19:00 - Selasa, 21 Oktober 2014

Anak Luthfi Hasan Ishaaq: Ayah Kami Adalah Pejuang, Allah yang Akan Mengembalikannya Kepada Kami

Rubrik: Nasional | Kontributor: dakwatuna.com - 20/03/13 | 13:05 | 09 Jumada al-Ula 1434 H

Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq. (inet)

Luthfi Hasan Ishaaq. (inet)

dakwatuna.com - Apa tanggapan anak-anak Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) terkait status ayahnya yang kini berada di Rutan Guntur? Yang pasti, menurut Qaanita Luthfi, anak perempuan LHI, hampir tidak ada yang berubah.

“Antara ayah di DPP PKS dan di rutan, kami lihat kesibukannya sama saja nggak ada nganggurnya, kayak lagi di DPP pindah ke rutan aja,” terang Qaanita, 23, sambil tersenyum. “Ayah memang bisa mengotak-kotakan semua persoalan di kepalanya. Jadi kalau yang berkunjung teman ayah si A, si B, si C, kemudian sisa (waktu)-nya baru untuk kita. Kita sih sudah terbiasa akan hal itu.”

Qaanita menurutkan bahwa yang paling jelas berubah ritme LHI adalah waktu tidurnya. “Kami lihat waktu tidur ayah lebih teratur, ada banyak kesempatan buat olah raga lagi, jadi tampak ayah sehat.”

Selama berada di rutan, bagaimana Qaanita dan saudara-saudaranya berkomunikasi dengan LHI? Lewat surat, demikian Qaanita. “Karena sulit bicara panjang lebar. Begutupun jika ayah membutuhkan apa-apa, ya lewat tulisan.”

Baik Qaanita dan saudara-saudaranya tidak sedikitpun tampak terganggu dengan kasus yang sedang menimpa ayahnya. Sejak kecil, Qaanita dan saudara-saudaranya yang berjumlah 11 orang kerap diajari LHI bahwa keluarga mereka adalah keluarga pejuang. “Kalau pejuang itu siap ditempatkan di mana saja. Ayah selalu bilang, ada atau tidak adanya ayah, kita semua harus tetap berjalan. Kalau berpolitik, risikonya siap dipukul dan memukul. Itu selalu ayah ceritakan kepada kami.”

Qaanita menandaskan bahwa kebanggaannya terhadap LHI tak pernah berkurang sedikitpun. “Ayah kami adalah pejuang. Jadi, kami ingin ayah terus berjuang dimanapun itu. Dalam doa kami, tahajjud kami, puasa kami, selalu kami selipkan doa buat ayah. Kami yakin, Allah akan kembalikan ayah kami secepatnya.” (ist)

Redaktur: Hendra

Topik:

Keyword: , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (88 orang menilai, rata-rata: 9,51 dalam skala 10)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • http://www.facebook.com/iqbalroot Muhammad Iqbal Hasibuan

    Kita do’akan ustadz LHI kembali ke pangkuan keluarga.

  • http://www.facebook.com/hanafi.hans.587 Hanafi Hans

    aminn ya Rabb…. hidup to berjuang.. pergi untuk kembali… semoga Utsd segera kumpul dgn keluarga tercinta.. amin..

  • http://www.facebook.com/niayanimulyani Nia Yani Mulyani

    menangis aku membacanya….. :( :( :(

  • http://www.facebook.com/seno.widihardjo Seno Widihardjo

    Anak sholehah adalah penyejuk mata saat Ayahnda mengalami tribulasi perjuangan dakwah

  • http://www.facebook.com/arrazaq.shadiq Arrazaq Shadiq

    Maklum anak-anak mereka belum tahu apa-apa, janganlah orang tua melibatkan anak-anak dalam hal ini.Tidak semua orang itu benar walau dimata orang banyak mereka mengatakan mereka itu benar. Samething wrong..

  • http://www.facebook.com/afra.firdausi.1 Afra Firdausi

    saya bangga membaca ini.

    • http://www.facebook.com/afra.firdausi.1 Afra Firdausi

      beliau (Ustadz Luthfi) mengajarkan banyak hal. salah satunya sikap sebagai seorang ayah—mengondisikan keluarganya sebagai keluarga pejuang, yang siap ditempatkan dimana saja. dasyat!

  • Fatkhuddin

    semoga “keberjuangan”nya tidak semata-mata karena sapi

  • http://www.facebook.com/dharmono.raharjo.5 Dharmono Raharjo

    bangga apanya..ketahuan istri 5..gimana ngempaninya klau nggak nyolong..udah tahu maling masih aja dibanggakan..sedih saya dengarnya kagak tahu malu..atau memang udah putus urat malunya..konspirasi yahudi..yahudi dibawa bawa untuk menutupi boroknya…astaqfirullah ..

Iklan negatif? Laporkan!
78 queries in 1,444 seconds.