Home / Berita / Internasional / Asia / Penjajah Zionis Manfaatkan Perundingan untuk Perluas permukiman Yahudi

Penjajah Zionis Manfaatkan Perundingan untuk Perluas permukiman Yahudi

pemukiman yahudidakwatuna.com – Gaza.  Anggota Dewan Legislatif Palestina Jamal al Khudhri menegaskan bahwa penjajah Zionis sedang memanfaatkan perundingan dengan pihak otoritas Ramallah untuk memperluas pembangunan permukiman Yahudi di Tepi Barat dan al Quds serta menguatkan yahudisasi masjid al Aqsha.

Ketua Komite Rakyat Anti Blokade ini menegaskan, sidang Knesset yang membahas pembukaan seluruh pintu masjid al Aqsha untuk kaum Yahudi guna menunaikan ritual agama mereka merupakan bagian dari rencana Zionis untuk melakukan yahudisasi al Quds dan al Aqsha.

Rencana ini dilakukan melalui kajian yang berasal dari berbagai lembaga dan pihak Zionis, mulai dari warga pemukim Yahudi, polisi , militer dan pemerintah kota Zionis di al Quds dengan mendapat dukungan resmi pemerintah penjajah Zionis secara penuh.

Dia menegaskan bahwa pembahasan masalah ini di Knesset berarti bahwa ‘Israel’ sudah memulai perangnya secara terang-terangan terhadap al Aqsha setelah sebelumnya menggunakan para pemukim pendatang radikal Zionis.

Dia menjelaskan bahwa masalah ini merupakan bagian dari pelecehan penjajah Zionis terhadap masyarakat internasional serta negara-negara Arab dan Islam. Hal ini menuntut semua pihak bergerak dan bertindak segera untuk melindungi masjid al Aqsha.

Jamal Khudhri menegaskan perlunya warga al Quds dan Tepi Barat melakukan mobilisasi ke masjid al Aqsha guna melindungi al Quds. Dia menyatakan pentingnya peran mereka yang bersiaga di masjid al Aqsha termasuk para pelajar serambi ilmu dalam membela masjid al Aqsha. (infopalestina)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Sebelum Lengser, Obama Diminta Mantan Presiden AS Ini Akui Negara Palestina