Home / Berita / Internasional / HAMAS Ajak Pertemuan Dengan Fatah

HAMAS Ajak Pertemuan Dengan Fatah

Perdana Menteri HAMAS, Ismail Haniya (REUTERS)
Perdana Menteri HAMAS, Ismail Haniya (REUTERS)

Dakwatuna.com – Gaza :: Perdana Menteri Pemerintahan HAMAS di Jalur Gaza, Ismail Haniya, Sabtu (5/1), menyerukan pertemuan aktif dengan Fatah, guna melanjutkan pembahasan mengenai rekonsiliasi.

“Saya menyerukan pertemuan serius untuk mencapai persatuan nasional yang kuat dan tak tergoyahkan,” kata Haniya dalam satu pernyataan pers.

Saat mengomentari perayaan ulang tahun Fatah yang ke-48 di Jalur Gaza, Jumat (4/1), Haniya mengatakan pemerintahnya ingin memanfaatkan kegiatan tersebut guna mewujudkan persatuan yang dilandasi perlindungan prinsip nasional dan kemitraan polisi.

Pada Jumat, Haniya menelepon Presiden Palestina dan pemimpin Fatah Mahmoud Abbas untuk mengucapkan selamat  hari jadi ke-48 gerakan Fatah.

Para pendukung Fatah menyelenggarakan perayaan besar-besaran di Jalur Gaza untuk memperingatkan ulang tahun gerakan tersebut.

HAMAS telah melarang Fatah menyelenggarakan upacara terbuka sejak Gerakan Perlawanan Islam itu merebut kekuasaan di Jalur Gaza dengan kekerasan pada 2007.

Pada Desember, Pemerintah Otonomi Nasional Palestina, pimpinan Fatah, mengizinkan HAMAS merayakan ulang tahun ke-25 di Tepi Barat Sungai Jordan, sehingga menandai untuk pertama kali HAMAS menyelenggarakan pertemuan terbuka dalam lima tahun.

HAMAS dan Fatah telah mencapai kesepakatan yang diperantarai Qatar guna mengakhiri pertikaian mereka pada Februari 2011, tapi kesepakatan tersebut belum dilaksanakan. (dkw/antara)

About these ads

Redaktur: Samin Barkah, Lc., ME

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (6 votes, average: 7,67 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Semoga Secepatnya bisa terjadi rekonsiliasi antar 2 pemegang kekuasaan tertinggi di Palestina tersebut . . .

Lihat Juga

Bersama ASPAC, UIN Syarif Hidayatullah Gelar Seminar 69 Tahun Pembagian Palestina