Home / Berita / Silaturahim / Filantrophy ala Asma Nadia

Filantrophy ala Asma Nadia

Penulis, Asma Nadia
Penulis, Asma Nadia

dakwatuna.com Ramah, familiar dan antusias itulah kesan pertama ketika kami mewawancari seorang penulis muslimah muda yang mempunyai nama populer Asma Nadia. Dengan jilbab pink dan berjaket hitam Ia menyambut kedatangan kami. Tidak beberapa lama interview pun berlangsung dengan serunya, alur interview berjalan bersifat diskusi kecil yang begitu hangat.

Asma Nadia yang bernama asli Asmarani Rosalba saat ini dikenal sebagai Pendiri sekaligus Ketua Forum Lingkar Pena, suatu perkumpulan yang ikut dibidaninya untuk membantu penulis-penulis muda. Ia juga  merintis penerbitan sendiri: Asma Nadia Publishing House. Salah satu buku yang diterbitkan telah dialihkan ke layar lebar, berjudul Emak Ingin Naik Haji. Terakhir melalui Yayasan Asma Nadia, ia merintis Rumah Baca Asma Nadia (RBA).

Banyak yang kami diskusikan dengan Beliau, terutama terkait dengan 3 pilar ACT (Humanity, Philantrophy dan Volenteerism) dalam konteks di dunia tulis menulis dan jurnalistik. Menurutnya Perkembangan Jurnalisme kemanusiaan, saat ini sudah cukup bagus, meskipun bukan bencana besar, pengungkapan kasus Tasripin, sehingga seluruh masyarakat tahu, itu tak lepas dari peran media yang menguak atau mengangkatnya.

Namun  terkadang media terutama media infotainment kurang manusiawi tidak mempunyai sense off humanity dalam melakukan liputan nya, dan itu pekerjaan rumah (PR) bagi seluruh media di Indonesia.

“Saat ini banyak bencana di Nusantara ini, masyarakat akan lebih peduli kalau mereka itu tahu. Media mempunyai peran untuk memberitakan potret kemanusiaan itu.” ujar Ibu 2 anak ini memaparkan.

Alumnus SMU Boedi Oetomo ini berpendapat bahwa jurnalisme kemanusiaan saat ini masih tenggelam, media saat ini lebih asik memberitakan peristiwa politik dan saat ini pemberitaan masih di dominasi dengan pemberitaan KPK dalam pemberantasan korupsi.

“Kita pernah dihentakkan media itu ketika berita bencana besar seperti Tsunami, padahal saat ini di beberapa daerah terjadi beberapa kali bencana banjir bandang situasinya juga parah dan memperhatikan.” ungkapnya.

Pendonor royalti dari buku Emak Ingin Naik Haji yang diberikan 100 persen keuntungannya untuk sosial kemanusiaan ini mengatakan Indonesia adalah tanah air kita bersama, alangkah lebih baiknya, para kolumnis, cerpenis, jurnalis, sama-sama bergerak mengenyampingkan agenda masing-masing.

“Saya pernah menulis di resonansi koran Republika tentang bencana, yang orang-orang seringkali mengatakan ini bencana alam, padahal kalau bencana alam berulang itu berarti itu bukan bencana lagi tapi miss-management.” Katanya.

Salah satu penulis lirik lagu Snada ini berpendapat bahwa jurnalis/penulis selain memberitakan berita atau tulisan kemanusiaan sehingga orang banyak peduli, juga diharapkan ikut terlibat langsung mengetuk orang-orang yang punya kewenangan tadi, sehingga mereka lebih tanggap dan lebih serius.

Asma juga ingin ikut berkontribusi banyak dalam kemanusiaan di luar bencana alam, konsentrasi beliau adalah dalam advokasi rumah tangga terutama upaya menghilangkan perilaku kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). “Saya kira tindakan kekerasan terhadap anak-anak dan KDRT masih tinggi, kalau ada yang mengajak untuk memberikan penyuluhan saya siap memberikan penyuluhan bagi ibu-ibu.” Tekadnya dengan lantang.

Menurutnya yang dilakukan rumah baca saat ini tidak hanya menyediakan buku-buku buat anak-anak, namun buat orang tua juga.

“Kekerasan itu terjadi biasanya di kalangan minim ekonomi, jadi kita berikan penyuluhan khususnya untuk anak-anak nanti kita berikan  buku-buku yang mendorong ayahnya untuk berwirausaha, atau punya daya ungkit secara perekonomian mereka. Kemudian yang ke dua menurut Beliau bisa memberikan buku-buku untuk wawasan para ibu, dengan harapan itu bisa meminimalisir kekerasan terhadap anak.” Jelasnya dengan rinci. (Muhajir/ACT)

About these ads

Redaktur: Samin B

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Semarak, Konser Kepedulian untuk Korban Asap Geisha Band