Home / Pemuda / Pengetahuan / Al-Jazari, Perintis Teknologi Robotika

Al-Jazari, Perintis Teknologi Robotika

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Al-Jazari, atau Ibnu Ismail Al-Jazari, atau Badi Al-Zaman Abullezz Ibn Alrazz Al-Jazari. (muslimheritage.com)
Al-Jazari, atau Ibnu Ismail Al-Jazari, atau Badi Al-Zaman Abullezz Ibn Alrazz Al-Jazari. (muslimheritage.com)

dakwatuna.comPernah menonton film RoboCop, Wall-E, Transformers, dan film-film robot yang lain? Beberapa film tersebut mengangkat robot sebagai pemeran utamanya, dan itu hanya sebagian kecil dari banyaknya film robot yang telah dibuat untuk menunjukkan bahwa di masa depan manusia akan hidup berdampingan dengan produk teknologi yang berkembang pesat. Robot merupakan alat mekanik yang dapat melakukan tugas fisik, baik menggunakan pengawasan dan kontrol manusia, atau menggunakan program yang telah didefinisikan terlebih dahulu, dan tidak dipungkiri lagi, teknologi robot sudah banyak digunakan oleh banyak manusia untuk kemudahan dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Hal ini diperkuat dengan semakin banyaknya penemuan-penemuan berbasis robotika yang diciptakan oleh inovator-inovator muda dewasa ini.

Sejarah mengenalkan Leonardo da Vinci sebagai perintis teknologi robot atas penemuannya pada tahun 1478, namun itu pun masih hanya dalam bentuk desain di atas kertas. Namun, sebenarnya di awal abad ke-13 M, seorang insinyur yang sangat Al-Jazari, sudah berhasil merancang dan menciptakan aneka bentuk robot pada awal abad ke-13 M. Atas dasar itulah, masyarakat sains modern menjulukinya sebagai ”Bapak Robot”. Dari sini kita tahu bahwa Peradaban Islam sudah lebih maju tiga abad dalam teknologi robotika dibandingkan peradaban Barat saat itu. Ibnu Ismail Al-Jazari, lahir di Al-Jazira, tepatnya di antara wilayah Sungai Tigris dan Efrat. Nama lengkapnya Badi Al-Zaman Abullezz Ibn Alrazz Al-Jazari. Dia tinggal di Diyar Bakir, Turki, pada abad ke-12. Seperti ayahnya ia bekerja pada raja-raja dinasti Urtuq atau Artuqid di Diyar Bakir dari tahun 1174 sampai tahun 1200 sebagai ahli teknik. Di masanya, Al Jazari telah mampu menciptakan robot manusia (humanoid) yang bisa diprogram. Al Jazari mengembangkan prinsip hidrolik untuk menggerakkan mesin yang kemudian hari dikenal sebagai mesin robot. Adapun mesin robot yang diciptakan Al-Jazari kala itu berbentuk sebuah perahu terapung di sebuah danau yang ditumpangi empat robot pemain musik; dua penabuh drum, satu pemetik harpa, dan peniup seruling. Robot ini diciptakan untuk menghibur para tamu kerajaan dalam suatu acara jamuan minum. Sebagai robot pemain musik, tentu saja mereka pun ahli menghasilkan suara musik yang indah. Misalnya saja, robot penabuh drum dapat memainkan beragam irama yang berbeda-beda. Jadi, robot itu pun bermain musik seperti manusia sungguhan!

Robot pemain musik karya Al-Jazari (id.wikipedia.org)
Robot pemain musik karya Al-Jazari (id.wikipedia.org)

Penemuan penting lainnya di era kejayaan Islam yang tak kalah menarik adalah pencuci tangan otomatis dengan mekanisme pengurasan. Mekanisme yang dikembangkan Al-Jazari itu, kini digunakan dalam sistem kerja toilet modern. Robot pencuci tangan otomatis itu berbentuk seorang wanita yang berdiri dengan sebuah baskom berisi air. Ketika seorang pengguna menahan tuas, air akan mengering dan robot wanita itu akan kembali mengisi baskom dengan air. Sistem pencuci tangan yang dikembangkan Al Jazari itu juga digunakan saat ini dalam sistem kerja toilet modern.

