Home / Berita / Internasional / Asia / RI-Jepang Galang Dukungan Pembangunan Palestina

RI-Jepang Galang Dukungan Pembangunan Palestina

Konferensi Negara-Negara Asia Timur bagi Pembangunan  Palestina (CEAPAD – Conference on Cooperation among East Asian Countries for Palestinian Development) di Tokyo, Jepang, 15 Februari 2013. (japantimes.co.jp / Kyodo)
Konferensi Negara-Negara Asia Timur bagi Pembangunan Palestina (CEAPAD – Conference on Cooperation among East Asian Countries for Palestinian Development) di Tokyo, Jepang, 15 Februari 2013. (japantimes.co.jp / Kyodo)

dakwatuna.com – Tokyo. Sebagai salah satu bentuk nyata dukungan Indonesia bagi perjuangan bangsa Palestina, hari ini di Tokyo, Jepang, Menlu RI Marty Natalegawa telah menghadiri Konferensi Negara-Negara Asia Timur bagi Pembangunan Palestina (CEAPAD – Conference on Cooperation among East Asian Countries for Palestinian Development) di Tokyo, Jepang, baru-baru ini.

Konferensi CEAPAD dimaksudkan guna memperluas kerjasama di antara negara-negara di Asia dalam rangka meningkatkan pembangunan ekonomi dan sosial di Palestina, dan melengkapi inisiatif kerjasama Triangular Indonesia-Jepang-Palestina.

Konferensi dihadiri pula oleh Perdana Menteri Palestina, Y.M. Salam Fayyad, yang bertindak sebagai co-host bersama Menlu Jepang, Y.M. Fumio Kishida. Konferensi menghasilkan Joint Statement yang meletakkan kerangka bagi pelaksanaan kerjasama konkrit ke depan.

Pada Konferensi tersebut, Menlu RI Marty Natalegawa menekankan pentingnya negara peserta Konferensi Negara-Negara Asia Timur bagi Pembangunan Palestina (CEAPAD – Conference on Cooperation among East Asian Countries for Palestinian Development) untuk memusatkan perhatian pada empat hal utama agar bantuan pembangunan kepada Palestina dapat lebih efektif.

Pertama, bantuan yang diberikan harus benar-benar didasarkan pada kebutuhan nyata dan “national ownership” Palestina. Kedua, bantuan yang diberikan negara-negara Asia Timur adalah area keunggulan (expertise) dari pihak pemberi bantuan. Ketiga, adanya koordinasi yang baik antara berbagai program yang diberikan. Dan keempat pelaksanaan program harus berkesinambungan.

Menlu Marty juga menekankan kembali apa yang disampaikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada saat menghadiri KTT OKI di Kairo, Mesir, bulan Januari lalu, bahwa dukungan masyarakat internasional bagi rakyat Palestina harus lebih dari sekedar pernyataan simpati melainkan dalam bentuk bantuan konkrit.

Dalam hal ini, dalam 4 tahun terakhir ini, Indonesia telah memfasilitasi 101 program pelatihan bagi 842 warga Palestina, dengan target untuk melatih tidak kurang dari 1000 warga Palestina hingga tahun 2013 ini. Indonesia juga membantu pembangunan pusat perawatan kardiologi di RS Al Shifa di Gaza.

Dalam konferensi CEAPAD tersebut, Menlu Marty juga menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk melanjutkan pemberian bantuan peningkatan kapasitas kepada Palestina. Sebagaimana ditekankan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada saat KTT OKI di Kairo baru-baru ini, adalah sangat mendesak untuk mewujudkan dukungan terhadap Palestina secara nyata, yaitu dalam bentuk dukungan pengembangan kapasitas. (RED/CN34/JBSM/SMCN)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Palestina + Indonesia = Harapan Masih Depan

Lihat Juga

Khalid Misy’al: Palestina Tetap Menjadi Sentral Permasalahan Umat