Home / Berita / Nasional / Hakim Daming Harus Tetap Diberi Sanksi Tegas

Hakim Daming Harus Tetap Diberi Sanksi Tegas

Anggota Komisi VIII DPR-RI dari Fraksi PKS, Ledia Hanifa (inet)
Anggota Komisi VIII DPR-RI dari Fraksi PKS, Ledia Hanifa (inet)

dakwatuna.com Jakarta (15/1). Anggota Komisi VIII DPR-RI dari Fraksi PKS, Ledia Hanifa menyatakan persoalan Hakim Daming dengan meminta maaf tidak lantas menyelesaikan masalah. “Bukan karena pernyataan itu dinyatakan sekadar “canda” lalu yang bersangkutan meminta maaf, kita bisa anggap selesai. Sebab, kata-kata yang tercetus dari mulut seseorang, apalagi secara spontan sesungguhnya mencerminkan mindset atau pola pikir orang tersebut,” tegas Ledia.

Maka, kata Ledia lagi pejabat publik yang mudah melontarkan kata-kata sembrono entah itu makian, candaan tak patut, hinaan, juga pelecehan harus ditertibkan. Misalnya dengan diberi sanksi, baik berupa teguran hingga bila diperlukan pencopotan dari jabatannya.

“Seorang pejabat publik seharusnya meninggikan nilai-nilai luhur, kebijaksanaan, keadilan dan empati pada pihak-pihak yang tengah mengalami musibah. Sebab mereka adalah pelayan masyarakat dan sekaligus pemberi contoh keteladanan. Kalau mereka tidak mengindahkan keluhuran budi dan pembelaan pada masyarakat yang tengah mengalami musibah tentu kita pun tidak patut berharap pada mereka,” tandas politisi Partai Keadilan Sejahtera ini lagi.

Terlebih untuk jabatan yang terkait penegakan hukum, seperti penyidik, jaksa, juga hakim, nilai kebijaksanaan dan keadilan menjadi faktor utama yang harus ditinggikan dan diwujudkan dalam bentuk sikap, perkataan dan perilaku yang sesuai. Maka kasus Daming sesungguhnya merupakan pembelajaran bagi para pejabat publik lainnya. Bahwa, berbicara itu tidak boleh asal njeplak tetapi harus dipikirkan dahulu manfaat tidaknya, benar tidaknya serta patut tidaknya.

“Setiap pejabat publik harus selalu siap memberikan jawaban, komentar, atau tanggapan atas setiap masalah atau pertanyaan yang diajukan. Tetapi sekali lagi ingat, kalau tidak tahu, tidak yakin atau tidak bisa memberi kebaikan dalam ucapan itu lebih baik diam. Daripada malah terlihat bodoh, memalukan atau ya itu tadi, menuai kemarahan publik,” tuntas Ledia.

About these ads

Redaktur: Samin Barkah, Lc., ME

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Suara Takbir Bergemuruh di Paripurna DPR, Ada Apa?