Home / Berita / Nasional / Ustadz Yusuf Mansur: Kami Punya Izin dan Diaudit Auditor Independen

Ustadz Yusuf Mansur: Kami Punya Izin dan Diaudit Auditor Independen

yusuf masyurdakwatuna.com – Jakarta. Ustadz Yusuf Mansur tak hanya dikenal sebagai dai yang sibuk berdakwah, namun juga membuka bisnis investasi. Ada dua bisnis investasi yang dijalankan Yusuf, yaitu Patungan Usaha dan Patungan Aset.

Dana investasi dari Patungan Usaha digunakan untuk mengakuisisi sebuah hotel dan apartemen.  Sementara dana investasi Patungan Aset digunakan untuk membelikan tanah kosong. Imbal hasil Patungan Usaha berasal dari bagi hasil keuntungan usaha. Sedangkan Patungan Aset ini akan menikmati imbal hasil dari kenaikan aset.

Namun, belakangan muncul tudingan bahwa investasi yang ia jalankan rawan menimbulkan masalah dan dianggap investasi yang tidak berizin. Apalagi, beberapa waktu lalu, Ustadz Yusuf diduga diperiksa bea cukai karena kedapatan membawa uang RM 1,5 juta dalam dua koper.

Menanggapi tudingan tersebut, Yusuf menyatakan tidak benar usaha yang ia jalankan tanpa izin. “Kami memiliki izin. Dan sejak 2007 kami diaudit oleh auditor independen, dan rutin dipublikasikan di Republika. Kami juga punya majalah sendiri yang dibagikan ke para donatur,” kata dia, Rabu (29/5).

Yusuf menegaskan, dirinya tidak pernah diperiksa bea cukai. “Saya silaturahim. Penafsiran wartawan pertama yang melihat saya yang salah. Saya mengundang kawan media yang peduli terhadap gerakan dakwah dan kemanusiaan untuk ikut bergerak,” ujarnya.

Saat ini, Yusuf melanjutkan, pihaknya memiliki 3.000-an rumah tahfizh gratis di seluruh Tanah Air dengan ratusan ribu santri yang samasekali tidak dipungut biaya apa pun. Pesantren yang ia bangun, kata Yusuf, bukan hanya di kota besar tapi menjangkau Indonesia bagian timur hingga luar negeri seperti di Afrika Selatan.

“Daripada banyak curiga, ayo bersama-sama. Banyak hal yang tidak dilakukan pemerintah, ayo kita kerjakan, khususnya di bidang pendidikan, dakwah, dan kemanusiaan. Atas izin Allah, kami membangun banyak Kampung Quran di beberapa daerah bencana dan terisolasi seperti di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Merapi,” jelasnya. (ca/rol)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (9 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Ilustrasi. (plus.google.com)

Audit Syariah Solusi Shariah Compliance Lembaga Keuangan Syariah

Organization