Home / Berita / Nasional / Adnan Buyung Nasution: Jika Tak Mau Perbaiki Diri, KPK Dibubarkan Saja

Adnan Buyung Nasution: Jika Tak Mau Perbaiki Diri, KPK Dibubarkan Saja

Adnan Buyung Nasution. (inet)
Adnan Buyung Nasution. (inet)

dakwatuna.comTindakan Wakil Ketua Adnan Pandu Praja mencabut tanda tangan surat perintah penyidikan (sprindik) atas nama Anas Urbaningrum menuai kecaman dari Adnan Buyung Nasution. Mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) itu mengatakan bahwa tindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu sebagai sikap tidak konsisten.

“KPK ini seperti mencla-mencle, mau membongkar mundur lagi, bagaimana ini?” kecam Buyung di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Kamis (14/2).

Adnan mengaku sangat memalukan jika sikap KPK seperti itu. Pasalnya, sebagai lembaga penegak hukum super bodi, tidak selayaknya pimpinan KPK bisa mencabut sprindik seenaknya.

Jika tidak mau memperbaiki diri, Buyung menyarankan, lebih baik KPK dibubarkan saja. Dia mengaku kecewa kepada KPK lantaran merupakan salah satu inisiator yang mengkonsep pembentukan KPK. Advokat senior itu menyatakan, polemik yang terjadi di tubuh KPK merupakan bentuk pelemahan terhadap upaya pemberantasan korupsi.

Buyung melanjutkan, ada dua kemungkinan pelemahan terhadap KPK, yaitu tidak konsekuen. Pasalnya, sudah ditanda tangani malah dianulir bahwa belum dteken lengkap unsur pimpinan. Atau bisa jadi, sambungnya, adanya tekanan luar biasa dari pihak yang belum diketahui sumbernya kepada KPK. (Erik Purnama Putra/Citra Listya Rini/ROL)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (20 votes, average: 9,45 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • edi riyanto

    ya itu yang namanya kon-spi-trasi….hahaha

  • ratno

    Kok Pilih Kasih…..dugaan saya bener nih bocoran Sprindik, adalah “cara banci” menyebut anas tersangka

  • setuju dengan pak adnan, klo ga bisa berlaku adil dan tegas.. bubarin aja.. dari beberapa kasus yang melibatkan beberapa kader dari partai tertentu.. KPK terkesan tebang pilih dan lambat mengambil keputusan.. bisa dibilang KPK masih berada di cengkaraman penguasa bukan sebaliknya..

  • Istain Hendry

    tdk ada lembaga di indonesia yg berani mengatakan itu salah tetap salah…benar tetap benar..karena para pejabatnya sdh terjangkiti penyakit korup…dan muafiq…

Lihat Juga

HNW: Berapa kali Pun Paripurna Diundur, PKS Tetap Tolak Revisi UU KPK