Home / Berita / Internasional / Amerika / Erdogan: Tidak Ada Kesepakatan Damai Tanpa Rekonsiliasi Palestina

Erdogan: Tidak Ada Kesepakatan Damai Tanpa Rekonsiliasi Palestina

Perdana Menteri Turki, Erdogan (inet)
Perdana Menteri Turki, Erdogan (inet)

dakwatuna.com – New York. Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan mengingatkan bahwa kesepakatan damai di kawasan Palestina tidak akan terwujud tanpa adanya rekonsiliasi di dalam Palestina.

“Karenanya proses rekonsiliasi antara Fatah dan Hamas harus tercapai,” ujar Erdogan pada Washington Think Tank saat kunjungan ke Amerika Serikat, Jum’at (17/5).

Menurutnya, jika rekonsiliasi tidak tercapai, maka solusi diskusi Israel-Palestina akan sulit diperoleh,” katanya seperti dikutip media berbasis di Gaza, Al-Resalah.

Dia mengungkapkan, dirinya telah mengatakan kepada Tony Blair, utusan khusus negara kuartet bahwa Hamas harus ikut serta dalam meja perundingan untuk perdamaian di Timur Tengah.

Dia berbicara setelah bertemu Presiden AS Barack Obama pada Kamis (16/5) dan menegaskan rencananya mengunjungi Jalur Gaza yang dikuasai pihak Hamas serta Tepi Barat yang dikuasai Fatah pada bulan depan, meskipun rencana itu ditentang AS.

Dalam kunjungan kedua wilayah Palestina itu, Erdogan kemungkinan akan bertemu dengan para pimpinan Hamas di Gaza serta dengan Presiden Mahmoud Abbas di Ramallah.

“Ada banyak hal yang bisa kita lakukan dalam pembicaraan dengan Hamas dan Fatah. Kami ingin mereka berjuang bersama-sama dan setuju satu sama lain,” kata Erdogan berbicara melalui penerjemah di Brookings Institution.

Erdogan menambahkan, jika rekonsiliasi antara kedua belah pihak Palestina tercapai, pembicaraan dengan Israel akan bergerak maju lebih cepat.

Namun Washington meminta Erdogan menunda kunjungannya ke Jalur Gaza, dengan alasan dapat mengganggu upaya menghidupkan kembali proses perdamaian di Timur Tengah yang hampir mati.

“Kami menentang keterlibatan Hamas yang tetap menjadi kekuatan pengganggu di Gaza dan Palestina,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Jen Psaki kepada wartawan.

Ia mendesak semua pihak yang berbagi minat dalam penciptaan negara Palestina untuk mempromosikan dimulainya kembali pembicaraan damai antara Palestina dan Israel,” tambahnya.

Sejak John Kerry menjabat sebagai Menlu AS Februari 2013, ia berusaha membuat opini dunia internasional untuk memulai pembicaraan damai Israel-Palestina yang terhenti sejak akhir 2010.

Kerry akan kembali ke kawasan Timur Tengah pekan depan dan diperkirakan akan melakukan kunjungan keempatnya ke Israel dalam tiga bulan terakhir.

Pernyataan Erdogan yang akan berkunjung juga ke Tepi Barat adalah untuk menenangkan kemarahan AS atas rencananya bertemu para pemimpin Hamas di Gaza.

Namun, Perdana Menteri Turki Erdogan mensyaratkan, Israel harus menarik diri ke perbatasan 1967 dan mengakui negara Palestina.

“Selama Israel tidak menerima Palestina sebagai sebuah negara, tidak ada banyak yang bisa dibicarakan dalam hal mencapai perdamaian,” katanya. (usb/MINA)

About these ads

Redaktur: Samin B

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

AS: Rudal Rusia Ancaman Bagi Stabilitas Eropa