Home / Berita / Internasional / Afrika / Uskup Makarius: Mursi Baik Hati; Polisi Biarkan Gereja Terbakar

Uskup Makarius: Mursi Baik Hati; Polisi Biarkan Gereja Terbakar

Uskup Makarius, saat diwawancari Ahramgate (ahramgate)
Uskup Makarius, saat diwawancari Ahramgate (ahramgate)

dakwatuna.com – Almenya, Mesir. Dalam sebuah wawancara dengan Ahram Gate (AG), yang dimuat pada hari Kamis (12/9/2013) kemarin, Uskup Makarius mengungkap tabir yang menutupi hakikat sebenarnya kejadian-kejadian selama ini.

Beliau menyebutkan bahwa Presiden Mursi orang yang baik hati; dan Ikhwan atau FJP akan menang telak kalau pemilu diadakan pada saat ini. Beliau juga menjelaskan bahwa orang yang menyerang dan merusak gereja menggunakan bahan peledak yang dilarang dunia internasional.

AG: Apa yang sebenarnya terjadi pada gereja-gereja dan toko-toko milik gereja di Almenya 14 Agustus yang silam?

Uskup Makarius: Ada sebuah aksi sistematis dan petikaian rasial yang sengaja dilakukan terhadap orang-orang Koptik. Gereja-gereja menjadi sasaran penyerangan tanpa ada yang menyelamatkannya.

Awalnya penyerang melemparkan bom molotov. Setelah tidak ada perlawanan, maka mereka baru mendobrak dan merusak pintu. Lalu mereka menjarah isi gereja. Sebelum meninggalkan tempat, mereka membakar gereja menggunakan bubuk pembakar.

Ketika membakar kantor pemuda Kristen,  mereka menggunakan sejenis materi yang dilarang dunia internasional.

AG: Apa sikap kepolisian terhadap aksi-aksi ini?

Uskup Makarius: Polisi membiarkan kami menjadi korban. Berkali-kali kami menghubungi mereka melalui telepon. Jawaban mereka, “Lindungilah sendiri. Kami sedang sibuk saat ini.” Jawaban seperti inilah yang membuat kami marah. Oleh karena itu, kami menuntut kepolisian untuk bertanggung dalam kasus ini. Hal yang sama juga dilakukan oleh pemadam kebakaran.

AG: Apakah saat ini ada ketegangan antar kelompok terjadi di Almenya?

Uskup Makarius: Ketegangan antar kelompok terjadi saat ada ancaman dari mimbar-mimbar demonstrasi dan masjid yang mengatakan akan ada balas dendam terhadap lembaga kepolisian dan gereja. Orang-orang yang mengancam mengira bahwa Paus Tawadorus 2 berkhianat dengan turut terlibat dalam kudeta dengan As-Sisi. Padahal dugaan itu salah. Beliau hanya ikut tampil saat pembacaan keputusan militer bersama Syeikhul Azhar, perwakilan Partai An-Nur, dan gerakan Tamarrud. Yang memutuskan semua adalah As-Sisi. Dia sangat cerdas saat melibatkan tokoh keagamaan dalam hal ini. Tidak mungkinlah Puas menolak undangan As-Sisi dalam acara tersebut.

AG: Kenapa Almenya yang dominan dalam masalah pembakaran gereja yang bersamaan dengan aksi pembantaian demonstran di Rab’ah?

Uskup Makarius: Almenya memang sudah memanas sejak lama. Propinsi ini selalu diperlakukan diskriminatif oleh pemerintah sejak beberapa dekade yang lalu. Padahal Almenya mempunyai kekayaan arkeologi dan sejarah. Jumlah orang Koptik di Almenya lebih dari 2 juta orang, namun di waktu yang sama, banyak kaum fundamentalis dan pengawasan keamanan dari kepolisian sangat lemah.

AG: Berapa perkiraan kerugian yang dialami umat Koptik?

Uskup Makarius: Masalah kami bukanlah kerugian materi. Tapi kejadian-kejadian ini telah membuat sebagian mengalami trauma. Ini akan berakibat sangat buruk kepada negara, baik umat Kristen maupun Islam.

Tentang kerugian, ada tim yang sedang mengumpulkan data. Misalnya ada sekolah Koptik yang dibakar, dan uang yang dijarah sekitar 130 ribu pounds (sekitar 200 juta rupiah). Ada juga toko yang dijarah dan dibakar yang merugikan sekitar 6 juta pounds (sekitar 9 milyar rupiah). Yang lebih menyedihkan adalah dibakarnya panti asuhan untuk anak-anak yatim Koptik. Syukurnya tidak ada anak yang menjadi korban. Tapi mereka kini sangat shock.

AG: Apa pendapat Anda tentang jamaah Ikhwanul Muslimin dan Presiden Mursi?

Uskup Makarius: Selama memerintah, Presiden Mursi tidak pernah menyakiti orang-orang Koptik. Saat memenangkan pilpres, ada perwakilan Ikhwan yang datang menemuiku. Mereka menjelaskan, tidak ada niatan sama sekali untuk mengikhwankan negara, atau melakukan kedhaliman kepada orang-orang Koptik.

Kepribadian Presiden Mursi sungguh sangat baik. Kalau saja saat ini diadakan pemilu legislatif atau presiden, Ikhwan pasti akan memenanginya 100%, tapi mereka telah gagal dalam menjalankan pemerintahan.

AG: Apa pendapat Anda dengan adanya penulisan tanda di toko-toko yang akan dibakar?

Uskup Makarius: Tanda itu telah membuat orang-orang Koptik selalu merasa cemas. Karena tanda itu memungkin akan terjadi aksi pembakaran, penjarahan atau pembunuhan. Ini membuat orang-orang Koptik selalu mencemaskan keselamatan diri, harta, dan anak-anaknya. Tapi sebenarnya, tanda itu hanyalah tindakan konyol yang dilakukan beberapa orang fanatis. Kami tidak tahu siapa mereka. Tapi kami tetap melaporkannya kepada pihak yang berwenang.

AG: Apa pengaruh bagi orang-orang Koptik Amnenya saat tersebarnya berita yang menyebutkan adanya pengusiran orang-orang Koptik, setelah ada perintah pengosongan rumah?

Uskup Makarius: Tidak benar berita itu. Tidak ada orang Koptik yang akan meninggalkan Mesir. Tingkat keinginan untuk meninggalkan Mesir menurun setelah 30 Juni. Hal itu karena keberadaan Ikhwan di kekuasaan tidak membuat orang-orang Koptik senang. Sebenarnya, rakyat Mesir adalah mereka yang mencintai negaranya, baik itu muslim atau koptik. Pembakaran gereja tidak akan membuat kami meninggalkan Mesir. (msa/dakwatuna/ahramgate)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Lukman Sulistyo

    Uskup Makarius: Selama memerintah, Presiden Mursi tidak pernah menyakiti
    orang-orang Koptik. Saat memenangkan pilpres, ada perwakilan Ikhwan
    yang datang menemuiku. Mereka menjelaskan, tidak ada niatan sama sekali
    untuk mengikhwankan negara, atau melakukan kedhaliman kepada orang-orang
    Koptik.

Lihat Juga

Saad Al-Katatni, ketua parlemen Mesir. (egyptwindow.net)

Kesehatannya Memburuk, Ketua Parlemen Mesir ini Dipindahkan dari Penjara Kudeta ke Rumah Sakit

Organization