Home / Berita / Nasional / Said Aqil: Radikalisme Agama Disukai Musuh Islam

Said Aqil: Radikalisme Agama Disukai Musuh Islam

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj. (prioritasnews.com)
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj. (prioritasnews.com)

dakwatuna.com – Jakarta.  Kelompok yang tidak suka  terhadap Islam mengharapkan Islam mempunyai wajah yang radikal dan ekstrem, karena dengan begitu mereka mempunyai alasan untuk membenci Islam.

Demikian disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Said Aqil Siradj di Pesantren Ats-Tsaqafah, Ciganjur, Jakarta pada Sabtu (26/10).

“Dikira yang radikal itu membela Islam? Tidak! Malah Islam jadi jelek, disorot oleh dunia internasional, sangat besar akibat negatifnya. Nanti dianggap agama Islam ini agama perusak, bukan pembangun. Ini yang diharapkan oleh musuh Islam, agar islam itu keras terus penampilannya. Kita jangan terpancing,” papar kiai yang akrab disapa Kang Said.

Karena, lanjut Kang Said, perilaku ekstrem itu akan dicatat dalam sejarah dunia yang akan dibaca oleh generasi selanjutnya, “Tercatat semua, ada Alqaida, ada teroris, tercatat dalam sejarah, nanti dibaca oleh generasi yang akan datang. Nah, NU tetap ingin mempertahankan tasamuh, santun, toleran, tercatat dalam sejarah nanti,” tegasnya.

Kiai asal Cirebon itu pun memberikan contoh NU yang sejak awal memiliki toleransi terhadap perbedaan. Hal itu kemudian dicatat dalam sejarah dunia sehingga sampai saat ini NU tetap dikenal toleran.

“Hari kemarin itu PBNU kedatangan tamu dari Serbia, Islam, Katolik, Yahudi, Ortodox, artinya apa? Dari sana mereka udah  mendengar di Indonesia itu NU yang menghormati perbedaan,” jelasnya.

Karena itu, Kang Said mengharapkan agar umat Islam mampu menunjukkan wajah Islam yang santun dan toleran, dengan begitu tidak ada lagi alasan mereka untuk membenci Islam. (nu/sb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • ROBIN

    Memang benar…tapi tak sesederhana itu. Musuh2 Islam memang selalu memancing kemarahan ummat Islam, tentu kita harus pandai dan bijak menyikapi. Jgn sampai kita terpancing dan membuat kerusuhan yg merugikan sendiri. Tapi kadang radikal juga datang dari ketidaktegasan (terlalu toleran alias lembeknya) sikap pemimpin2 Islam terhadap musuh2 Islam, sperti merajalelanya Kristenisasi, pemimpin Islam tidak berbuat apa2 terhadap standar ganda musuh2 Islam terhadap negara2 Islam, spt Palestina. Sbg contoh di Indonesia, NU dan Muhammadiyah sendiri lebih condong mengkritik FPI yg main hakim sendiri ketika kemaksiatan semakin jadi di masyarakat. Apa kontribusi ormas sebesar NU dan Muhammadiyah menanggulangi kemaksiatan di negeri ini? Nyaris tak terdengar…yg kedengeran hanya sikap mengkritisi ormas lain (radikal) tanpa solusi pada permasalahan yg sebenarnya….

    • BramSonata

      Mari kita buka disksusi terbuka :sehat dan ilmiah tentang bagaimana menegakan supremasi Islam.

