07:27 - Selasa, 25 November 2014

Ini Dia Solusi untuk Mengatasi Kenaikan Harga Bawang

Rubrik: Nasional | Kontributor: dakwatuna.com - 14/03/13 | 08:34 | 03 Jumada al-Ula 1434 H

Ilustrasi - Bawang merah. (KOMPAS/HERU SRI KUMORO)

Ilustrasi – Bawang merah. (KOMPAS/HERU SRI KUMORO)

dakwatuna.com – Jakarta. Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PKS, Habib Nabiel Almusawa meminta Pemerintah untuk menyiapkan solusi dan langkah-langkah guna mengatasi permasalahan kelangkaan dan kenaikan harga bawang putih yang terus melonjak dalam dua pekan terakhir di atas Rp 50.000 per kilogram.

Menurutnya, ada dua langkah yang bisa ditempuh, yaitu langkah jangka pendek dan jangka panjang. Dalam jangka pendek pemerintah harus melakukan intervensi dan operasi pasar, serta membongkar dan menindak tegas spekulan yang mengambil untung dibalik kenaikan harga bawang.

“Sebagai solusi jangka panjangnya, maka swa sembada bawang melalui penyediaan lahan harus terus diupayakan, karena permasalahan kita untuk bisa swa sembada produk pertanian terkendala ketersediaan lahan,” ujarnya.

“Menurut informasi yang saya terima, banyak importir bodong yang tidak semestinya dapat kuota dan menjual-belikan kuota impor. Nah, kita minta semua pihak dari kementerian terkait; Kemendag, Kementan, dan Kemenko untuk membuka siapa dalang dari kenaikan harga bawang secara drastis ini?” tambah Habib Nabiel.

Nabiel Almusawa melajutkan, “Jangan hal ini seolah-olah hanya persoalan Kementan saja, sedangkan kementerian yang lain saling lempar tanggungjawab. Jika setiap persoalan kenaikan/penurunan harga bahan pangan ditujukan kepada Kementan, ini menjadi pertanyaan. Apalagi belum apa-apa Gita Wiryawan selaku Menteri Perdagangan sudah membuat pernyataan di media elektronik akan menghapuskan bea impor. Kalau para pemangku kebijakan berpikirnya simplistis dan tidak menyelesaikan substansi masalah, akan jadi apa bangsa ini?”

“Sikap pragmatis dan kepentingan bisnis jangan mengabaikan semangat bangsa ini untuk mandiri dan berdaulat. Dia menambahkan, bercermin pada realitas dan fenomena global, lazim jika pemerintah juga berpihak kepada petani dan kepentingan nasional. Salah satunya dengan kebijakan membatasi impor”, pungkasnya.

Redaktur: Hendra

Topik:

Keyword: , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (4 orang menilai, rata-rata: 7,75 dalam skala 10)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
Iklan negatif? Laporkan!
87 queries in 1,386 seconds.