Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Surat Cinta untuk Presiden Mursi

Surat Cinta untuk Presiden Mursi

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Presiden sah Mesir, Muhammad Mursi (inet)
Presiden sah Mesir, Muhammad Mursi (inet)

dakwatuna.com

Assalaamu’alaikum wr. wb.

Ba’da tahmid wash shalawat.

Tuan Presiden,
dari dalam lubuk yang paling dalam, kami selalu berdoa dan mengajak setiap muslim untuk mendoakan agar Allah senantiasa memudahkan dan memberkahi segala urusan Anda.

Kami memang belum pernah bersua dengan Anda, tapi keteguhan Anda untuk mengangkat derajat kehormatan atas negeri yang terhormat di dunia (Mesir) dengan swasembada gandum, membebaskan utang para petani, dan sikap Anda untuk keluar dari ketergantungan terhadap negara lain atas kebutuhan primer negara Anda telah membuat kami kagum. Keterbatasan kondisi perekonomian dan sumber daya alam yang dimiliki negara Anda, tidak menggoyahkan keteguhan Anda untuk memenuhi seruan Rasulullah dalam doa “Allahumma inni audzubika min gholabatid daini wa khorir rijaal”.

Kami memang belum pernah berbicara dengan Anda, tapi keberanian Anda untuk berkata lugas dan tegas menyatakan yang haq adalah haq, dan yang bathil adalah bathil…dan kami meyakini, Anda seorang hafiz sudah tentu memahami kata-kata Allah walaa talbisu al haqqo bil bathil, dengan apapun segala konsekuensinya mana kala Anda menegakkannya. Nyawa diri Anda bahkan keluarga Anda menjadi taruhannya. Karena kami pun meyakini Anda sangat memahami dunia ini terlalu kecil untuk diraih dan betapapun beratnya, Anda pasti akan meraih kemenangan dengan berpegang teguh pada al haqWa qul jaa al haqqo wazahaqol bathil, innal bathila kaana zahuqo.

Kami memang belum pernah berjabat tangan dengan Anda, tapi sikap dan perilaku Anda untuk tawadhu terhadap dunia ini dengan tiada pernah meninggalkan qiyaumul lail dalam setiap malamnya, dengan senantiasa berharap rasa kasih sayang Ar Rahman akan beratnya amanah yang Anda tampu, hingga waktu untuk keluarga dan istri Anda demikian terbatas. Sampai cucuran air mata mengalir deras dari mata Anda di setiap malam, tanpa rakyat Mesir yang Anda pimpin mengetahuinya, betapa berat amanah yang sedang Anda pikul. Saking takutnya Anda dengan dunia ini, Anda tidak mengambil gaji Anda sepeser pun, padahal Anda berhak. Bahkan Anda lebih memilih tinggal di apartemen yang Anda sewa dengan uang Anda pribadi, sementara istana dan fasilitas untuk seorang presiden begitu terhampar dan bebas Anda pakai kapan Anda suka. Bahkan anak Anda pun harus mendapat perlakuan yang sama dalam mengikuti seleksi pegawai negara dengan gaji yang kecil.

Sungguh keteladanan Anda akan tercatat dalam sejarah, menjadi pelepas dahaga di saat dunia sedang berada dalam cengkeraman tirani di manapun berada. Menghentikan agresi Israel atas Palestina dengan menekan Israel dan memberikan angin kebebasan untuk Palestina dengan membuka akses gerbang Rafah untuk mereka, membebaskan visa untuk setiap pengungsi Suriah yang masuk ke Mesir karena lari dari kejaran tirani Bashar di negeri asalnya,
Tuan Presiden,

Kami di sini hanya bisa berdoa dan menyisihkan sedikit harta kami untuk membantu saudara-saudara muslim di Mesir yang teraniaya karena membela Anda sebagai seorang presiden muslim yang sah yang disingkirkan karena kezhaliman tentara. Betapa sedih dan pilunya Anda mengetahui banyak muslim terbunuh karena hal ini.

Maafkan kami di sini tidak berbuat banyak.
Anda sangat tabah dalam menghadapi rakyat yang Anda cintai tapi sebagiannya memusuhi Anda.

Anda sangat sabar dalam menghadapi yang memusuhi Anda dan memilih untuk duduk berbicara daripada peluru dan senapan yang menyalak, meskipun Anda punya kuasa untuk itu.

Anda sangat bijak, kendati Anda memiliki pendukung berjumlah cukup besar, tidak menjadikan Anda jumawa dengan tidak membiarkan pendukung Anda berlaku keras kepada musuh Anda.

Tuan Presiden,
Kiranya sosok para khalifah yang pernah menyuburkan nilai-nilai nubuwah telah hadir dalam diri Anda.

Keistiqamahan Anda barangkali menjadikan Allah ridha dengan memberikan ujian berat atas Anda untuk melewati hal ini dan Anda memiliki maqom atas ini semua. Maqom para Nabi & Khalifah. Yang selalu menghadapi tirani yang menindas, untuk kemudian menggantikan kedudukan para tiran, dan mengembalikan kedudukan jabatan sebagai sarana untuk melayani dan menggapai ridha Ilahi, hingga kesejahteraan rakyat terpenuhi.


Dan Kami hendak memberikan karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu, dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi)”.
 (Al Qashash: 5)

Tuan Presiden,

Salam dari hati kami yang paling dalam.

Semoga keselamatan dan keberkahan senantiasa terlimpah atas diri Anda.

Wassalaamu’alaikum wr. wb.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 9,75 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Lihat Juga

Faktor Kemenangan Trump Yang Mengejutkan*