  • Budi Botak

    RESISTANCE IS NOT TERRORISM. tidak ada perlawanan tanpa ada penindasan

  • BramSonata

    Pertanyaan saya : SIAPA panglima(pemimpin) tertinggi umat Islam saat sekarang ini? Sepeninggal Rasulallah SAW yg merupakan pemimpin/Panglima tertinggi umat Islam,berlanjut ke sahabat Abu Bakar, Umar dan Usman ( periode I ), dan periode II Sahabat Ali, maka pada saat itu pula umat Islam diseluruh dunia bagaikan anak ayam yg ditinggal mati induknya!!. yg sampai saat ini dapat disaksikan dengan MATA TELANJANG: tercerai berai. Ketiadaan Pemimpin/panglima tertinggi inilah yg membuat umat Islam menunjuk/memilih dan taat SESUAI DENGAN SELERANYA masing-masing, yaitu kepada syeikh(nya), ustadz(nya), kiyai(nya), mursid(nya), guru(nya), dan juga hanya kepada AL Qur’an dan sunnah(tidak kepada manusia dengan predikatnya).
    Dari uraian singkat ini, kalau ada umat Islam yg radikal, santun,toleran, masa bodoh dan lain sebagainya, semua ini tergantung SIAPA PEMIMPINNYA/PANGLIMANYA,

    Pada saat (era) sekarang, paling tidak sampai hari ini, umat Islam masih senantiasa berjoang sampai kapanpun, menjaga tegaknya supremasi Islam, h a n y a dalam perjoangan ini, umat Islam tidak dalam satu komando, sebagaimana masa awal Islam, tetapi dibawah komando para Syekh,Ustadz,Kiyai, Mursid dan sebutan lainnya yg semakna.

    Sehingga dengan mudah ditebak, Umat Islam mengalami kekalahan disegala bidang, antara lain IPTEK, ekonomi/keuangan,sosial budaya dan lain sebagainya,

    Mengapa jadi seperti ini? umat Islam sudah terkotak-kotak, ada Umat Islam Radikal, ada umat Islam yg santun/toleran, ada umat Islam yg masa bodoh, semuanya–untuk sementara- bertekuk lutut dibawa selangkangan musuh Islam, termasuk Said Aqil.
    Sebagai umat Islam, saya mengatakan, semua Umat Islam saudaraku, walau mendapat predikat radikal, santun.toleran, masa bodoh, selagi masih sudi untuk melaksanakan shallat.

    Pada dasarnya, musuh Islam, sudah menganggap REMEH umat Islam baik yg Radikal maupun yg santun/toleran, apalagi yg masa bodoh. Mereka I(musuh Islam) lebih memikirkan ANJINGNYA/BABINYA untuk memberi makanan yg enak-enak, tinimbang memberi makan orang Islam yg kelaparan yg terlihat didepan mata mereka.
    Sekali lagi buat Said Aqil, anda saat ini sudah kalah dengan musuh Islam beserta bala tentaranya dalam bentuk anjing anjing, babi-babi, kera kera.

    • Sejuki

      Setuju…!!!!!!!!!!!

      Oleh karena itu mereka yg berjuang dg TANGAN (kelompok radikal kata si Said Aqil) adalah benar, yg berjuang dg LIDAH, juga benar, dan yg berjuang dg HATI juga benar, meskipun yg dg HATI ini yg selemah-lemahnya iman. Allah menilai niatnya dan cara berjuangnya, bukan hasil. Perkara hasil itu urusan Allah, karena hasil bagian dari takdir.

      Kesalahan ummat ini hanya satu, yaitu tidak bersatu, saling menyalahkan dan menjatuhkan antara yg berjuang dg TANGAN, dg LIDAH, dan dg HATI. Mestinya ketiga golongan ini saling mendukung, bahu membahu, itu baru kuat dan amat ditakuti lawan.

      Ayo, yg berjuang lewat TANGAN, lewat LIDAH, dan lewat HATI, bersatulah segera, jangan bercerai berai apalagi saling menjatuhkan dan menyalahkan, karena hanya dg bersatu inilah musuh Islam akan ketakutan dg sendirinya.

Lihat Juga

Logo IKADI.

Pernyataan Sikap PP IKADI Tentang Aksi Damai Mengawal Pendapat Dan Sikap Keagamaan MUI