Home / Berita / Internasional / Asia / Aktivis Palestina Dihadang Kapal Perang Zionis Israel

Aktivis Palestina Dihadang Kapal Perang Zionis Israel

Kapal Aktivis Palestina-1dakwatuna.com – Gaza, Palestina.  Berbagai cara yang dilakukan oleh rakyat jalur Gaza Palestina untuk mematahkan atau mengangkat blokade Israel terhadap tanah kelahiran mereka. Puluhan hingga ratusan aksi damai yang dilakukan pendukung rakyat Palestina di belahan dunia yaitu bagi mereka yang peduli terhadap penderitaan rakyat Palestina khususnya di jalur Gaza, Palestina.

Aksi warga Gaza bersama puluhan aktivis asal Prancis dan Inggris kali ini, bukan mencoba menerobos kawat pembatas antara Gaza dan Israel, tetapi aksi mereka melalui pantai dengan menggunakan lebih dari 10 kapal viber dan speedboat.

Aksi ini rencananya akan masuk ke perairan pantai hingga 7 kilo meter dari pelabuhan Gaza. Tetapi, setelah melewati 5 kilometer dari pelabuhan Gaza, puluhan kapal perang Israel dan beberapa pesawat Apache milik mereka sudah berbaris siap menghadang kapal rombongan para aktivis. Para aktivis terpaksa harus banting haluan kapal dan kembali ke pelabuhan Gaza.

Menurut Koordinator Aksi tersebut, Fatimah, menegaskan bahwa misi mereka adalah salah satu upaya untuk memberikan pesan kepada penjajah Israel agar mereka mengakhiri blokade mereka terhadap wilayah jalur Gaza, serta mengingatkan kembali kepada publik internasional bahwa benar sekali apa yang saat ini rakyat di jalur Gaza sedang menderita.

“Rakyat Palestina saat ini sedang menderita, mulai dari krisis listrik, krisis BBM, krisis bahan bangunan serta mahalnya bahan makanan. Jika mereka tidak berbuat seperti ini mana mungkin dunia internasional akan peduli dengan penderitaan rakyat Palestina. Dengan demikian, walau aksi mereka penuh resiko akan mereka lalui, “ tegas Fatimah.

Aksi tersebut juga sebagai bentuk keprihatinan mereka atas kondisi para nelayan Gaza yang kerap dianiaya oleh tentara Israel di perairan jalur Gaza. Mereka ditembaki, kapal mereka dibakar dan mereka disuruh berenang hingga ke tepi pantai Gaza yang berjarak sekitar 3 kilometer. Bahkan, ada sebagian dari mereka yang pulang tinggal nama alias tewas tenggelam di lautan.

“Tak sedikit dari nelayan Gaza yang harus menerima nasib mendekam di penjara Israel dengan vonis 5 tahun hingga 20 tahun lamanya,“ ungkap Abdillah Onim, Relawan Indonesia di Gaza, Palestina.

Saat ini, kondisi jalur Gaza semakin parah, pasokan listrik yang kian tak jelas akibat blokade Israel semakin mempersempit pergerakan rakyat Gaza, bahan bangunan tak tersedia, bahan bakar minyak tak tersedia, gaz langka. “Bahkan harga bahan makanan semakin merangkak naik,” tambah Onim.

Kini, di Palestina sudah memasuki musim dingin. Ribuan keluarga fakir miskin, anak yatim yang jumlahnya lebih dari 23 ribu orang yang tersebar di seluruh wilayah jalur Gaza, lebih dari 10 ribu janda. Mereka kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari, baik untuk mendapatkan bahan makanan, selimut, dan jaket untuk melindungi mereka dari musim dingin.

“Saya sebagai relawan Indonesia dan wartawan yang saat ini menetap di jalur Gaza menyaksikan, bagaimana penderitaan mereka, kesulitan yang mereka hadapi. Saya menghimbau kepada rakyat Indonesia khususnya kaum muslimin untuk peduli terhadap nasib mereka. Mari kita bangkitkan solidaritas kita kepada rakyat Palestina,“ imbau Abdillah Onim. (Dyt/Onim/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (6 votes, average: 8,67 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Sebelum Lengser, Obama Diminta Mantan Presiden AS Ini Akui Negara Palestina