Home / Berita / Nasional / Surahman: Kemdikbud Harus Lebih Fokus Menghasilkan Guru Bermutu

Surahman: Kemdikbud Harus Lebih Fokus Menghasilkan Guru Bermutu

Surahman Hidayat, Ketua Anggota DPR RI FPKS
Surahman Hidayat, Ketua Anggota DPR RI FPKS

dakwatuna.com – Jakarta.  Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Pidato Presiden RI dalam rangka Penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2014, Jumat (16/7) menyampaikan bahwa dalam Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara (APBN) 2014, anggaran pendidikan sebesar Rp 371,2 triliun, naik 7,5 persen dari anggaran pendidikan 2013 yang sebesar Rp 345,3 triliun.

SBY mengatakan mulai tahun pelajaran 2013/2014 wajib belajar 9 tahun ditingkatkan ke jenjang pendidikan menengah, melalui program Pendidikan Menengah Universal (PMU).

“Hal ini dimaksudkan, agar anak-anak Indonesia pada usia 16-18 tahun pada tahun 2020 nanti minimal 97 persen berpendidikan menengah,” ujarnya. Tanpa program PMU, angka 97 persen baru dapat dicapai pada 2014.

Surahman Hidayat, Ketua BKSAP, sekaligus anggota DPR RI, ketika di temui di gedung DPR RI, menjelaskan kepada media “ saya mengapresiasi  Pemerintah untuk meningkatkan kualitas SDM, dengan menaikkan anggaran pendidikan nasional pada APBN 2014, salah satu permasalahan di dunia pendidikan nasional adalah terbatasnya jumlah guru bermutu, serta kurang tersebarnya guru bermutu di sekolah-sekolah.”.

Surahman melanjutkan penjelasannya “Ke depan saya minta Kemdikbud harus fokus menghasilkan guru bermutu dan menyebarkan secara merata ke seluruh pelosok nusantara, mengingat ada sebuah kondisi di mana para pelajar saat ini, cenderung belajar ketika menghadapi ujian saja, proses belajar tidak di jalani sebagai sebuah budaya belajar, untuk mengasah khazanah intelektual.

Lanjutnya Pemerintah, dalam hal ini Kemdikbud RI agar lebih berkonsentrasi dalam menghadirkan pendidikan yang bermutu, melalui kebijakan yang berdasarkan riset, serta memperhatikan nilai-nilai keluhuran manusia, terakhir saya ingin sampaikan adalah perlunya perhatian yang wajar dari pemerintah kepada guru bantu yang memiliki dedikasi tinggi, dengan pengangkatan bertahap dan diberikan semacam tunjangan pengabdian”. Tutup Surahman.

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

DPR: Wajib Belajar 12 Tahun Harus Ditargetkan pada 2015