Home / Berita / Internasional / Afrika / Ikhwanul Muslimin Bahagia, Seorang Pemimpin Kudeta Telah Ditangkap dan Segera Diadili

Ikhwanul Muslimin Bahagia, Seorang Pemimpin Kudeta Telah Ditangkap dan Segera Diadili

Pernyataan Ikhwanul Muslimin (inet)
Pernyataan Ikhwanul Muslimin (inet)

dakwatuna.com – Kairo. Saat ini jamaah Ikhwanul Muslimin di Mesir sedang merasa terhibur. Kebahagiaan mereka itu tumbuh saat tersiar kabar bahwa seorang pemimpin kudeta di Mali, Amadou Sanogo, telah ditangkap, Rabu (27/11/2013) yang lalu. Sebentar lagi Amadou juga harus menghadapi tuduhan beberapa kasus pembunuhan saat melakukan aksi kudetanya tahun lalu.

Dalam siaran persnya, Ikhwanul Muslimin juga meyakini bahwa kejahatan yang dilakukan kaum pengkudeta dan diktator pasti akan dibalas dengan hukuman yang berat. Ikhwanul Muslimin mendasarkan keyakinan tersebut dengan kasus Pinochet, seorang diktator Chile. Setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden, Pinochet harus mengadapi tuduhan penculikan, pembunuhan, pemusnahan jenazah korban dan sebagainya.

Pinochet sempat berusaha mangkir dari pengadilan dengan dalih kesehatan akalnya, namun hakim memutuskan kondisi akalnya layak untuk hadir di pengadilan. Ternyata di pengadilan, Pinochet juga harus menghadapi tuduhan kasus-kasus korupsi.

Terakhir, Ikhwanul Muslimin menyebutkan bahwa hukuman untuk para diktator di dunia sudah cukup berat, dan hukuman dari Allah swt. di akhirat jauh lebih berat. Jika beberapa penguasa diktator saat ini masih bebas merdeka melakukan kejahatannya, maka Allah swt. hanya mengulur waktu, dan sama sekali tidak membiarkan mereka. (msa/dakwatuna/ikhwanonline)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (18 votes, average: 9,72 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Sofwan
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir

Lihat Juga

Anggota parlemen Turki. (aa.tr)

Parlemen Turki Tetapkan Libur Resmi di Hari Kudeta Gagal Sebagai Simbol Persatuan Nasional