Home / Berita / Daerah / KAMMI: BBM Naik, Rakyat Tercekik

KAMMI: BBM Naik, Rakyat Tercekik

2013-06-01 10.54.20dakwatuna.com – Batam – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Batam menggelar aksi di Simpang Jam Baloi untuk menolak rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Sabtu (1/6).

Ikro Bismitama, dalam orasinya mengatakan bahwa kenaikan harga BBM ini hanya akan berdampak negatif terhadap kesejahteraan masyarakat terutama golongan ekonomi menengah ke bawah.

“KAMMI secara tegas menolak kenaikan harga BBM, karena akan menambah kesengsaraan rakyat.” Teriak Ikro yang juga mahasiswa Universitas Riau Kepulauan.

Aksi yang dimulai dengan dorong motor dari simpang Orchid menuju simpang jam ini ingin mempertunjukkan kepada masyarakat terkait dampak yang akan timbul dari kenaikan harga BBM.

Adapun pernyataan sikap KAMMI yang dibacakan oleh orator aksi, Ikro Bismitama yaitu Pemerintah lebih baik melakukan penghematan dalam penggunaan APBN yang bersifat kedinasan dan aktivitas lain yang cenderung pada pemborosan.

“Menghimbau kepada pemerintah untuk memutuskan sesuatu dengan bijaksana dilengkapi dengan kajian ilmiah. Sehingga keputusan tidak diambil secara instan dan harus solutif.”

Terpisah, Ketua Umum Pengurus Komisariat KAMMI Batam, Purnama menyampaikan harapannya terhadap pemerintah kota bahkan provinsi Kepulauan Riau agar mampu menindaklanjuti aspirasi yang KAMMI sampaikan.

“Harapannya, dengan adanya aksi damai ini aspirasi yang kami layangkan mampu ditindaklanjuti oleh pemerintah setempat” Tutup purnama. (Puri)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Maraknya Buruh Cina Ilegal, Bukti Blundernya Kebijakan Pemerintah Jokowi