Home / Berita / Internasional / Afrika / Penyataan Koalisi Anti Kudeta Tentang Pembantaian Jumat Kemurkaan

Penyataan Koalisi Anti Kudeta Tentang Pembantaian Jumat Kemurkaan

koalisi anti kudetadakwatuna.com – Kairo.  Pada hari Jumat kemarin, koalisi anti kudeta menyerukan seluruh rakyat Mesir untuk turun ke jalan menentang kudeta militer dan pembantaian yang dilakukan terhadap para pendemo. Rentetan demonstrasi tersebut mengusung tema “Jumat Kemurkaan”.

Setelah melakukan pembantaian di Rab’ah dan Nahdha hari Rabu dan Kamis yang lalu, ternyata militer pengkudeta belum merasa cukup. Mereka juga melakukannya sekali lagi pada hari Jumat.

Berikut pernyataan koalisi berkenaan tentang sikap militer pengkudeta:

“Para pemimpin kudeta kembali membuktikan bahwa kejahatan dan kebengisan mereka. Mereka tidak merasa puas dengan membantai ribuan orang saat membubarkan demonstrasi di Rab’ah dan Nahdha. Kini mereka melakukannya lagi, dan menambah daftar kejahatan bersejarah mereka.

Sesuai dengan penghitungan awal, jumlah demonstran yang syahid hari Jumat kemarin adalah 213 orang. Semuanya menemui ajal dengan peluru tajam militer dan kepolisian.

Bahkan ada perkembangan terbaru, kemarin militer menggunakan pesawat-pesawat helikopter untuk menembaki para demonstran di Bundaran Ramses dan Giza. Sedangkan di Alexandria, mereka menggunakan kendaraan lapis baja untuk menembaki massa. Dengan demikian sejarah mencatat bahwa As-Sisi adalah orang pertama yang menggunakan senjata berat untuk membunuhi rakyat Mesir sendiri.

Hal baru lain, militer pengkudeta menggunakan senjata terlarang sedunia. Mereka juga menculik para wanita yang hendak bergabung dengan para demonstran lain, merusak jasad demosntran yang syahid, menyiksa demonstran yang sudah terluka di rumah sakit, serta menyerang dan menculik wartawan dan juru kamera dengan tujuan agar dunia tidak mengetahui kejahatan mereka.

Berikut daftar jumlah syuhada yang gugur hari Jumat kemarin:

  • Kairo : 103 orang
  • Alexandria: 30 orang
  • Gharbiyah : 16 orang
  • Isma’iliyah: 11 orang
  • Suez: 9 orang
  • Buhairah: 6 orang
  • Fayum: 8 orang
  • Almenya: 1 orang
  • Souhag: 3 orang
  • Arisy: 6 orang
  • Dimyath: 8 orang
  • Giza: 7 orang
  • Port Said: 5 orang

Semoga Allah swt. melindungi Mesir dan rakyatnya, serta merahmati para syuhadanya. (msa/sbb/dkw)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (9 votes, average: 9,44 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Sejuki

    Rasanya habis udah kata-kata utk menggambarkan kebengisan dan kebrutalan Militer dan Polisi Mesir. Mereka sepertinya tidak punya keluarga dan tidak bisa merasakan bagaimana kalo keluarga mereka juga dibantai dg cara yg sama?

    Beraninya kok dg sipil yg gak bersenjata? Dg Israel dan AS kok malah takutnya gak ketulungan. Dasar banci.

  • Wila Salam

    MIliter Mesir pernah hampir down dengan kekerasan yg mereka lakukan, sebab tidak sedikit keluarga mereka sendiri jadi korban pembantaian, tapi kemudian pihak barat mengirim “ulama-ulama palsu” yg menyerukan bahwa aksi para militer itu adalah benar.

Lihat Juga

Poster Pimpinan Syiah Ayatullah Ali Khamenei Kini Terpampang di Mesir