Home / Narasi Islam / Politik / Solusi Kepemimpinan Masa Kini: “Kepemimpinan Profetik”

Solusi Kepemimpinan Masa Kini: “Kepemimpinan Profetik”

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com – Pada masa ini, konsep-konsep kepemimpinan biasanya memisahkan antara kepemimpinan dunia dan kepemimpinan akhirat. Gaya kepemimpinan tersebut tidaklah bisa menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada. Solusinya adalah kepemimpinan profetik, yaitu kepemimpinan yang didasarkan pada kisah-kisah nabi yang tertulis di Al Quran. Karakter pemimpin Islami haruslah dibentuk sejak dini.

Dalam Hadits Rasulullah SAW, “setiap kita adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya. Oleh karena itu kita perlu memikirkan bagaimana kelak kita sebagai seorang pemimpin dimintai pertanggungjawabannya. Kepemimpinan profetik adalah kepemimpinan yang membebaskan penghambaan manusia hanya kepada Allah semata. Alm Prof. Dr. Kuntowijoyo menyatakan bahwa kepemimpinan profetik membawa misi humanisasi, liberalisasi dan transendensi. Misi humanisasi yaitu mengajak pada kebaikan atau ta’muruna bil ma’ruf. Misi liberalisasi yang membebaskan manusia dari belenggu keterpurukan dan penindasan atau tanhauna anil munkar. Sedangkan misi transendensi yaitu tu’minuna billah, yaitu sebagai manifestasi dari misi humanisasi dan liberasi, kesadaran ilahiyah yang mampu menggerakkan hati dan bersikap ikhlas terhadap segala yang telah dilakukan.

Tugas pemimpin profetik seperti dalam QS. Al Baqarah: 151, tahap pertama adalah membaca, dengan pastinya menguasai konsep, teori dan paradigma dasar. Tahap kedua adalah penyucian atau purifikasi, yaitu penyucian pikiran dan perasaan dari muatan-muatan negatif. Tahap ketiga adalah pengajaran, harus menguasai epitemologi dan metodologi, mengajarkan ilmu berupa kauniyah dan kauliyah. Tahap keempat adalah penguasaan informasi dan masalah-masalah baru yang dinamis.

Kita harus mencontoh Nabi Adam AS, nabi dan pemimpin profetik pertama di dunia. Dalam Al Baqarah: 30, di mana malaikat protes kepada Allah kenapa menciptakan manusia di muka bumi, padahal manusia hanya akan berbuat kerusakan. Namun Allah maha mengetahui segala sesuatu, karena tujuan manusia diciptakan adalah untuk dijadikan khalifah di muka bumi ini.

Kriteria utama kesuksesan pemimpin adalah kesadaran akan peran dan fungsinya sebagai khalifah di muka bumi. Untuk mencapai kriteria tersebut, pemimpin haruslah mempunyai visi dan misi keillahiyahan yang kuat, dengan itu pemimpin akan memiliki legitimasi yang kokoh. Kita harus mencontoh kepemimpinan nabi-nabi, yaitu berilmu, kuat dan amanah seperti yang beberapa kali disebutkan dalam Al Quran.

Kepemimpinan dalam hal ilmu, seorang pemimpin haruslah mempunyai ilmu, ilmulah yang akan mampu menjadikan dirinya mampu memutuskan. Ilmu yang dalam akan bisa mencegah seorang pemimpin dari tindakan tergesa-gesa, sikap emosional, dan tidak sabar. Kepemimpinan kekuatan, hal yang paling rawan adalah harta, tahta, dan wanita, seberapa kuat pemimpin mampu menghindarinya. Seperti pada masa Rasulullah, Abu Dzar Al Ghifary lemah jika digoda, maka Rasul tidak mengangkatnya sebagai pemimpin.

Kriteria lainnya adalah pemimpin yang amanah, hal ini diukur dari kredibilitas dan integritasnya. Dan tugas paling penting sebagai seorang pemimpin adalah regenerasi, yaitu bagaimana pemimpin mampu mewariskan sifat-sifat kepemimpinan profetik. Karena pada dasarnya pemimpin tidak terbentuk secara tiba-tiba, tetapi pemimpin itu dibentuk dalam waktu dan proses yang berkelanjutan.

Al Qur’an Surat Al-Maidah ayat 55-56: “Sesungguhnya pemimpin kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah). Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi pemimpinnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang.”

About these ads

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 8,40 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Kurnia Candra Utama
Mahasiswa Teknik Pertambangan Institut Teknologi Bandung. Peserta Program Pembinaan Sumber Daya Manusia Strategis (PPSDMS) Nurul Fikri angkatan 6.

Lihat Juga

Keistimewaan Para Penghafal Al-Quran di Dunia