Home / Berita / Daerah / Titin Sobokarti: Kami Kewahyon Kedatangan Anis Matta

Titin Sobokarti: Kami Kewahyon Kedatangan Anis Matta

dakwatuna.com – Semarang. Sebagai rangkaian kunjungan ke Jawa Tengah, Presiden Partai keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta, Lc, turut mengunjungi salah satu kelompok seni yang bernama Sobokarti, di Semarang, Rabu (3/4/13). Dalam pertemuan dengan Kelompok Sobokarti, Anis Matta di terima oleh jajaran pengurus Yayasan Sobokarti, para seniman, dan juga masyarakat Semarang.

Dalam sambutannya, Anis Matta mengapresiasi langkah untuk melestarikan budaya Jawa sebagai bagian dari warisan nasional.

“Saya secara pribadi, dan kami secara institusi memberikan perhatian khusus akan pengembangan seni budaya,” kata Anis

DI internal PKS sendiri, lanjut Anis, beberapa kader PKS juga sudah banyak terlibat dalam bidang seni dan budaya, seperti Karya Film Nasional Ayat-ayat cinta, Republik Twitter, dan beberapa karya lainnya adalah hasil kreativitas Kader PKS.

Anis menyatakan bahwa saat ini ada wadah khusus bagi sastrawan muda di PKS untuk berkreasi. Anis mencontohkan karya fenomenal Ayat-Ayat Cinta adalah karya dari kader PKS.

“Forum lingkar pena, tempat anak-anak muda PKS berkarya saat ini memiliki anggota lebih dari 2 juta,” imbuh Anis.

Anis juga menyampaikan saat ini sedang berkembang di kalangan muda PKS kegiatan pembuatan film indie. Hal ini merupakan wujud perhatian PKS pada seni budaya, media-media tadi bagaimanapun adalah wujud dari kreativitas seni dan budaya kontemporer.

“Saat ini kami sedang merintis pusat film di Jabar,” kata Anis.

Sementara Titin Srirejeki, sekretaris yayasan Sobokarti menyampaikan rasa “bungah” yang mendalam akan kesediaan rombongan PKS untuk hadir di Sobokarti.

“Kami seperti “kewahyon” dengan kehadiran pak Anis. Ini namanya nguri-uri budaya ya nguri-uri politik,” kata Titin. Selanjutnya Titin menyatakan bahwa saat ini dia dan rekan – rekan Sobokarti sekuat tenaga nguri-uri budaya jawa. Dengan seadanya sekuat tenaga berupaya apapun yang bisa dilakukan.

Beberapa pengurus menyampaikan keluhan yang sama tentang perhatian pemerintah yang mulai menurun terhadap kegiatan dan regenerasi di dunia seni budaya. Masa keemasan Sobokarti yang dulu sempat menjadi basis komunitas berkesenian di Semarang sudah lama memudar. Keinginan para seniman agar Sobokarti kembali menjadi laboratorium seni budaya, saat ini mengalami kendala karena minimnya dana.

Senyampang dengan Titin, Sunarno, salah satu pengurus Sobokarti menunjukkan kepada anis wayang plastik. Ini adalah salah satu kreasi yang diupayakan dari Sobokarti dalam nguri-uri budaya jawa dengan low cost.

“Kalau kulit mahal pak, plastik yang terjangkau hingga kami buat menjadi wayang,” kata Narno. Narno mengatakan bahwa cara cara tersebut dilakukan agar kegiatan berkesinian terus berjalan.

Anis Matta menjawab persoalan yang dihadapi oleh Sobokarti dengan membawa dua pengurus PKS yang saat ini duduk di komisi 10 DPR.

“Agar aspirasinya nanti bisa diperjuangkan,” kata Anis. Dalam kesempatan tersebut Anis langsung meminta kepada jajaran pengurus Sobokarti untuk bisa perform di acara milad PKS April ini di Solo.

“Di setiap kunjungan daerah kami selalu meminta para seniman untuk perform, maka kami minta tolong nanti teman-teman tampil meramaikan,” tutup Anis disambut antusias pengurus Sobokarti.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Ilustrasi. (Ulfa Wardani)

Datangi dengan Hati