Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Habis Puasa Kok Malah Sakit?

Habis Puasa Kok Malah Sakit?

Oleh: Dr.dr.H.Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH,MMB, FINASIM, FACP*

sakitJakarta. Seperti biasa 1-2 hari setelah lebaran poliklinik-poliklinik rumah sakit-rumah sakit umum daerah akan dibanjiri oleh para pemudik yang sakit. Sedangkan  instalasi gawat darurat  di rumah sakit-rumah sakit besar  berisi pasien-pasien berat seperti stroke, serangan jantung, kegawatdaruratan karena gula darah dan infeksi paru.

Secara teori setelah puasa Ramadhan, seseorang yang berpuasa seharusnya memiliki kesehatan prima karena pada saat puasa tubuh sudah melakukan proses detoksifikasi, pengontrolan gula darah dan kolesterol dan tercapainya ketenangan jiwa yang optimal sehingga manusia yang berpuasa akan dilahirkan sebagai seorang bayi dengan kondisi yang prima.

Tapi faktanya banyak juga masyarakat yang mendapatkan sebaliknya setelah puasa terjadi gangguan kesehatan bahkan sampai mengalami kecacatan dan kematian. Kenapa hal ini bisa terjadi? Saya coba mengupasnya berdasarkan pengalaman klinis dan memadukan budaya lebaran masyarakat kita.

Ada tiga kelompok penyakit yang akan terjadi dimasa lebaran ini yaitu Penyakit Akibat kelelahan, penyakit kronik yang kambuh saat lebaran dan penyakit akibat ketiadaan pembantu.

Penyakit Akibat Kelelahan

Penyakit yang biasanya terjadi segera setelah lebaran setelah seseorang menjalankan mudik yang melelahkan adalah penyakit infeksi pernafasan atas dan diare. Sebagaimana kita ketahui untuk sampai di kampung halaman saat mudik lebaran seseorang harus melakukan perjalanan yang melelahkan baik dengan kendaraan sendiri ataupun dengan kendaraan umum baik bus atau kereta api.

Selain itu  saat  berbuka serta sahur selama dalam perjalanan cenderung untuk  menkonsumsi makanan yang tidak cukup dan seadanya saja. Sebagian besar pemudik bahkan   hanya menkonsumsi makanan dan minuman yang   didapat selama perjalanan atau dibawa selama perjalanan. Sehingga keadaan ini akan menyebabkan daya tahan tubuh mereka menjadi  menurun. Jika hal ini terjadi maka para pemudik  mudah sekali mengalami penyakit flu atau infeksi saluran nafas atas.

Selain itu selama di perjalanan kecenderungan  untuk membeli makanan atau minum baik yang home made atau dalam bentuk kemasan selama perjalanan dimana keamanan dan kebersihan dari makanan tersebut perlu dipertanyakan. Sehingga seseorang itu juga mudah mengalami penyakit diare.

Kedua penyakit ini, baik infeksi saluran nafas atas dan diare, sangat mendominasi bagi para pemudik yang baru saja sampai dikampung halaman. Hal ini pun harus diantisipasi oleh Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah.

Selain itu karena umumnya para pemudik ini kurang istirahat dan kurang bergerak saat diatas kendaraan biasanya para pemudik mengalami sakit kepala dan mengalami pegal-pegal sesampainya di kampung. Biasanya keadaan ini dapat diatasi dengan cukup tidur. Masalahnya setelah sampai di kampung mereka cenderung tidak beristirahat karena keinginan untuk bersilahturahmi dengan keluarga dan kerabat di kampung.

Sehingga keadaan kelelahan ini akan semakin bertambah parah dimana pada awalnya kurang diperhatikan dan tentunya keadaan ini akan memperparah daya tahan tubuh seseorang sehingga dia akan mudah mengalami berbagai penyakit terutama karena penyakit infeksi akibat virus baik berupa flu atau diare.

Penyakit Kronik Yang Kambuh

Berbagai penyakit kronik umumnya cenderung akan mengalami kekambuhan setelah lebaran. Sebagai mana diketahui budaya lebaran adalah budaya silahturahmi berkunjung kerumah sanak keluarga dan kerabat. Selama berkunjung ini biasanya menkomsumsi berbagai makanan dan minuman.

Makanan dan minuman yang disediakan ini  biasanya akan lebih banyak dan bervariasi. Umumnya makanan dan minuman tersebut tinggi lemak, manis dan asin. Berbagai minuman kaleng yang bersoda juga disediakan selama lebaran. Tentunya bisa saja makanan-minuman ini juga  dikonsumsi oleh seseorang  yang sudah mempunyai penyakit kronik, penyakitnya dapat mengalami kekambuhan.