Pencuci tangan otomatis (id.wikipedia.org)
Pencuci tangan otomatis (id.wikipedia.org)

Teknologi robotika yang dikembangkan Al-Jazari mencapai 50 jenis dan semuanya ditulis dan digambarkan dalam kitabnya yang sangat legendaris, Al-Jami Bain al-Ilm Wal ‘Aml al-Nafi Fi Sinat ‘at al-Hiyal (The Book of Knowledge of Ingenious Mechanical Devices). Karyanya ini berisi tentang teori dan praktik mekanik. Dalam kitab itu juga, Al-Jazari membeberkan secara detail beragam hal terkait mekanika. Tulisan Al-Jazari juga dianggap unik karena memberikan gambaran yang begitu detail dan jelas. Karyanya juga dianggap sebagai sebuah manuskrip terkenal di dunia, yang dianggap sebagai teks penting untuk mempelajari sejarah teknologi. Isi kitabnya pun diilustrasikan dengan miniatur yang menakjubkan. Karena kontribusinya di bidang teknologi, pada abad ke-13 Al-Jazari mendapatkan gelar Ra’is Al-A’mal, sebuah gelar yang saat itu disematkan untuk para Insinyur dan Ahli Teknik di peradaban Islam. Tak heran, jika nama lengkap sang insinyur fenomenal itu adalah Al-Shaykh Rais al-Amal Badi al-Zaman Abu al-Izz ibn Ismail ibn al-Razzaz al-Jazari. Sedangkan titel Badi al-Zaman dan Al-Shaykh yang disandangnya menunjukkan bahwa dia adalah seorang ilmuwan yang unik, tak tertandingi kehebatannya, menguasai ilmu yang tinggi, serta bermartabat.

Dengan karyanya ini pulalah, ilmuwan dan ahli teknik Muslim ini telah membawa masyarakat Islam pada abad ke-12 pada kejayaan. Al-Jazari memberikan kontribusi yang penting bagi dunia ilmu pengetahuan dan masyarakat. Terutama bagi sarjana teknik dari belahan negara Barat. Seorang ahli teknik Inggris, Donald Hill dengan bukunya yang berjudul Studies in Medieval Islamic Technology, begitu kagum dengan pencapaian Al Jazari. Ia berpendapat, ”Tak mungkin mengabaikan hasil karya Al-Jazari yang begitu penting. Dalam bukunya, ia begitu detail memaparkan instruksi untuk mendesain, merakit, dan membuat sebuah mesin.” Salah satu karya Al-Jazari yang membuat Donald Hill kagum adalah jam gajah dengan cara kerjanya dengan tenaga air dan berat benda untuk menggerakkan secara otomatis sistem mekanis, yang dalam interval tertentu akan memberikan suara simbal dan burung berkicau. Replika jam gajah dapat dilihat saat ini di London Science Museum. Ketertarikan Donald Hill terhadap karya Al-Jazari membuatnya terdorong untuk menerjemahkan karya Al-Jazari pada 1974, atau enam abad setelah pengarangnya menyelesaikan karyanya.

Jam gajah karya Al-Jazari (picasaweb.google.com/revswain)
Jam gajah karya Al-Jazari (picasaweb.google.com/revswain)

Khatimah

Kontribusi ilmuwan Muslim di bidang teknik di saat itu telah membuat peradaban Islam semakin maju dan mandiri di seluruh aspek kehidupan. Penemuan-penemuan mengagumkan saat itu seharusnya membuat kita semakin termotivasi untuk selalu berkarya, mengingat pada waktu dewasa ini, banyak sekali innovator muda yang mencoba membuat alat berbasis Teknologi Tepat Guna (TTG) untuk menciptakan kemudahan dalam segala aspek. Mulai dari transportasi, kehidupan rumah tangga bahkan sampai ke aspek ibadah. Jelas prestasi ini patut kita banggakan dan dijadikan cermin untuk meraih kemajuan di bidang IPTEK. Tentunya kemajuan yang dicapai di saat peradaban Islam itu berdiri kembali. (HYP)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (14 votes, average: 9,64 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Heraldo Yanindra P
Lahir di Jakarta pada bulan Januari 1995. Saat ini sedang menjalani studi S-1 nya di Universitas Padjadjaran jurusan Fisika. Saat ini aktif di kegiatan kemahasiswaan Lembaga Dakwah Fakultas Rohis Nurul 'Ilmi FMIPA UNPAD, dan di Himpunan Mahasiswa Fisika Universitas Padjadjaran sebagai Staff Hubungan Masyarakat. Sejak awal penulis memang menunjukkan ketertarikannya pada dunia sains, saat ini penulis sedang mencoba mengkaji dan meneliti berbagai bentuk khazanah ilmu pengetahuan dan teknologi di masa peradaban Islam.
  • nice post gan :)

  • nice post gan :)

  • RMBU SMANSA

    nice info .. izin share gan

Lihat Juga

Para pendukung Perdana Menteri Turki dan pemimpin Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) - the rulling party -, Recep Tayyip Erdogan, menghadiri 'rapat umum' di Istanbul pada tanggal 5 September 2010. Turki mengadakan referendum pada tanggal 12 September sebagai satu langkah perubahan konstitusi membatasi kekuasaan militer dan peradilan. (Getty Images)

Belajar Menang dari AKP Turki, Mustahil?