Home / Pemuda / Essay / Kontribusi Pemuda Dalam Membangun Keteladanan Berpolitik

Kontribusi Pemuda Dalam Membangun Keteladanan Berpolitik

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com Dr. Yusuf Qaradhawi menganalogikan pemuda sebagai matahari di tengah hari yang bersinar paling terang dan paling panas. Pemuda memiliki berbagai potensi yang luar biasa jika dibandingkan dengan kelompok usia lainnya seperti kondisi fisik yang mumpuni, pemikiran kritis nan jernih, rasa ingin tahu yang besar, kemauan untuk terus bergerak, serta semangat yang terus menggelora. Tidaklah berlebihan jika pemuda sering disebut sebagai agen perubah peradaban (agent of change), kontrol sosial pemerintah (social control), serta berbagai sebutan lainnya yang sudah jelas mengembankan harapan yang besar kepada pemuda akan perbaikan bangsa.

Menilik kondisi perpolitikan nasional dengan berbagai permasalahannya, sudah sewajarnya pemuda menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari solusi atas permasalahan yang terjadi. Bukan lantas memilih untuk menarik diri, pesimistis bahkan menjadi penyebar berbagai kebobrokan politik kepada masyarakat luas. Sudah saatnya 69 juta pemuda Indonesia bersatu padu menjadi aktor-aktor pencerdasan politik bagi masyarakat Indonesia. Bahwa politik tidak hanya berdampak negatif, namun lebih jauh dari itu politik pada hakikatnya dapat menjadi sarana untuk mewujudkan berbagai harapan tentunya dengan partisipasi aktif seluruh rakyat Indonesia.

Pengejawantahan semangat tersebut harus diawali oleh gerakan keteladanan kaum muda dalam menyalurkan hak-hak politiknya. Dengan menjadi partisipan aktif dalam berbagai momentum politik diharapkan dapat menjadi stimulus awal membangun politik yang beradab di negeri ini. Efektivitas gerakan keteladanan pemuda pun lebih jauh dapat dilakukan dengan turut serta membangun dan mengembangkan hak-hak politiknya termasuk bergabung dalam organisasi sosial maupun politik yang menjadi pilar utama demokrasi. Melalui organisasi sosial dan politik pemuda dapat mewujudkan harapan perbaikan bangsa dengan memberikan solusi secara langsung serta bergerak terjun ke masyarakat menjadi aktor perubahan. Sarana ini sangat ampuh menjadi media upgrading pemuda dalam membangun kapasitas politiknya dengan tetap mampu memberikan manfaat kepada masyarakat.

Gerakan keteladanan lainnya dapat dilakukan dengan berbagai hal yang bermuara pada kepastian bahwa proses politik di negeri ini berjalan dengan baik dalam nuansa negara yang demokratis. Hal tersebut antara lain:

  1. Mengawal transisi kepemimpinan baik daerah maupun nasional ke arah yang substantif yaitu terwujudnya pemilu maupun pemilukada yang bersih dan terhindar dari berbagai kecurangan-kecurangan seperti black campaign, money politic, dsb. Untuk mengawal proses tersebut, pemuda dapat berkontribusi sebagai penyelenggara, peserta atau pengawas keberlangsungan pemilu dan pemilukada. Pengawalan ini hendaknya berlanjut saat tampuk kepemimpinan diperoleh terutama berkaitan dengan kebijakan pemerintah serta terwujudnya pemerintahan yang bersih dan berpihak kepada rakyat.
  2. Menjadi garda terdepan dalam gerakan politik santun, penjaga moral dan etika politik dalam setiap proses demokrasi sehingga terhindar dari praktik politik kotor, menghalalkan segala cara dan menggunakan kekerasan atau premanisme politik.
  3. Tidak terjebak dalam pragmatisme politik, menghormati hak dan kewajiban orang lain serta menghargai perbedaan di masyarakat.
  4. Melakukan pendekatan persuasif dengan tidak mengekslusifkan diri serta bergabung dalam berbagai aktivitas kemasyarakatan sehingga timbul kedekatan dan kepercayaan dari masyarakat. Hal tersebut tentunya akan menjadi modal awal dalam memberikan pencerdasan kepada masyarakat sehingga gerakan keteladanan berpolitik dapat lebih mudah diterapkan.

Sebagai penutup, kutipan John F. Kenedy menjadi sebuah renungan bagi kaum muda dalam bergerak dan berjuang memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa Indonesia. Presiden Amerika ke-35 tersebut mengatakan, “Jangan tanyakan apa yang negara berikan kepadamu, tapi tanyakan apa yang kamu berikan kepada negaramu”. Kutipan tersebut hendaknya menjadi mindset pemuda Indonesia untuk terus memberikan bhaktinya kepada bangsa sehingga di masa depan negara Indonesia lebih baik dan bermartabat berkat kontribusi nyata para pemuda.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 9,67 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Endang Rahman Hakim
Sedang menempuh pendidikan di S1 jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian, Unpad dan banyak menekuni kegiatan yang berhubungan tanaman, mahasiswa pengamat politik, serta pengembangan manusia. Hobinya adalah bermain mainan tradisional, hiking, memasak, serta olahraga futsal dan volly ball. Semangat menebar manfaat telah menjadi prinsip hidupnya, hal itu dapat terlihat dari kegiatan sehari hari di kampusnya yang aktif di BEM KMFP Unpad sebagai Kadep PSDM, serta menjadi koordiator presidium Nasional IBEMPI 2013-2014. Motto hidup sederhana yang selalu dipegang yaitu Dengan Izin Alloh, tiada yang tidak mungkin. Kekuatan keyakinan motto inilah sehingga satu demi satu impiannya tercapai dari mulai kuliah gratis sampai masuk PPSDMS Nurul Fikri angkatan VI.

Lihat Juga

Ilustrasi Politik Uang. (beritasatu.com)

Pelaku Politik Uang Kini Bisa Dipidana

Organization