Home / Berita / Analisa / Ada Apa Dengan TV One dan Metro TV?

Ada Apa Dengan TV One dan Metro TV?

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

Bismillah…

Metro TV-TV One (inet)
Metro TV-TV One (inet)

dakwatuna.com Tentunya masyarakat bertanya dengan keberadaan TV One dan Metro TV dengan tiba-tiba menghentikan tayangkan live pada edisi jumat, 17 Mei 2013 terhadap persidangan terpidana Dirut PT Indoguna Utama Maria Elizabeth Liman yang dihadiri para saksi-saksi seperti AF, LHI dan sebagainya.

Biasanya kedua media tersebut selalu menayangkan persidangan korupsi secara live hingga selesai, tapi setelah AF bersaksi acara live diberhentikan dan dilanjutkan dengan acara lain. Sangat disayangi sekali, media-media langsung menghentikan siarannya karena kesaksian AF menguntungkan PKS dan dianggap berlawanan dengan opini dituduhkan atau dibangun sejumlah media selama ini.

Sedangkan Pada berita-berita selanjutnya, di sore dan malam hari, kedua TV tersebut hanya menayangkan cuplikan-cuplikan “tertentu.” Karena  media pasti tidak mau malu dan pasti akhirnya tetap memvonis salah LHI karena media mau citra dirinya tetap baik, memiliki integritas dan media TAK PERNAH SALAH… (Inilah kekuatan media mainstream saat ini mereka begitu mudah untuk membangun opini).

Pertanyaan: Ada apa sebenarnya di balik pemberhentian tayang live tersebut? Perlu kita pertanyakan integritas kedua media tersebut, masihkah independen atau telah diintervensi si pemilik modal? untuk kepentingan politik menjelang pemilu 2014? Apakah benar ada upaya media ingin menghancurkan PKS?

Bisa kita bayangkan jika media telah dikuasai politik? Bisa kita bayangkan informasi yang disuguhi selalu memihak pada pemiliknya? Bisa kita bayangkan informasi yang dituangkan selalu akan menjatuhkan lawan politik?

Apapun media sajikan jangan ditelan mentah, jangan digunakan reference utama, jangan digunakan sebagai patokan mutlak dan sebaiknya lihatlah segala masalah dari segala sisi atau istilah kerennya lihatlah dari segala ilmu agar termasuk penonton kritis dan pembaca yang cerdas sehingga bisa membedakan antara opini dan fakta karena saat kita hidup di zaman intelektualitas

Andai kedua media tersebut tetap setia menayangkan berita tersebut tentu akan terungkap kebenaran sesungguhnya, tentunya masyarakat semakin tahu mana opini dan fakta, atau jangan-jangan kedua media tersebut tak ingin masyarakat untuk mengetahui kebenaran sesungguhnya atau sengaja mengelabui masyarakat dengan menayangkan informasi sepotong-potong. Walaupun kedua media menghentikan penayangan live, insya Allah masyarakat tidak akan tertutup mata hati untuk mencari kebenaran dari media social dan media alternatif lainnya yang masih setia menyampaikan informasi yang valid.

About these ads

Redaktur: Samin B

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (80 votes, average: 9,51 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Sholiat Alhanin
Alumni Unpad dan UGM. Berprofesi sebagai Dosen, Penulis Lepas dan Penyiar
  • Alif

    Itu artinya stasiun tv disini sudah jauh lebih kreatif dari stasiun2 tv di Amrik, mba. Disana pemilik/pemodalnya non muslim, tapi content tetap kreatif dan yang semestinya tayang ya tayang. Lha kalo disini kebalikannya. ;p

  • Akhuukum

    It certainly makes sense because TVONE is owned by the richest man in Indonesia, who is going to come forwaird to be the candidate of president from a certain party while metroTV can be seen that it doesn’t like to know Islam in Indonesia developed. I don’t know why.

  • Katanya sih itu kan saya punya ? mau disiarkan semuanya atau sepotong potong kaya roti bakar, dimana-mana yang punya modal pasti menang cuman di akherat aje baru deh nyerah, amin

  • lha pemilik modalnya capres semua, mungkin kalau si anak singkong mau jadi kader PKS baru lain lagi ceritanya, mungkin bisa berimbang. maaf kalau salah

  • detik[dot]com punya trans corp (anak singkong)… isinya banyak sekali memojokkan PKS…. New Tyranny… Press Tyranny.

  • suatu kasus yg melibatkan banyak pihak….. bukan saja pihak PKS tp banyak lagi yg terkait….
    pastilah kasus itu untuk segera diselesaiakan….. agar tdk diungkap merembet ke pihak lain

  • seharusnya arb menyelesaikan kasus lapindo dulu sebelum nyapres,jangan berbuat zalim,pastil rakyat korban lapindo berdoa j agar arb gagal jadi presiden

  • media menjadi senjata utama menjatuhkan lawan politik. maklum pemilu sudah dekat. mereka berlomba-lomba membangun citra dan menaikkan pamor. namun yang pasti, kebenaran pasti akan terbuka pada akhirnya.

  • dwi joko

    sebenarnya klo terkait tidak imbang dan cenderung pesanan, media sih sah sah wae (kan swasta)…. tapi klo sudah menyembunyikan informasi dg sengaja dan memutarbalikkan data, itu yang menyalahi etika……bayangin klo orang tak beretika jadi presiden kita…. biuhhh bakalan nrunyam urasan…………….#go pemimpin beretika

  • Ivan Aditya

    kenapa juga yang komplain hanya dakwatuna???
    yang lain aja nggak ada masalah….
    semua karena dakwatuna tuh bagian dari PKS……
    dakwah ya dakwah…..
    jangan dicampur dengan politik….
    klo politik ya politik….
    kenapa nggak bahas kelebihan politik petinggi PKS dalam berpoligami???
    ditunggu ya berita tentang poligaminya petinggi PKS….

  • Ivan Aditya

    kenapa juga yang komplain hanya dakwatuna???
    yang lain aja nggak ada masalah….
    semua karena dakwatuna tuh bagian dari PKS……
    dakwah ya dakwah…..
    jangan dicampur dengan politik….
    klo politik ya politik….
    kenapa nggak bahas kelebihan politik petinggi PKS dalam berpoligami???
    ditunggu ya berita tentang poligaminya petinggi PKS….

  • khairi

    ha itulh media….siapa yg byak duit dan mempunyai media(cenel) dialh yg berkuasa….seharusnya ini jga menjadi motivasi kita! Agar suatu saat kita jga mempunyai media massa seperti tv one dan metro tv!

Lihat Juga

Sekelompok rakyat Tunisia menentang terjadinya kudeta militer di Turki. (aljazera.net)

Bagaimana Reaksi Dunia Arab dalam Masalah Kudeta Militer di Turki?