Home / Pemuda / Essay / Sekali (Sosial Media)

Sekali (Sosial Media)

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

536254_319000731538602_487002915_ndakwatuna.com Perkara hidup memang aneh, ada yang hidupnya merasa biasa saja, ada orang yang hiudpnya serasa jidat ditempeli kata sukses, ada yang hidupnya ‘katanya’ merana, sengsara, derita…

ada lagi tahapan hidup yang aneh,

tahap sekolah, tahap kuliah atau kerja, tahap menikah, sudah menikah ditanya kapan punya anak, sudah punya anak mau punya cucu…

lalu apakah setiap mayoritas yang berkata itu nantinya akan berkata..

“mau punya kuburan”

perkara orang sedih juga aneh, di era sosial media ini, luka sedikit ‘share’, lagi nangis di ‘share’ juga…

jangan sampai di akhirat nanti latah mau men’share’…

“lagi di neraka nih, hiiiiy” “mama, maunya ke surga”

Tahukah kesedihan itu akan bertambah jikalau semakin menyebutnya…

coba aja.

***Sunyi***

Perkara orang bahagia juga aneh, lagi-lagi di era sosial media…

lagi di tempat cozy seperti cafe terkenal di ‘share’, apalagi sedang di luar negeri padahal sehari aja, sayang ga di ‘share’…

Tahukah setiap manusia memiliki ‘qalb’ yang ditakdirkan ada rasa iri, jika yang lihat lagi kalut dan imannya lagi drop..

akhirnya timbulah kata dalam dirinya kamu ‘sombong’…

***senyap****

Perkara hidup ini aneh untuk urusan jatuh cinta. ya tak salah lagi di masa sosial media…

baik yang belum menikah ataupun yang sudah menikah…

bias makna cinta..

yang belum menikah terbagi dua tipe yakni jomblo dan ‘duet jomblo’

yang jomblo harus berhati-hati karena hatinya sedang mencari, akhirnya ‘PHP’ jadi suci.

yang duet jomblo makin aneh lagi, belum dapat ijabsah tapi ‘share’nya dunia milik berdua, mempopulerkan hubungan mereka. mesra? jangan tanya… #miris

Dan yang menikah, hanya ingat perkataan Rasulullah, bahwa kemesraan sebaiknya tak diumbar. coba yang lihat dan baca kemesraan si suami istri ini para jomblo? tau sendiri kan. #tenang

Sabar dan kuatkan kesabaran

perkara hidup itu antara mendatangkan berkah dan fitnah

Dan perkara sosial media itu mubah.

Bukan berarti tidak menghargai karakter orang yang suka ‘berbagi’, ya berbaginya juga hati -hati. janganlah hati dibagi-bagi, air mata disebar-sebar, gembira diumbar-umbar. secara berlebihan. sejenak saja bolehlah.

Dan bukankah berhati-hati ciri ketaqwaan?

Saksikanlah perkara hidup dari sisi yang berbeda. niscaya aneh.

Dari sisi yang berbeda akan menemukan kehati-hatian.

karena hidup di dunia ini ‘SEKALI’

Buktinya waktu kemarin tak bisa diulangi lagi. Dan SEKALI itu bisa jadi hari ini.

Jadi ‘share’ lah sedih, bahagia dan segala sesuatu itu sekali saja seperti hidup ini. Karena hidup pun tak dipenuhi bahagia apalagi derita. sungguh dusta.

Jika sosial mediamu penuh dengan dua hal yakni sedih dan bahagia yang berlebihan sepanjang hari ini. saksikanlah itu sia-sia.

Setidaknya selipkanlah satu dua ayat Allah untuk disampaikan. Atau sebutlah nama Allah didalamnya (Sosial media).

Niscaya hari itu semua kata kan bersujud pada-Nya , ya meski dalam sosial media.

Dan meski SEKALI saja.

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?” (Al-An’aam 32)

About these ads

Redaktur: Aisyah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 3,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
pembelajar dan pendidik "hidup ini adalah alhamdulillah"

Lihat Juga

Khutbah Idul Fitri 1437 H: Nyalakan Iman Dalam Kehidupan, Refleksi Ibadah Puasa Ramadhan