Home / Berita / Nasional / Setelah Periksa Sri Mulyani, Akankah KPK Periksa Budiono

Setelah Periksa Sri Mulyani, Akankah KPK Periksa Budiono

centurydakwatuna.com – Jakarta.  Menyikapi maraknya tuntutan agak KPK segera menuntaskan kasus-kasus besar yang sedang ditangani, Tim KPK telah memeriksa mantan menkeu Sri Mulyani terkait kasus Century. Pemeriksaan sendiri bukan dilakukan di Indonesia, tetapi Tim KPK terbang ke Amerika untuk melakukan pemeriksaan tersebut.

KPK mendapatkan sejumlah konfirmasi dari pemeriksaan itu.

“Menurut keterangan dari penyidik, pemeriksaan dua saksi di Amerika mengkonfirmasi beberapa dugaan yang sebelumnya diperkirakan,” ujar Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto di kantornya, Jumat (10/5/2013).

Di negeri Paman Sam, KPK selain memeriksa Sri Mulyani juga memeriksa
pejabat BI Wimboh Santoto. Nama terakhir saat ini menjadi kepala perwakilan BI di AS.

Hanya saja, pimpinan KPK yang membidangi penindakan ini mengaku belum bisa membuka hasil pemeriksaan ke publik. “Belum bisa disampaikan tapi, hasilnya sangat memuaskan,” ujarnya

Ia berharap dalam waktu dekat ini hasil dari pemeriksaan atas saksi-saksi kasus Century di luar negeri bisa segera dibahas dalam gelar perkara. “Mudah-mudahan dalam sepekan laporan hasil pemeriksaan sudah disirkulasikan,” bebernya.

Disinggung kemungkinan KPK bakal memeriksa Wakil Presiden Boediono, yang saat dana bailout dikucurkan pada 2008  itu masih menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia, Bambang memang tak menampiknya. “Sampai saat ini belum dengar dari penyidik (untuk periksa Boediono). Tapi, tidak tertutup kemungkinan akan hal itu,” jelasnya lagi. (fp/boy/dtk/jpnn)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • semoga Allah memudahkan jalan bagi penegak hukum untuk menyelesaikan tugasnya dengan adil.

Lihat Juga

Donald Trump dan Hillary Clinton. (aljazeera)

Faktor Kemenangan Trump Yang Mengejutkan*