Home / Berita / Internasional / Afrika / Wisuda 260 Mahasiswa Indonesia di Tengah Krisis Politik Mesir

Wisuda 260 Mahasiswa Indonesia di Tengah Krisis Politik Mesir

Wisuda di aula Fusthat, al-Azhar Conference Center (ACC), Nasr City, Cairo. pada Ahad, 21/10/2011 (foto:kemlu.go.id)
Wisuda di aula Fusthat, al-Azhar Conference Center (ACC), Nasr City, Cairo. pada Ahad, 21/10/2011 (foto:kemlu.go.id)

dakwatuna.com – Kairo.  Ditengah Krisis politik yang terjadi di Mesir, 260 mahasiswa asal Indonesia tetap mampu berprestasi dan menyelesaikan pendidikannya di Negeri Seribu Menara tersebut. Hal tersebut ditandai dengan wisuda yang digelar di Gedung Konferensi Internasional Al Azhar, Kairo, Senin (7/10).

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kairo, Dr Fahmi Lukman, yang memimpin acara wisuda tersebut menjelaskan, dalam Wisuda ini tercatat 352 mahasiswa, mencakup 260 mahasiswa Indonesia, dan selebihnya dari beberapa negara di antaranya Malaysia, Thailand, Singapura, Nigeria dan Rusia.

“Wisuda ini dikhususkan untuk mahasiswa Indonesia, namun mahasiswa dari beberapa negara sahabat juga ingin bergabung,” kata Fahmi Lukman.

Menurut Presiden Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir, Amrizal Batubara, wisuda itu diadakan atas kerja sama PPMI dan KBRI Kairo, serta didukung penuh oleh Univeritas Azhar.

“Syeikh Agung Al Azhar, Prof Dr Ahmed Al Tayeb dan Rektor Universitas Al Azhar Prof Dr Osama Al Abd, dalam pertemuan dengan kami, menyambut baik dan menyatakan dukungannya atas wisuda mahasiswa Indonesia ini,” kata Afrizal.

Hadir dalam wisuda tersebut Wakil Syeikh Agung Al Azhar, Prof Dr Abbas Syuman, Penasihat Syeikh Agung Al Azhar Urusan Diplomatik, Prof Dr Abdel Rahman Mousa, Wakil Rektor Al Azhar Prof Dr Ibrahim Hudhud dan sejumlah dekan, di samping Dubes RI untuk Mesir Nurfaizi Suwandi.

Dalam sambutannya, Prof Abbas Syuman menyatakan rasa bangganya bahwa mahasiswa Indonesia terus berjuang untuk menamatkan kuliah di tengah gejolak politik Mesir saat ini.

“Kami bangga atas keberhasilan kalian semua. Al Azhar tetap menanti pengganti kalian, mahasiswa baru untuk mempelajari ajaran Islam hakiki yang berlandaskan toleransi dan moderat,” katanya.

Dubes Nurfaizi berpesan kepada wisudawan agar ilmu yang mereka peroleh itu hendaknya diterapkan tidak saja dalam segi keagamaan, tapi juga mencakup pemecahan permasalahan sosial di masyarakat luas.

Para mahasiswa yang wisuda itu dari berbagai wilayah di Indonesia, antara lain Aceh, Maluku Utara, Jakarta, Jawa Barat, Banten, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Kalimantan, dan Nusa Tenggara Barat.

Sekembalinya mereka ke Indonesia, tugas mulia telah menanti mereka untuk menerapkan Ilmu yang mereka peroleh selama belajar di Al-Azhar, demikian disampaikan Ulfiah Nur Faiqoh, mahasiswi lulusan S1 asal Jawa Tengah yang meraih nilai Istimewa, dalam sambutan mewakili wisudawan.   (rol/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 4,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) SEBI menggelar kegiatan Stadium General 2016 di kampus STEI SEBI Depok, Jawa Barat, Selasa, (30/8/2016) (Taqiyuddin/SEBI)

STEI SEBI Menyelenggarakan acara Stadium General