Home / Berita / Nasional / Hatta Rajasa: PDP Salurkan Aspirasi Politik Melalui PAN

Hatta Rajasa: PDP Salurkan Aspirasi Politik Melalui PAN

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Hatta Rajasa. (unlam.ac.id)
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Hatta Rajasa. (unlam.ac.id)

dakwatuna.comKetua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Hatta Rajasa, membenarkan kabar bergabungnya Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) ke partai yang dipimpinnya.

PAN, kata Hatta, merupakan partai terbuka, dan karenanya bersedia menerima PDP, partai yang dinyatakan tak lolos verifikasi faktual oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Bagi PAN, bergabungnya partai yang dipimpin Roy BB Janis itu menjadi semacam kekuatan baru, sehingga akan memperkuat Partai.

“Tentu saja, bagaimana pun kita harus berkolaborasi dengan tokoh-tokoh politik, yang bisa menyalurkan aspirasi politiknya melalui PAN, sebagai partai yang terbuka, partai yang plural, yang inklusif,” ujarnya, kepada wartawan, saat menghadiri acara peluncuran buku biografi Ketua MUI, Ma’ruf Amin, di Jakarta, Senin malam, 11 Maret 2013.

Menurut Hatta, sesungguhnya bukan hanya PDP yang bergabung dengan PAN. Sudah ada tiga partai yang menyatakan akan menyalurkan aspirasi politiknya di PAN, yakni Partai Bintang Reformasi (PBR), Partai Nasional Benteng Kerakyatan (PNBK), dan Partai Barnas.

Namun, Hatta mengungkapkan bahwa keempat partai itu bukan bergabung secara kelembagaan, sebab memang tak diatur oleh Konstitusi mengenai penggabungan partai. Penggabungan yang dimaksud sebatas bergabungnya tokoh dan kader keempat partai itu ke PAN demi menyalurkan aspirasi politiknya.

“Lebih baik kita sebut menyalurkan aspirasi politiknya melalui PAN, karena kalau bergabung itu kan belum dikenal (tidak diatur oleh Undang-Undang). Yang namanya fusi (partai) cuma terjadi dulu (di era Orde Baru). Sekarang, konfederasi juga belum dikenal,” ujar Menteri Koordinator Perekonomian itu.

PDP hari ini mengumumkan kepada wartawan untuk bergabung ke PAN. PDP menilai diri memiliki kesamaan visi dan misi dengan PAN.

Menurut Bendahara Umum PDP, Noviantika Nasution, kesamaan visi dan misi, di antaranya, PAN memiliki kesamaan ideologi yang menjadikan Pancasila sebagai dasar perjuangan politik.

“Kami sangat mencermati, sangat memperhitungkan dan dari segala aspek, maka akhirnya PAN tempat berlabuhnya PDP, selain itu PAN juga merupakan partai reformasi yang lahir di era reformasi 1998, dan sejalan dengan PDP yang lahir dalam gerakan pembaruan,” terang Novi, kepada wartawan, di Jakarta, hari ini.

Alasan lain, kata Novi, kedua parpol juga memiliki kesamaan platform untuk memperjuangkan cita-cita Indonesia baru yang lebih sejahtera dan bebas korupsi. PAN juga dipimpin figur yang yang santun, kemampuan manajemen organisasi yang baik, serta relatif kondusif dari konflik internal.

Menurut Novi, PAN mampu memberikan apresiasi atas PDP dalam hubungan politik selama ini, baik pusat maupun daerah, terutama dalam proses pendaftaran caleg untuk Pemilu tahun 2014.

PAN nantinya akan mengakomodasi kader-kader potensial PDP untuk dicalonkan sebagai anggota legislatif dalam Pemilu DPR dan DPRD tahun 2014.

“Kekuatan PDP dan PAN diharapkan akan semakin menggelora dan semakin eksis dalam pembangunan bangsa ke depan. Insya Allah, kita sukses di Pileg (Pemilu Legislatif) dan Pilpres (Pemilu Presiden) nanti,” tukasnya.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Mencontoh Nabi dalam Berpolitik