Pasien dengan penyakit kencing manis akan cenderung gula darahnya menjadi tidak terkontrol. Pasien dengan penyakit darah tinggi tekanan darahnya menjadi tidak terkontrol. Pasien dengan hiperkolesterol atau asam urat tinggi maka keadaan kolesterol dan asam urat tingginya menjadi bertambah parah. Kalau pasien yang sudah obesitas dan jika saat berpuasa sudah mengalami penurunan berat badan sehabis lebaran cenderung berat badannya kembali seperti sebelum puasa dan jika makannya tidak terkontrol selama lebaran bahkan berat badannya akan bertambah melonjak.

Sakit maag yang sudah sembuh akan kembali kambuh karena makan tidak teratur dan mengkonsumsi makanan yang berlemak, coklat dan keju berlebihan.

Penyakit Akibat Ketiadaan Pembantu

Menjelang lebaran dan 1 minggu setelah lebaran biasanya pembantu rumah tangga juga ikut pulang kampung sehingga cenderung rumah kurang dibersihkan tidak seperti biasanya. Disisi lain petugas pembuang sampah juga ikut libur sehingga banyak sampah yang bertumpuk dan belum terangkat.

Keadaaan ini biasanya menyebabkan  lebih banyak lalat pada sampah yang bertumpuk tersebut, tikus-tikus akan lebih banyak berkeliaran karena begitu banyak sampah yang menumpuk selain itu juga nyamuk akan lebih banyak. Tentunya binatang-binatang yang membawa bibit penyakit ini jika tidak diperhatikan dan tidak dicegah keberadaannya akan membawa dampak juga bagi kesehatan kita. Lalat jelas membawa berbagai penyakit infeksi usus baik yang hanya diare sampai yang berat seperti demam thypoid.

Tikus merupakan vector yang penting untuk terjadi penyakit demam kuning atau leptospirosis. Nyamuk  terutama yang berada sekitar rumah tentu akan menjadi sumber penyakit jika nyamuk tersebut merupakan nyamuk aedes aegypti yang membawa   virus DHF. Oleh karena itu tetap harus diperhatikan kebersihan didalam dan sekitar rumah,  hindari air-air tergenang yang potensial tempat hidupnya jentik  nyamuk pembawa virus maut tersebut.

Ketidakadaan pembantu termasuk  liburnya jasa katering umumnya  menjadi masalah bagi para ibu rumah tangga yang kebetulan tidak pulang kampung. Mereka  cenderung  menyimpan  makanan sebanyak-banyaknya di kulkas. Selain itu juga ada kecenderungan untuk menyimpan makanan di meja makan atau pada suhu kamar dalam waktu yang lama.

Sehingga pada saat dikomsumsi selanjutnya,  lupa untuk dipanaskan kembali. Pada saat penyimpanan harus tetap diperhatikan makanan yang matang jangan berdekatan dengan makanan yang mentah sehingga makanan yang matang tidak terkonsumsi dengan  bakteri yang kebetulan hidup pada makanan yang mentah tersebut.

Makanan yang terlalu lama disuhu kamar juga cenderung kontaminasi. Yang menjadi masalah kadang kala tidak semua kuman yang mencemari makanan tersebut menyebabkan perubahan bau dan bentuk dari makanan tersebut. Oleh karena itu proses pemanasana makanan tersebut baik secara langsung atau melalui microwave harus tetap dilakukan pada saat makanan tersebut dikonsumsi kembali. Sehingga kejadian keracunan makanan yang kerap terjadi selama seputar lebaran tidak terjadi.

Pada akhirnya antisipasi terhadap berbagai penyakit seputar  lebaran merupakan hal yang penting. Kita harus selalu ingat bahwa rangkaian lebaran dengan berbagai aktifitas akan membawa dampak yang kurang baik bagi kesehatan. Sehingga tentunya masyarakat harus waspada dan tetap melakukan upaya pencegahan terhadap penyakit seputar lebaran. Sehingga pada saat harus beraktivitas kembali pasca lebaran tetap berada dalam keadaan sehat wal afiat. (jpnn)

Minal Aidin Wal Faidzin Mohon Maaf lahir batin. ***

*Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM

Wakil Ketua  PB.PAPDI

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

The Amazing of Amang Cilok, Lebih Dari Sekadar “Cilok”