakan dan penengak keadilan. Dengan kondisi, maka tidak ada jalan lain, kecuali pemuda dan seluruh rakyat harus segera tampil menyelesaikan masalah korupsi dan masalah lain yang tidak kalah kompleks,” tutur Burhan, Koordinator Lapangan Aksi.

Bertepatan dengan 9 Desember 2013 Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Papua menggelar aksi damai dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Internasional di Tugu PEPERA Jayapura-Papua. Aksi yang dihadiri oleh puluhan kader KAMMI Papua ini dirangkaikan beberapa kegiatan diantaranya pelepasan balon bebas korupsi sebagai harapan kasus-kasus korupsi yang ada di negeri ini, khususnya di Papua, terbang tinggi meninggalkan segala penyakit-penyakit yang telah merusak. Kegiatan lainnya yaitu orasi & puisi anti korupsi serta mengumpulkan 1.000 tanda tangan di atas kain putih sepanjang 10 meter sebagai komitmen Papua zona bebas korupsi.

KAMMI Daerah Papua memandang bahwa akar dari perilaku Korupsi yang semakin canggih adalah memudarnya jiwa nasionalisme dan patriotisme dalam diri manusia Indonesia. Orientasi kepentingan pribadi dan golongan lebih dominan dan menegasikan nasionalisme dan patriotisme sebagai pondasi hidup seluruh manusia Indonesia. Problem krisis nasionalisme dan patriotisme ini harus segera dijawab. Dan KAMMI Daerah Papua akan mengambil peran untuk melakukan Gerakan Membangun Nasionalisme & Patriotisme dengan Gerakan Untuk Indonesia. Gerakan untuk Indonesia tidak hanya begerak di wilayah membangun nasionalisme dan patriotisme generasi muda dan seluruh masyarakat, namun juga menginisiasi dan mendorong lahirnya karya terbaik dari seluruh anak bangsa yang mampu menjadi solusi atas segala masalah yang kita hadapi ujar Ketua Umum KAMMI Daerah Papua A. Mangewai latif, S.HI dalam orasinya.

Selanjutnya Andi Latif mengatakan melalui Momentum Hari Anti Korupsi ini, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia, menyatakan sikap:

1. Mendesak penegak hukum (KPK, POLRI, dll) untuk konsisten dalam menengakkan hukum sebagai bukti anda masih memiliki jiwa nasionalisme dan patriotism.

2. Menegaskan bahwa para koruptor adalah pengkhianat bangsa. Koruptor adalah pencuri yang telah kehilangan jiwa nasionalisme dan patriotisme. Merekalah yang merusak bangsa ini dan musuh dari seluruh rakyat Indonesia.

3. KAMMI mendeklarasikan Gerakan untuk Indonesia sebagai gerakan nasional untuk menumbuhkan kembali jiwa nasionalisme dan patriotisme di generasi muda dan seluruh masyarakat Indonesia. Gerakan untuk Indonesia juga akan menginisiasi dan mendorong lahirnya karya terbaik dari seluruh manusia Indonesia sebagai solusi dan jawaban atas segala masalah bangsa yang kini kian menyusahkan rakyat dan bangsa Indonesia.

4.  Mendesak kepada penegak hukum di Provinsi Papua (Kejaksaan, Polda) untuk segera mengusut kasus kasus besar di Papua, seperti dana bantuan sosial.

Jayapura, 09 Desember 2013

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Daerah Papua

(ded/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Deddy S

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Lulusan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sejak kecil menggemari segala jenis masakan. Hingga kini senang membaca dan mengakrabi aksara.

Lihat Juga

Sikap Dunia Internasional Terhadap Upaya Kudeta di Turki