Home / Berita / Internasional / Asia / Dokter Termuda Di Dunia Dari Palestina, Belajar Ilmu Anak Ke Ohio, AS

Dokter Termuda Di Dunia Dari Palestina, Belajar Ilmu Anak Ke Ohio, AS

iqbaldakwatuna.com – Gaza. Kita tentu masih ingat dengan dokter termuda dari Palestina, Iqbal Asa’d. Dokter Palestina termuda di dunia, akan melakukan perjalanan pada bulan Juni ke Amerika Serikat  (AS) untuk mempelajari ilmu anak, di Klinik Cleveland di Ohio. Namun laporan Alray tidak menyebutkan tanggal persisnya.

Dia terdaftar di Weil Cornell Medical Collage di Qatar saat usianya baru 14 tahun. Guinness World Records menetapkannya sebagai rekor dunia untuk mahasiswa kedokteran termuda di dunia. Dia mendapat gelar sarjana di bidang kedokteran dengan predikat sangat memuaskan.

Michel Suleiman, Presiden Lebanon, sangat menghormati Iqbal Asa’d (20), sebuah kehidupan seorang pengungsi Palestina di kamp pengungsi Palestina di Lebanon. Dia adalah putri dari seorang pengungsi Palestina di Beeka, Lebanon.

Haaren.wordpress.com menyebut dalam artikelnya bahwa Eqbal Asa’d kecil adalah seorang anak jenius. Seorang anak wanita  jenius, seorang gadis yang tamat SD pada usia 7 tahun. Setiap tiga bulan, secara menakjubkan dia menelan program satu tahun seluruh sekolah. Membuat kelasnya melompat, tapi semuanya baik, dia membaca, belajar, berlomba untuk mendapatkan nilai terbaik dan dalam tiga bulan melampaui siswa kelas barunya. Sehingga pada usia 12 tahun, ia memperoleh Baccalaureate-nya.

Kemudian dia ditemukan oleh media, sebuah penghargaan beasiswa negara asing diterimanya untuk belajar kedokteran. Pada usia 16, dia magang untuk menjadi dokter termuda di dunia di usia 17 tahun.

“Ini benar-benar cincin cerita dongeng yang nyata,” kata bloger Haaren.

Lebih lanjut Haaren mengungkapkan Iqbal adalah putri dari seorang pengungsi Palestina dari Lembah Bekaa, Lebanon. Pemerintah yang membayar pendidikannya adalah Qatar. Dia akan membuka kantor di desanya Bekaa.

“Saya akan memperlakukan orang saya di Israel atau di wilayah pendudukan Palestina,” kata Iqbal.

Iqbal mengatakan bahwa dirinya merasakan keinginan untuk belajar dan kemudian kembali untuk mengatasi anak-anak pengungsi Palestina yang kehilangan perawatan kesehatan dasar, demikian dilaporkan oleh media Spoort.

“Saya berniat, insya Allah, untuk mengkhususkan diri dalam Pediatrics, jadi saya selalu punya waktu bulan Juni untuk klinik Cleveland di Ohio, di mana bisa diterima untuk bekerja dan belajar sebagai penduduk,” tambah Iqbal.  (rh/mina)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 7,60 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Bersama ASPAC, UIN Syarif Hidayatullah Gelar Seminar 69 Tahun Pembagian Palestina