Home / Berita / Opini / Jelang Ramadhan: Iman Naik oke banget, BBM Naik.. Tolak Banget, 100%..Setuju?

Jelang Ramadhan: Iman Naik oke banget, BBM Naik.. Tolak Banget, 100%..Setuju?

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

Ramadhan BBMdakwatuna.com – Ramadhan sebentar lagi datang dan hanya tinggal menghitung hari. Lalu apakah harapan kita dengan kedatangan tamu agung tersebut? Pastinya adalah kenaikan Iman, Jika jawabannya Ya, berarti kita adalah orang-orang yang sangat beruntung dan tanda-tanda keimanan di hati kita bersemayam dengan baik.

Ramadhan adalah bulan yang mulia, ada suka cita, ada kerinduan berjumpa dengannya, ada rasa bahagia bahkan sedih jika kita tak dapat berjumpa dengan bulan Ramadhan.

Ramadhan melahirkan ‘perlombaan’ yang di ikuti bermilyar umat manusia di muka bumi ini. Orang-orang beriman itu berlomba dalam kebaikan. Ada yang khusyu menambah amalan sunnah, ada yang bersemangat mengkhatamkan Al-Quran beberapa kali (bahkan teman penulis, menamatkan Al-Quran hingga lima kali di bulan Ramadhan, di tengah kesibukannya mengelola web media). Ada yang giat menambahkan sedekahnya dan pastinya naiknya Iman menjadi dambaan setiap insan beriman.

Lalu apa hubungannya dengan kenaikan BBM?

Wahai Bapak Presiden RI yang kami hormati, Susilo Bambang Yudhoyono.
Hari ini ramai di perbincangkan tentang BBM, bahkan ada dua parlemen tengah memperjuangkan keinginan rakyat agar menolak kenaikan BBM. Yaa..wakil rakyat yang berjuang di parlemen dan satu lagi ada pejuang-pejuang keadilan dari berbagai elemen anak bangsa berjuang melalui parlemen jalanan.

Wahai Bapak Presiden RI yang kami hormati, Susilo Bambang Yudhoyono.
Jika kebijakan tentang menaikkan BBM ternyata banyak menyengsarakan rakyat dan rakyat dalam doa yang panjang di sepertiga malam(tahajjud) di keheningan Ramadhan, pohon kan doa atas kecongkakan mu, menindas rakyat melalui kebijakan yang menyusahkan rakyat banyak. Apa yang terjadi?

Wahai Bapak Presiden RI yang kami hormati, Susilo Bambang Yudhoyono.
Aku hanya ingin mengingatkan tidakkah kau menginginkan di penghujung kepemimpinan mu berakhir dengan husnul khatimah?
Belajarlah dari para pendahulu mu dalam mengakhiri masa jabatannya dan jangan ulangi bila kau dapatkan ada yang buruk pada pendahulu mu dalam mengakhiri masa jabatan.

Wahai Bapak Presiden RI yang kami hormati, Susilo Bambang Yudhoyono.
Tak ada keuntungan politis yang saya dapat dengan menulis ini, karena hanya di sisi Allah saja keuntungan besar dan tak terhingga yang aku dambakan.

Wahai Bapak Presiden RI yang kami hormati, Susilo Bambang Yudhoyono.
Sampai saat ini kami masih tegas 100% mmenolak kenaikan BBM!

Salam dari rakyat mu

Abu Fathi

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Penulis yang menyuarakan kata hati

Lihat Juga

Ilustrasi-Alquran (inet)

Khutbah Jum’at: Di Bawah Naungan Al-Quran

Organization